{"id":49700,"date":"2025-03-17T06:08:02","date_gmt":"2025-03-16T23:08:02","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49700"},"modified":"2025-03-17T06:08:02","modified_gmt":"2025-03-16T23:08:02","slug":"marquez-bersaudara-kuasai-motogp-argentina-morbidelli-podium","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/17\/marquez-bersaudara-kuasai-motogp-argentina-morbidelli-podium\/","title":{"rendered":"\u200eMarquez Bersaudara Kuasai MotoGP Argentina, Morbidelli Podium"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Marc Marquez melanjutkan dominasi dan keluar sebagai juara MotoGP Argentina 2025 di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Honda, Senin (17\/3\/2025) dini hari WIB.<\/p>\n<p>\u200eRider tim pabrikan Ducati itu mengasapi sang adik, Alex Marquez. Marc Marquez start dari posisi terdepan, diikuti Alex Marquez, Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Pedro Accosta sebagai grid terdepan.<\/p>\n<p>\u200eStart dari pole position Marquez langsung ngacir memimpin balapan, diikuti adiknya. Di belakang keduanya, mengikuti Bagnaia dan Johann Zarco yang bertarung sengit berebut posisi tiga.<\/p>\n<p>\u200eBalapan belum satu putaran, terjadi insiden antara Marco Bezzecchi dan Fabio Quartararo yang bersenggolan. Bezzecchi mengalami crash di tikungan pertama dan tidak bisa melanjutkan balapan.<\/p>\n<p>\u200eEmpat lap bergulir, Alex Marquez memanfaatkan kesalahan sang kakak Marc Marquez yang melebar di tikungan pertama. Gantian pebalap Gresini Racing yang memimpin jalannya race.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, rider Pertamina Enduro VR46 Morbidelli dengan tampilan kuning yang menyala berhasil menyalip Bagnaia dan merebut posisi tiga. Di depannya, duo Marquez bertarung memperebutkan yang terdepan.<\/p>\n<p>\u200e10 lap berjalan, duo Marquez sudah membuat jarak 0,7 detik dari Morbidelli. Sementara itu, Bagnaia tampak keteteran mengejar Morbidelli yang nampak nyetel dengan setelan ban soft belakang, berbeda dengan Marquez bersaudara, Bagnaia dan Zarco yang menggunakan tipe medium.<\/p>\n<p>\u200eMorbidelli mampu memacu tunggangannya dengan sangat cepat hingga bisa membuat jarak 10 detik dari Bagnaia.<\/p>\n<p>\u200eDi putaran ke-18 The Baby Aliens melebar sehingga posisinya terdepan direbut Alex Marquez. Alex memimpin dengan jarak 0,470 detik, sementara Morbidelli di posisi tiga, berjarak sekitar 2,3 detik dari duo Marquez.<\/p>\n<p>\u200eDi lap ke-21 Marc Marquez menyalip adiknya. Empat lap tersisa dipimpin juara dunia 8 kali. Marc mengamankan posisi terdepan, diikuti Alex Marquez, dan Morbidelli yang melengkapi podium.<\/p>\n<p>\u200ePosisi Johann Zarco makin merosot akibat daya cengkeram ban yang menurun. Saat last lap, dia harus rela disalip Fabio Di Giannantonio untuk posisi lima besar.<\/p>\n<p>\u200eBukan cuma melanjutkan dominasi kemenangan di MotoGP, hasil ini juga bikin Marquez memecahkan rekor lagi, dengan kemenangan terbanyak, totalnya empat kali menang.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, bagi Morbidelli ini menjadi momentum, sebab terakhir kali dia podium di MotoGP Spanyol 2021 bersama Petronas Yamaha SRT. Artinya Morbidelli menunggu 1414 hari sebelum akhirnya bisa podium lagi.<\/p>\n<p>\u200eBerikut ini hasil MotoGP Argentina 2025:<\/p>\n<ol>\n<li>\u200eMarc Marquez: 41 menit 11,100 detik<\/li>\n<li>\u200eAlex Marquez: +1,362 detik<\/li>\n<li>\u200eFranco Morbidelli: +4,695 detik<\/li>\n<li>\u200eFrancesco Bagnaia: +5.536 detik<\/li>\n<li>\u200eFabio di Giannantonio: +7,487 detik<\/li>\n<li>\u200eJohann Zarco: +7,487 detik<\/li>\n<li>\u200eBrad Binder: +14,294 detik<\/li>\n<li>\u200eAi Ogura: +14,447 detik<\/li>\n<li>\u200ePedro Acosta: +15,646 detik<\/li>\n<li>\u200eJoan Mir: +15,787 detik<\/li>\n<li>\u200eLuca Marini: +16,787 detik<\/li>\n<li>\u200eAlex Rins +21,663<\/li>\n<li>\u200eMaverick Vinales +22,319<\/li>\n<li>\u200eJack Miller +23,486<\/li>\n<li>\u200eFabio Quartararo +25.,148<\/li>\n<li>\u200eRaul Fernandez +26,914<\/li>\n<li>\u200eFermin Aldeguer +27,661<\/li>\n<li>\u200eEnea Bastianini +40,179<\/li>\n<li>\u200eSomkiat Chantra +41,693. (ak)<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Marc Marquez melanjutkan dominasi dan keluar sebagai juara MotoGP Argentina 2025 di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Honda, Senin (17\/3\/2025) dini hari WIB. \u200eRider tim pabrikan Ducati itu mengasapi sang adik, Alex Marquez. Marc Marquez start dari posisi terdepan, diikuti Alex Marquez, Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Pedro Accosta sebagai grid terdepan. \u200eStart dari pole position Marquez langsung ngacir memimpin balapan, diikuti adiknya. Di belakang keduanya, mengikuti Bagnaia dan Johann Zarco yang bertarung sengit berebut posisi tiga. \u200eBalapan belum satu putaran, terjadi insiden antara Marco Bezzecchi dan Fabio Quartararo yang bersenggolan. Bezzecchi mengalami crash di tikungan pertama dan tidak bisa melanjutkan balapan. \u200eEmpat lap bergulir, Alex Marquez memanfaatkan kesalahan sang kakak Marc Marquez yang melebar di tikungan pertama. Gantian pebalap Gresini Racing yang memimpin jalannya race. \u200eSementara itu, rider Pertamina Enduro VR46 Morbidelli dengan tampilan kuning yang menyala berhasil menyalip Bagnaia dan merebut posisi tiga. Di depannya, duo Marquez bertarung memperebutkan yang terdepan. \u200e10 lap berjalan, duo Marquez sudah membuat jarak 0,7 detik dari Morbidelli. Sementara itu, Bagnaia tampak keteteran mengejar Morbidelli yang nampak nyetel dengan setelan ban soft belakang, berbeda dengan Marquez bersaudara, Bagnaia dan Zarco yang menggunakan tipe medium. \u200eMorbidelli mampu memacu tunggangannya dengan sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49701,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-49700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49700"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49700\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49702,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49700\/revisions\/49702"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}