{"id":49891,"date":"2025-03-21T22:12:46","date_gmt":"2025-03-21T15:12:46","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49891"},"modified":"2025-07-08T15:13:20","modified_gmt":"2025-07-08T08:13:20","slug":"desa-gebang-bagikan-blt-dd-tahap-i-2025-dan-insentif-guru-ngaji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/21\/desa-gebang-bagikan-blt-dd-tahap-i-2025-dan-insentif-guru-ngaji\/","title":{"rendered":"\u200eDesa Gebang Bagikan BLT-DD Tahap I 2025 dan Insentif Guru Ngaji"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Sebanyak 25 keluarga penerima manfaat (KPM) Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Tahap I 2025 Rp.900.000, Jumat (21\/3\/2025).<\/p>\n<p>\u200ePembagian BLT dilaksanakan di Balai Desa Gebang dan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Anik Rekayani, S.Pd.I.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kepada Bapak dan Ibu yang menerima bantuan langsung tunai, tolong uang bantuan yang diterima digunakan sesuai dengan peruntukannya, yakni mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Sebab, bantuan ini diberikan Pemerintah Pusat kepada Bapa dan Ibu tujuannya memang untuk membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Karena itu, uang yang diterima jangan dibelanjakan untuk hal-hal lain di luar kebutuhan pokok,&#8221; ujar Anik di hadapan warga penerima bantuan.<\/p>\n<p>\u200eMenurut Anik Rekayani, peringatan tersebut penting disampaikan kepada warga penerima bantuan karena saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri, saat kebutuhan meningkat.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Saat ini kita puasa dan sebentar lagi kita Lebaran Idul Fitri. Di saat-saat sekarang ini kebutuhan kita sangat banyak, tapi kita harus bisa memprioritaskan kebutuhan mana yang paling penting. Sebab, sejatinya Hari Raya Idul Fitri adalah hari raya merayakan kemenangan melawan hawa nafsu bagi kita yang berpuasa, bukan yang lain,&#8221; tutur Anik.<\/p>\n<p>\u200eSelain menyerahkan bantuan langsung tunai, ada kesempatan ini, Kades juga membagikan insentif 5 bulan kepada kader Posyandu, kader KPM, guru ngaji, Petugas Linmas, dan petugas kebersihan.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, salah satu warga penerima BLT-DD, Manis (80) yang beralamat di Dusun Gebang Induk mengucapkan terima kasih dan merasa terharu mendapatkan bantuan tersebut.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Terima kasih Bu Kades, saya diberi bantuan Rp.900 ribu. Ini buat persiapan Lebaran,&#8221; ucapnya haru. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Sebanyak 25 keluarga penerima manfaat (KPM) Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Tahap I 2025 Rp.900.000, Jumat (21\/3\/2025). \u200ePembagian BLT dilaksanakan di Balai Desa Gebang dan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Anik Rekayani, S.Pd.I. \u200e&#8221;Kepada Bapak dan Ibu yang menerima bantuan langsung tunai, tolong uang bantuan yang diterima digunakan sesuai dengan peruntukannya, yakni mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Sebab, bantuan ini diberikan Pemerintah Pusat kepada Bapa dan Ibu tujuannya memang untuk membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Karena itu, uang yang diterima jangan dibelanjakan untuk hal-hal lain di luar kebutuhan pokok,&#8221; ujar Anik di hadapan warga penerima bantuan. \u200eMenurut Anik Rekayani, peringatan tersebut penting disampaikan kepada warga penerima bantuan karena saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri, saat kebutuhan meningkat. \u200e&#8221;Saat ini kita puasa dan sebentar lagi kita Lebaran Idul Fitri. Di saat-saat sekarang ini kebutuhan kita sangat banyak, tapi kita harus bisa memprioritaskan kebutuhan mana yang paling penting. Sebab, sejatinya Hari Raya Idul Fitri adalah hari raya merayakan kemenangan melawan hawa nafsu bagi kita yang berpuasa, bukan yang lain,&#8221; tutur Anik. \u200eSelain menyerahkan bantuan langsung tunai, ada kesempatan ini, Kades juga membagikan insentif 5 bulan kepada kader Posyandu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49892,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-49891","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49891"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49891\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49893,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49891\/revisions\/49893"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}