{"id":49786,"date":"2025-01-24T19:30:27","date_gmt":"2025-01-24T12:30:27","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49786"},"modified":"2025-03-20T09:41:20","modified_gmt":"2025-03-20T02:41:20","slug":"kadis-pariwisata-pesawaran-bersama-gubernur-terpilih-hadiri-panen-mutiara-di-penangkaran-the-hurun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/01\/24\/kadis-pariwisata-pesawaran-bersama-gubernur-terpilih-hadiri-panen-mutiara-di-penangkaran-the-hurun\/","title":{"rendered":"\u200eKadis Pariwisata Pesawaran Bersama Gubernur Terpilih Hadiri Panen Mutiara di Penangkaran The Hurun"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB):<\/strong> Bupati Pesawaran diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, Anggun Saputra, bersama Gubernur Lampung terpilih Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri acara panen mutiara di penangkaran The Hurun, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Jumat (24\/1\/2025).<\/p>\n<p>\u200eAcara bertajuk &#8220;Menjaga Keindahan, Melestarikan Warisan&#8221; ini diselenggarakan oleh manajemen The Hurun Beach Resort dan Marriot Resort and Spa Lampung.<\/p>\n<p>\u200ePenangkaran mutiara ini menjadi satu-satunya lokasi di Provinsi Lampung yang fokus pada budi daya mutiara berbasis lingkungan, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan pariwisata kelautan.<\/p>\n<p>\u200eHadir dalam acara ini CEO The Hurun Selphie Bong, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi komitmen The Hurun dalam menjaga ekosistem laut dan mengembangkan pariwisata edukasi berbasis kelautan.<\/p>\n<p>\u200e\u201cKegiatan ini tidak hanya melestarikan lingkungan laut, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tinggi. Mutiara yang dihasilkan dari penangkaran ini memiliki daya saing di pasar global. Kami mendukung pengembangan pariwisata edukasi berbasis kelautan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya menjaga laut,\u201d ujar Mirza.<\/p>\n<div id=\"attachment_49789\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-49789\" class=\"wp-image-49789 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250125-WA0018.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"540\" \/><p id=\"caption-attachment-49789\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>FOTO BERSAMA.<\/strong> Gubernur Lampung Terpilih, Rahmat Mirzani Djausal (berkaca mata hitam) Fofo bersama Kadis Pariwisata Pesawaran (topi pet merah) dan CEO The Hurun Selphie Bong. (Foto: Ist.)<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eIa juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian laut.<\/p>\n<p>\u200e\u201cLampung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi dan pariwisata kelautan. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa memaksimalkan potensi ini untuk masa depan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran Anggun Saputra menegaskan pihaknya siap bersinergi mendukung keberlanjutan budi daya mutiara di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>\u200e\u201cKebersihan air laut menjadi faktor utama dalam menghasilkan mutiara berkualitas dunia. Pemkab Pesawaran berkomitmen mendukung program ini sebagai bagian dari rekonstruksi sumber daya alam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u200ePenangkaran mutiara di The Hurun membutuhkan waktu empat tahun hingga masa panen. Setelah panen, cangkang mutiara tetap dapat menghasilkan mutiara baru dalam kurun waktu dua tahun, asalkan kualitas air laut terjaga. The Hurun juga berencana membuka program study tour bagi pelajar untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.<\/p>\n<p>\u200e\u201cKami berharap penangkaran ini menjadi destinasi wisata baru di Lampung sekaligus contoh nyata bagaimana kelestarian lingkungan laut bisa berjalan berdampingan dengan pengembangan ekonomi,\u201d tutur Anggun.<\/p>\n<p>\u200eAcara ini diakhiri dengan simbolisasi panen mutiara, yang menjadi bukti keberhasilan pelestarian lingkungan laut di sekitar penangkaran. Pemerintah optimis inisiatif ini dapat membawa Lampung ke tingkat yang lebih tinggi dalam sektor ekonomi dan pariwisata berbasis kelautan. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Bupati Pesawaran diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, Anggun Saputra, bersama Gubernur Lampung terpilih Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri acara panen mutiara di penangkaran The Hurun, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Jumat (24\/1\/2025). \u200eAcara bertajuk &#8220;Menjaga Keindahan, Melestarikan Warisan&#8221; ini diselenggarakan oleh manajemen The Hurun Beach Resort dan Marriot Resort and Spa Lampung. \u200ePenangkaran mutiara ini menjadi satu-satunya lokasi di Provinsi Lampung yang fokus pada budi daya mutiara berbasis lingkungan, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan pariwisata kelautan. \u200eHadir dalam acara ini CEO The Hurun Selphie Bong, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi komitmen The Hurun dalam menjaga ekosistem laut dan mengembangkan pariwisata edukasi berbasis kelautan. \u200e\u201cKegiatan ini tidak hanya melestarikan lingkungan laut, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tinggi. Mutiara yang dihasilkan dari penangkaran ini memiliki daya saing di pasar global. Kami mendukung pengembangan pariwisata edukasi berbasis kelautan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya menjaga laut,\u201d ujar Mirza. \u200eIa juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian laut. \u200e\u201cLampung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi dan pariwisata kelautan. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa memaksimalkan potensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49787,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,7,132],"tags":[],"class_list":["post-49786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-pariwisata","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49786"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49786\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49792,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49786\/revisions\/49792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}