{"id":49632,"date":"2025-03-16T11:50:34","date_gmt":"2025-03-16T04:50:34","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49632"},"modified":"2025-03-16T11:50:34","modified_gmt":"2025-03-16T04:50:34","slug":"ketua-pcnu-pesawaran-ingatkan-masyarakat-tidak-terprovokasi-berita-hoax-jelang-psu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/16\/ketua-pcnu-pesawaran-ingatkan-masyarakat-tidak-terprovokasi-berita-hoax-jelang-psu\/","title":{"rendered":"\u200eKetua PCNU Pesawaran Ingatkan Masyarakat Tidak Terprovokasi Berita Hoax Jelang PSU"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pesawaran, KH. Ahmad Ulinnuha mengingatkan masyarakat tidak terprovokasi dan gampang terpancing dalam menyikapi permasalahan dan dinamika terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eMenurutnya, semua informasi yang beredar harus disikapi dengan bijak dan dengan benar-benar memahami kebenaran informasi yang beredar. Masyarakat harus berpikir rasional dengan informasi yang beredar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Saya mengimbau masyarakat Kabupaten Pesawaran, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama. Pertama, untuk tidak terpengaruh dan tidak melakukan aksi-aksi dan hal-hal yang dapat mencederai bulan suci yang penuh berkah ini,&#8221; katanya, Minggu (16\/3\/2025).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eDia juga mengajak masyarakat Pesawaran tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax dan ajakan yang dapat merugikan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Kedua, saya mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax dan ajakan yang dapat merugikan diri sendiri,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSelanjutnya, dia mengajak masyarakat untuk menjaga soliditas, toleransi dan tidak terlibat dalam politik indentitas yang mengandung SARA<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Ketiga, saya mengajak menjaga soliditas dan tidak terlibat politik indentitas yang mengandung SARA, menjaga persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjaga dengan baik,&#8221; ujarnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pesawaran, KH. Ahmad Ulinnuha mengingatkan masyarakat tidak terprovokasi dan gampang terpancing dalam menyikapi permasalahan dan dinamika terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran. \u200eMenurutnya, semua informasi yang beredar harus disikapi dengan bijak dan dengan benar-benar memahami kebenaran informasi yang beredar. Masyarakat harus berpikir rasional dengan informasi yang beredar. \u200e&#8221;Saya mengimbau masyarakat Kabupaten Pesawaran, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama. Pertama, untuk tidak terpengaruh dan tidak melakukan aksi-aksi dan hal-hal yang dapat mencederai bulan suci yang penuh berkah ini,&#8221; katanya, Minggu (16\/3\/2025). \u200eDia juga mengajak masyarakat Pesawaran tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax dan ajakan yang dapat merugikan. \u200e&#8221;Kedua, saya mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax dan ajakan yang dapat merugikan diri sendiri,&#8221; ujarnya. \u200eSelanjutnya, dia mengajak masyarakat untuk menjaga soliditas, toleransi dan tidak terlibat dalam politik indentitas yang mengandung SARA \u200e&#8221;Ketiga, saya mengajak menjaga soliditas dan tidak terlibat politik indentitas yang mengandung SARA, menjaga persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjaga dengan baik,&#8221; ujarnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49633,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-49632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49634,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49632\/revisions\/49634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}