{"id":49755,"date":"2025-03-18T17:32:57","date_gmt":"2025-03-18T10:32:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49755"},"modified":"2025-03-18T17:32:57","modified_gmt":"2025-03-18T10:32:57","slug":"limbah-rumah-tangga-perumahan-ghalia-cluster-meluap-ke-pekarangan-rumah-warga-sekitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/18\/limbah-rumah-tangga-perumahan-ghalia-cluster-meluap-ke-pekarangan-rumah-warga-sekitar\/","title":{"rendered":"Limbah Rumah Tangga Perumahan Ghalia Cluster Meluap ke Pekarangan Rumah Warga Sekitar"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Warga sekitar kompleks Perumahan Ghalia Cluster di Jalan Batin Seribu, Dusun Curup, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mengeluhkan tidak adanya saluran pembuangan air perumahan tersebut.<\/p>\n<p>\u200eAkibatnya air limbah rumah tangga yang berasal dari warga perumahan meluap ke tanah warga sekitar.<\/p>\n<p>\u200eMenurut salah satu warga, Papi (40), air limbah rumah tangga dari perumahan tersebut sangat mengganggu warga sekitar karena meluap ke pekarangan rumah warga sekitar perumahan.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Saluran air limbah sangat penting sehingga harus dirancang sebelum perumahan dibangun karena akan berpengaruh terhadap lingkungan. Apalagi ini kompleks perumahan. Kami warga yang tinggal di sekitar perumahan merasa terganggu,&#8221; ujar Papi.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Lebih memprihatinkan, saat hujan turun air akan menggenang. Apalagi rencananya mau dibuat penampungan resapan, itu akan menimbulkan bau tak sedap,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>\u200eSaat didatangi ke lokasi, kepala tukang yang bertanggung jawab di perumahan tersebut mengatakan saluran pembuangan limbah akan dibuat menggunakan excavator.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Karena kerjaan juga belum selesai dan aliran air akan dialirkan ke depan atau ke jalan,&#8221; jelas Uuk. (Marzuki)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200e\u200ePesawaran (LB): Warga sekitar kompleks Perumahan Ghalia Cluster di Jalan Batin Seribu, Dusun Curup, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mengeluhkan tidak adanya saluran pembuangan air perumahan tersebut. \u200eAkibatnya air limbah rumah tangga yang berasal dari warga perumahan meluap ke tanah warga sekitar. \u200eMenurut salah satu warga, Papi (40), air limbah rumah tangga dari perumahan tersebut sangat mengganggu warga sekitar karena meluap ke pekarangan rumah warga sekitar perumahan. \u200e&#8221;Saluran air limbah sangat penting sehingga harus dirancang sebelum perumahan dibangun karena akan berpengaruh terhadap lingkungan. Apalagi ini kompleks perumahan. Kami warga yang tinggal di sekitar perumahan merasa terganggu,&#8221; ujar Papi. \u200e&#8221;Lebih memprihatinkan, saat hujan turun air akan menggenang. Apalagi rencananya mau dibuat penampungan resapan, itu akan menimbulkan bau tak sedap,&#8221; katanya. \u200eSaat didatangi ke lokasi, kepala tukang yang bertanggung jawab di perumahan tersebut mengatakan saluran pembuangan limbah akan dibuat menggunakan excavator. \u200e&#8221;Karena kerjaan juga belum selesai dan aliran air akan dialirkan ke depan atau ke jalan,&#8221; jelas Uuk. (Marzuki)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49756,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-49755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49755"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49757,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49755\/revisions\/49757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}