{"id":49602,"date":"2025-03-15T10:25:53","date_gmt":"2025-03-15T03:25:53","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49602"},"modified":"2025-03-15T11:46:54","modified_gmt":"2025-03-15T04:46:54","slug":"jmsi-kritik-sikap-ketua-kpu-pesawaran-yang-intimidasi-wartawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/15\/jmsi-kritik-sikap-ketua-kpu-pesawaran-yang-intimidasi-wartawan\/","title":{"rendered":"\u200eJMSI Kritik Sikap Ketua KPU Pesawaran yang Intimidasi Wartawan  \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Pesawaran mengkritik sikap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran, Fery Ikhsan yang dinilai menunjukkan perilaku kurang pantas saat diwawancarai wartawan.<\/p>\n<p>\u200eWakil Ketua JMSI Pesawaran, Magelhen, menilai sikap Ketua KPU Pesawaran terlalu berlebihan dan mencerminkan arogansi, terutama karena dilakukan di hadapan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Seharusnya yang bersangkutan bisa menahan diri. Dia itu pejabat KPU, jadi wajar kalau ditanya media. Bukannya menanggapi dengan baik, malah menunjukkan sikap yang tidak pantas,&#8221; ujar Magelhen, Sabtu (15\/3\/2025).<\/p>\n<p>\u200eDia juga menambahkan KPU Pesawaran saat ini sedang menjadi sorotan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi Calon Bupati Aries Sandi dan membatalkan kemenangannya. Menurutnya, dalam situasi seperti ini, KPU seharusnya lebih bijak dalam bersikap dan tidak justru memperkeruh keadaan.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;KPU Pesawaran harusnya bersikap lebih dewasa dan tidak ikut memancing suasana menjadi makin kurang baik. Ini momen di mana transparansi dan profesionalisme sangat dibutuhkan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>\u200eDiketahui, insiden ini bermula saat konferensi pers terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU), kala itu seorang wartawan menanyakan dugaan keberpihakan KPU Pesawaran terhadap salah satu calon. Namun, alih-alih menjawab dengan lugas, Feri justru merespons dengan pernyataan bernada ancaman, seolah hendak menuntut wartawan yang bertanya.<\/p>\n<p>\u200ePernyataan tersebut pun menuai reaksi dari insan pers di Kabupaten Pesawaran, yang menilai sebagai pejabat publik, Ketua KPU seharusnya lebih terbuka terhadap pertanyaan media dan memberikan klarifikasi secara profesional. (red)<\/p>\n<p>\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Pesawaran mengkritik sikap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran, Fery Ikhsan yang dinilai menunjukkan perilaku kurang pantas saat diwawancarai wartawan. \u200eWakil Ketua JMSI Pesawaran, Magelhen, menilai sikap Ketua KPU Pesawaran terlalu berlebihan dan mencerminkan arogansi, terutama karena dilakukan di hadapan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. \u200e&#8221;Seharusnya yang bersangkutan bisa menahan diri. Dia itu pejabat KPU, jadi wajar kalau ditanya media. Bukannya menanggapi dengan baik, malah menunjukkan sikap yang tidak pantas,&#8221; ujar Magelhen, Sabtu (15\/3\/2025). \u200eDia juga menambahkan KPU Pesawaran saat ini sedang menjadi sorotan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi Calon Bupati Aries Sandi dan membatalkan kemenangannya. Menurutnya, dalam situasi seperti ini, KPU seharusnya lebih bijak dalam bersikap dan tidak justru memperkeruh keadaan. \u200e&#8221;KPU Pesawaran harusnya bersikap lebih dewasa dan tidak ikut memancing suasana menjadi makin kurang baik. Ini momen di mana transparansi dan profesionalisme sangat dibutuhkan,&#8221; tambahnya. \u200eDiketahui, insiden ini bermula saat konferensi pers terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU), kala itu seorang wartawan menanyakan dugaan keberpihakan KPU Pesawaran terhadap salah satu calon. Namun, alih-alih menjawab dengan lugas, Feri justru merespons dengan pernyataan bernada ancaman, seolah hendak menuntut wartawan yang bertanya. \u200ePernyataan tersebut pun menuai reaksi dari insan pers di Kabupaten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49603,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132,9],"tags":[],"class_list":["post-49602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49602"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49608,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49602\/revisions\/49608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}