{"id":49880,"date":"2025-03-25T11:26:06","date_gmt":"2025-03-25T04:26:06","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49880"},"modified":"2025-03-25T11:26:06","modified_gmt":"2025-03-25T04:26:06","slug":"ketemu-mantan-bupati-pesawaran-ngobrol-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/25\/ketemu-mantan-bupati-pesawaran-ngobrol-masa-depan\/","title":{"rendered":"\u200eKetemu Mantan, Bupati Pesawaran Ngobrol Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bertemu Eriawan, mantan Wakil Bupati yang mendampinginya pada periode 2016-2021 lalu dan berdiskusi tentang pembangunan di Kabupaten Pesawaran, Senin (24\/3\/2025).<\/p>\n<p>\u200eMomen langka pertemuan dua tokoh Pesawaran ini menjadi penyejuk di tengah gejolak politik di Kabupaten Pesawaran yang memanas, pascaamar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Pilkada Pesawaran.<\/p>\n<p>\u200e\u201cTadi kita sempat berdiskusi banyak hal, salah satunya membahas terkait politik. Kita menginginkan agar semua pihak menyuarakan pesan damai terkait politik ini kepada masyarakat, dan yang paling penting pertemuan kami membahas pembangunan di Pesawaran,\u201d ujar Dendi.<\/p>\n<p>\u200eDendi mengatakan membangun suatu daerah tidak bisa dilakukan hanya satu pihak, harus ada masukan dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan pihak lainnya.<\/p>\n<p>\u200e\u201cPada inti pertemuan tadi, kita banyak membahas terkait kemajuan Pesawaran, karena saya rasa beliau (Eriawan, red) merupakan sosok berpengalaman dan orang yang enak diajak berdiskusi untuk kemajuan suatu daerah,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, Eriawan mengatakan pertemuan ini merupakan momentum mengenang masa lalu saat keduanya menjabat sebagai pemimpin Pesawaran.<\/p>\n<p>\u200e\u201cMomentum tadi kangen-kangenan saya dengan Pak Bupati, karena tidak bisa dipungkiri kami lima tahun bersama selalu bertemu. Kalau saat ini kan hanya jika ada momen saja bertemunya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u200e\u201cSelain itu, saya juga diminta memberi masukan terkait kemajuan daerah. Saya beri masukan kepada pemerintah terkait peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan karena hal itu yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada saya. Saya berharap masukan itu dapat diterima dan dialokasikan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>\u200ePertemuan kedua tokoh ini menjadi harapan bagi masyarakat Pesawaran sebagai sinyal terciptanya kerukunan di antara elite politik pascaputusan MK. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bertemu Eriawan, mantan Wakil Bupati yang mendampinginya pada periode 2016-2021 lalu dan berdiskusi tentang pembangunan di Kabupaten Pesawaran, Senin (24\/3\/2025). \u200eMomen langka pertemuan dua tokoh Pesawaran ini menjadi penyejuk di tengah gejolak politik di Kabupaten Pesawaran yang memanas, pascaamar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Pilkada Pesawaran. \u200e\u201cTadi kita sempat berdiskusi banyak hal, salah satunya membahas terkait politik. Kita menginginkan agar semua pihak menyuarakan pesan damai terkait politik ini kepada masyarakat, dan yang paling penting pertemuan kami membahas pembangunan di Pesawaran,\u201d ujar Dendi. \u200eDendi mengatakan membangun suatu daerah tidak bisa dilakukan hanya satu pihak, harus ada masukan dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan pihak lainnya. \u200e\u201cPada inti pertemuan tadi, kita banyak membahas terkait kemajuan Pesawaran, karena saya rasa beliau (Eriawan, red) merupakan sosok berpengalaman dan orang yang enak diajak berdiskusi untuk kemajuan suatu daerah,\u201d ujar dia. \u200eSementara itu, Eriawan mengatakan pertemuan ini merupakan momentum mengenang masa lalu saat keduanya menjabat sebagai pemimpin Pesawaran. \u200e\u201cMomentum tadi kangen-kangenan saya dengan Pak Bupati, karena tidak bisa dipungkiri kami lima tahun bersama selalu bertemu. Kalau saat ini kan hanya jika ada momen saja bertemunya,\u201d ujarnya. \u200e\u201cSelain itu, saya juga diminta memberi masukan terkait kemajuan daerah. Saya beri masukan kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49881,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132,9],"tags":[],"class_list":["post-49880","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49880"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49880\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49882,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49880\/revisions\/49882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}