{"id":49736,"date":"2025-03-18T00:02:34","date_gmt":"2025-03-17T17:02:34","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49736"},"modified":"2025-07-08T15:18:45","modified_gmt":"2025-07-08T08:18:45","slug":"kades-harapan-jaya-bagikan-blt-dd-tahap-i-rp-900-ribu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/18\/kades-harapan-jaya-bagikan-blt-dd-tahap-i-rp-900-ribu\/","title":{"rendered":"\u200eKades Harapan Jaya Bagikan BLT-DD Tahap I Rp.900 Ribu"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Desa Harapan Jaya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai yang berasal dari Dana Desa (BLT-DD) Tahap I, Januari-Maret 2025 sebesar Rp900 ribu kepada 10 keluarga penerima manfaat (KPM).<\/p>\n<p>\u200ePembagian BLT-DD ini dilaksanakan di Kantor Desa dan dipimpin langsung Kepala Desa Harapan Jaya, Sulalit Cokro Aminoto pada Senin (17\/3\/2025) dan dihadiri seluruh aparatur desa, pendamping desa dan perwakilan dari Kecamatan Way Ratai.<\/p>\n<p>\u200eDalam arahannya, Kepala Desa Cokro Aminoto mengingatkan warga penerima bantuan tidak menggunakan uang bantuan yang diterima untuk hal-hal diluar kebutuhan pokok sehari-hari.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Bapak dan Ibu harus ingat, uang bantuan ini diberikan kepada warga kurang mampu. Harapannya uang ini bisa membantu meringankan beban bapak dan ibu dalam memenuhi kebutuhan pokok. Jadi jangan sampai Bap dan Ibu menggunakan uang bantuan yang diterima untuk kebutuhan lain,&#8221; ujar Kades.<\/p>\n<p>\u200eSelanjutnya dia menjelaskan bantuan langsung tunai yang dibagikan ini merupakan program Pemerintah Pusat yang disalurkan oleh desa.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Bantuan ini asalnya dari pusat, saya dan seluruh aparatur desa hanya membagikan,&#8221; ucap S. Cokro Aminoto.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, salah satu penerima bantuan, yakni Sundari (78), yang beralamat di Dusun Sinar Dua, Desa Harapan Jaya, mengaku sangat senang dan bersyukur menerima bantuan ini.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Alhamdulillah, terima kasih Pak Kades,&#8221; kata Mbah Sundari dengan raut wajah bahagia. ( Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Desa Harapan Jaya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai yang berasal dari Dana Desa (BLT-DD) Tahap I, Januari-Maret 2025 sebesar Rp900 ribu kepada 10 keluarga penerima manfaat (KPM). \u200ePembagian BLT-DD ini dilaksanakan di Kantor Desa dan dipimpin langsung Kepala Desa Harapan Jaya, Sulalit Cokro Aminoto pada Senin (17\/3\/2025) dan dihadiri seluruh aparatur desa, pendamping desa dan perwakilan dari Kecamatan Way Ratai. \u200eDalam arahannya, Kepala Desa Cokro Aminoto mengingatkan warga penerima bantuan tidak menggunakan uang bantuan yang diterima untuk hal-hal diluar kebutuhan pokok sehari-hari. \u200e&#8221;Bapak dan Ibu harus ingat, uang bantuan ini diberikan kepada warga kurang mampu. Harapannya uang ini bisa membantu meringankan beban bapak dan ibu dalam memenuhi kebutuhan pokok. Jadi jangan sampai Bap dan Ibu menggunakan uang bantuan yang diterima untuk kebutuhan lain,&#8221; ujar Kades. \u200eSelanjutnya dia menjelaskan bantuan langsung tunai yang dibagikan ini merupakan program Pemerintah Pusat yang disalurkan oleh desa. \u200e&#8221;Bantuan ini asalnya dari pusat, saya dan seluruh aparatur desa hanya membagikan,&#8221; ucap S. Cokro Aminoto. \u200eSementara itu, salah satu penerima bantuan, yakni Sundari (78), yang beralamat di Dusun Sinar Dua, Desa Harapan Jaya, mengaku sangat senang dan bersyukur menerima bantuan ini. \u200e&#8221;Alhamdulillah, terima kasih Pak Kades,&#8221; kata Mbah Sundari dengan raut wajah bahagia. ( Ansori)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49737,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-49736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49736"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49738,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49736\/revisions\/49738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}