{"id":49639,"date":"2025-03-04T13:41:37","date_gmt":"2025-03-04T06:41:37","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49639"},"modified":"2025-03-16T13:42:43","modified_gmt":"2025-03-16T06:42:43","slug":"pemkab-pesawaran-dan-pemkot-bandar-lampung-rakor-bahas-penanggulangan-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/04\/pemkab-pesawaran-dan-pemkot-bandar-lampung-rakor-bahas-penanggulangan-banjir\/","title":{"rendered":"\u200ePemkab Pesawaran Dan Pemkot Bandar Lampung Rakor Bahas Penanggulangan Banjir\u00a0"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait pengendalian banjir dipimpin Wali Kota Bandar Lampung dan Bupati Pesawaran bersama Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, serta jajaran terkait di Ruang Rapat Wali Kota, Senin, (3\/3\/2025).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eRapat tersebut digelar dalam rangka menjalin kerja sama serta menyusun langkah strategis dalam mengurangi resiko banjir jangka panjang di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eBupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Adhytia Hidayat, mengatakan untuk langkah awal Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Pesawaran akan memetakan beberapa aliran sungai yang berhulu di kawasan hutan register atau Taman Hutan Rakyat (Tahura).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eMenurutnya, aliran sungai tersebut melintasi wilayah Kabupaten Pesawaran dan Kota Bandar Lampung, dan ketika kondisi hujan dengan debit air sangat tinggi berpotensi mengakibatkan banjir sehingga perlu upaya pengendalian.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSelain itu, dalam Rakor tersebut juga disepakati Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran akan berkolaborasi membangun beberapa embung atau penampungan air dan infrastruktur penunjang di beberapa aliran sungai tersebut sebagai upaya pengendalian air sehingga aliran air dapat dikontrol melalui pintu-pintu air sesuai kondisi ketinggian dan debit air.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eAdapun infrastruktur pendukung, perencanaan teknis serta survey penentuan titik lokasi pembangunan embung tersebut ditargetkan akan segera rampung dalam waktu dekat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eTak hanya itu, kedua belah pihak juga berencana akan lebih meningkatkan sinergi dan kerja sama dengan stakeholder terkait dan pihak swasta untuk memaksimalkan normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur dalam pengendalian banjir yang terintegrasi di kedua wilayah tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSalah satunya, yaitu dengan melakukan reboisasi atau penanaman kembali pohon dan tanaman khusus yang memiliki daya serap air tinggi di kawasan hutan register dengan pola <em>agroforestry<\/em>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Yaitu mengkombinasikan antara tanaman pertanian dan tanaman kehutanan sehingga selain dapat menahan air juga dapat dimanfaatkan masyarakat,&#8221; ujar Adhytia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana berharap rencana ini mendapat dukungan Gubernur Lampung guna memastikan kelancaran program.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e\u201cPenanganan banjir ini memerlukan kerja sama dari semua pihak. Jika kita bisa menyelesaikan ini bersama, dampaknya akan sangat baik bagi masyarakat di masa depan,&#8221; ujar Eva Dwiana. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait pengendalian banjir dipimpin Wali Kota Bandar Lampung dan Bupati Pesawaran bersama Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, serta jajaran terkait di Ruang Rapat Wali Kota, Senin, (3\/3\/2025). \u200eRapat tersebut digelar dalam rangka menjalin kerja sama serta menyusun langkah strategis dalam mengurangi resiko banjir jangka panjang di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran. \u200eBupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Adhytia Hidayat, mengatakan untuk langkah awal Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Pesawaran akan memetakan beberapa aliran sungai yang berhulu di kawasan hutan register atau Taman Hutan Rakyat (Tahura). \u200eMenurutnya, aliran sungai tersebut melintasi wilayah Kabupaten Pesawaran dan Kota Bandar Lampung, dan ketika kondisi hujan dengan debit air sangat tinggi berpotensi mengakibatkan banjir sehingga perlu upaya pengendalian. \u200eSelain itu, dalam Rakor tersebut juga disepakati Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran akan berkolaborasi membangun beberapa embung atau penampungan air dan infrastruktur penunjang di beberapa aliran sungai tersebut sebagai upaya pengendalian air sehingga aliran air dapat dikontrol melalui pintu-pintu air sesuai kondisi ketinggian dan debit air. \u200eAdapun infrastruktur pendukung, perencanaan teknis serta survey penentuan titik lokasi pembangunan embung tersebut ditargetkan akan segera rampung dalam waktu dekat. \u200eTak hanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49640,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-49639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49639"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49642,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49639\/revisions\/49642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}