{"id":49643,"date":"2025-02-28T21:05:03","date_gmt":"2025-02-28T14:05:03","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49643"},"modified":"2025-07-14T16:18:47","modified_gmt":"2025-07-14T09:18:47","slug":"tinjau-lokasi-terdampak-bencana-bupati-gencarkan-upaya-penanganan-dan-normalisasi-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/02\/28\/tinjau-lokasi-terdampak-bencana-bupati-gencarkan-upaya-penanganan-dan-normalisasi-sungai\/","title":{"rendered":"\u200eTinjau Lokasi Terdampak Bencana, Bupati Gencarkan Upaya Penanganan Dan Normalisasi Sungai"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama jajaran pemerintah daerah dan dinas terkait meninjau lokasi terdampak bencana banjir dan tanah longsor di beberapa desa di Kecamatan Teluk Pandan pada Jumat (28\/2\/2025).<\/p>\n<p>\u200eDesa Sukajaya Lempasing menjadi tujuan awal peninjauan Bupati untuk melihat kondisi tanah longsor yang menutup akses jalan dekat Simpang Pantai Mutun. Peninjauan berlanjut ke beberapa titik longsor di Desa Muncak serta aliran sungai yang mengalami pendangkalan sehingga menjadi penyebab banjir.<\/p>\n<p>\u200ePeninjauan ini dilakukan pascahujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur sebagian besar wilayah di Provinsi Lampung pada Kamis (27\/2\/2025) yang mengakibatkan sejumlah kerusakan infrastruktur, permukiman, serta akses warga terhambat di beberapa kecamatan, yaitu Gedong Tataan, Teluk Pandan, dan Negeri Katon.<\/p>\n<p>\u200eBupati Dendi Ramadhona menjelaskan curah hujan tinggi dan aliran air dari gunung yang terlalu deras telah menyebabkan daya dukung tanah menurun, mengakibatkan longsor dan banjir di berbagai lokasi, termasuk Hanura, Sukajaya Lempasing, Mutun, dan Gedong Tataan.<\/p>\n<p>\u200e<\/p>\n<p>\u200eSelain itu, pola hidup masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan di aliran sungai juga dapat menjadi penyebab terjadinya sedimentasi dan penyumbatan aliran air.<\/p>\n<p>\u200eOleh sebab itu, Bupati juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai untuk mengatasi pendangkalan yang dapat memperparah banjir. Selain itu, ia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan agar tidak terjadi penyumbatan aliran air.<\/p>\n<div id=\"attachment_49644\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-49644\" class=\"wp-image-49644 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IMG-20250316-WA0140.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-49644\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>BERI BANTUAN.<\/strong> Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Nanda Indira saat meninjau dan memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesawaran, Jumat (18\/2\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eSebagai langkah awal penanganan pascabanjir, sejumlah alat berat pun diturunkan untuk membersihkan sisa longsoran tanah dan pohon tumbang, serta mengeruk sungai yang mengalami pendangkalan.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, kecamatan, desa, dan Dinas PUPR berupaya mempercepat penanganan pascabanjir. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung di bawah arahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal turut mendukung upaya ini dengan menurunkan alat berat untuk mempercepat proses normalisasi dan pembersihan wilayah terdampak,&#8221; ujar Bupati Dendi.<\/p>\n<p>\u200eBerdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Pesawaran, tinggi genangan air bervariasi antara 30 hingga 100 cm. Beberapa wilayah lain yang terdampak meliputi Kecamatan Gedong Tataan; Desa Bagelen mengalami banjir yang menggenangi Jalan Ahmad Yani sehingga sempat menyebabkan kemacetan panjang. Selain itu, sebanyak 400 rumah terdampak dan beberapa kolam ikan jebol.<\/p>\n<p>\u200eSelain itu, banjir juga menimpa 3 Dusun di Desa Kutoarjo, yakni Dusun 1, Dusun 2, dan Dusun 3 . Di Desa Karang Anyar, dua unit sekolah, satu balai desa, dan 345 rumah terdampak. Sementara itu, di Desa Gedong Tataan tercatat 26 rumah terdampak, dan di Desa Sukaraja, sebanyak 21 rumah, tujuh kolam ikan, serta 2,5 hektare sawah terkena dampak banjir. Desa Bogorejo juga mengalami abrasi di area pemakaman umum akibat luapan dari Sungai Way Sebatin serta satu kolam ikan yang rusak.<\/p>\n<p>\u200eAtas kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Nanda Indira, Asisten Pemerintahan dan Kesra, serta dinas terkait turut meninjau lokasi bencana dan menyerahkan bantuan bahan pokok berupa paket sembako, minyak, mie, air mineral, serta beras untuk masyarakat terdampak.<\/p>\n<p>\u200eKetua TP PKK Nanda Indira mengucapkan bela sungkawa atas musibah ini. Dia juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih mungkin bisa terjadi, terutama di daerah-daerah rawan bencana.<\/p>\n<p>\u200eJika terjadi bencana yang membutuhkan penanganan mendesak masyarakat juga diminta segera melapor melalui call center BPBD Kabupaten Pesawaran di <em><strong>Telepon\/WhatsApp: +62 811-716-552<\/strong><\/em>.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Segera lapor kepada dinas terkait jika terjadi bencana yang membutuhkan penanganan mendesak. Mudah-mudahan kita selalu diberi kesehatan, ketabahan dan dijauhkan dari segala musibah,&#8221; ujarnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama jajaran pemerintah daerah dan dinas terkait meninjau lokasi terdampak bencana banjir dan tanah longsor di beberapa desa di Kecamatan Teluk Pandan pada Jumat (28\/2\/2025). \u200eDesa Sukajaya Lempasing menjadi tujuan awal peninjauan Bupati untuk melihat kondisi tanah longsor yang menutup akses jalan dekat Simpang Pantai Mutun. Peninjauan berlanjut ke beberapa titik longsor di Desa Muncak serta aliran sungai yang mengalami pendangkalan sehingga menjadi penyebab banjir. \u200ePeninjauan ini dilakukan pascahujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur sebagian besar wilayah di Provinsi Lampung pada Kamis (27\/2\/2025) yang mengakibatkan sejumlah kerusakan infrastruktur, permukiman, serta akses warga terhambat di beberapa kecamatan, yaitu Gedong Tataan, Teluk Pandan, dan Negeri Katon. \u200eBupati Dendi Ramadhona menjelaskan curah hujan tinggi dan aliran air dari gunung yang terlalu deras telah menyebabkan daya dukung tanah menurun, mengakibatkan longsor dan banjir di berbagai lokasi, termasuk Hanura, Sukajaya Lempasing, Mutun, dan Gedong Tataan. \u200e \u200eSelain itu, pola hidup masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan di aliran sungai juga dapat menjadi penyebab terjadinya sedimentasi dan penyumbatan aliran air. \u200eOleh sebab itu, Bupati juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai untuk mengatasi pendangkalan yang dapat memperparah banjir. Selain itu, ia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan agar tidak terjadi penyumbatan aliran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49645,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,132],"tags":[],"class_list":["post-49643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-humaniora","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49643"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49643\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49646,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49643\/revisions\/49646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}