{"id":49559,"date":"2025-03-12T11:56:57","date_gmt":"2025-03-12T04:56:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49559"},"modified":"2025-05-28T12:36:15","modified_gmt":"2025-05-28T05:36:15","slug":"safari-ramadhan-ke-pesawaran-gubernur-mirza-sampaikan-program-tri-cita-pembangunan-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/12\/safari-ramadhan-ke-pesawaran-gubernur-mirza-sampaikan-program-tri-cita-pembangunan-lampung\/","title":{"rendered":"\u200eSafari Ramadhan ke Pesawaran, Gubernur Mirza Sampaikan Program Tri Cita Pembangunan Lampung"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, melanjutkan Safari Ramadan ke Kabupaten Pesawaran, Selasa, (11\/03\/2025). Kegiatan dipusatkan di Rumah Dinas Bupati Pesawaran dalam suasana penuh kekeluargaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200ePada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan makna Visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas dan Tri Cita pembangunan Lampung. Menurut Mirza, kegiatan safari ini bukan sekadar agenda formal, melainkan juga momentum yang penting mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dia menilai sangat penting menjaga kedamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat, terlebih pada bulan suci Ramadan yang penuh berkah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eGubernur juga mengungkapkan makna visi Pemerintah Provinsi Lampung, yakni &#8220;Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.&#8221; Menurutnya, visi ini bukan sekadar cita-cita, melainkan sebuah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eUntuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan Tri Cita Pembangunan sebagai pedoman kebijakan dan program pembangunan, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\u200eMendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif.<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\u200eMemperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif.<\/li>\n<li dir=\"ltr\">\u200eMeningkatkan kehidupan masyarakat yang Beradab, Berkeadilan, dan Berkelanjutan.<\/li>\n<\/ol>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSelain itu, Gubernur Mirza juga mengimbau masyarakat Kabupaten Pesawaran untuk terus menjaga kekompakan dan kerukunan. Dengan adanya sinergitas antara berbagai elemen masyarakat, ia optimistis Kabupaten Pesawaran akan terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik, serta tetap aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warganya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200ePada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Biro Kesejahteraan Rakyat juga menyerahkan sejumlah bantuan, meliputi santunan 10 anak yatim piatu dan bantuan pembangunan masjid di Desa Negeri Sakti sebesar Rp 30.000.000.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSelain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyerahkan dua unit pengering padi (dryer) dan Dinas Ketahanan Pangan memberikan pupuk organik cair (POC) kepada dua orang petani. Dinas Sosial juga memberikan bantuan usaha ekonomi produktif kepada empat kelompok masyarakat. Dan Dinas Perkebunan memberikan 8.000 batang bibit kakao dan 5.000 kg pupuk organik kepada seorang petani.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eBupati Pesawaran Dendi Romadhona mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Mirza beserta rombongan di Bumi Andan Jejama. Ia berharap kunjungan silaturahmi ini dapat semakin mempererat ikatan emosional antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e\u201cSemoga kunjungan ini semakin mempererat hubungan kita, baik di tingkat pemerintahan maupun antar masyarakat. Kami juga mengharapkan kerja sama yang lebih baik antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat untuk pembangunan yang lebih baik, baik di bidang sarana dan prasarana maupun dalam bidang mental dan spiritual,\u201d ujar Bupati Dendi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eBupati juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas perhatian dan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesawaran. \u201cSemoga hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui silaturahmi seperti ini terus dikuatkan,\u201d ujar Bupati.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eKegiatan Safari Ramadan ini ditutup tausyiah yang disampaikan KH Ihya Ulumiddin, dilanjutkan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, melanjutkan Safari Ramadan ke Kabupaten Pesawaran, Selasa, (11\/03\/2025). Kegiatan dipusatkan di Rumah Dinas Bupati Pesawaran dalam suasana penuh kekeluargaan. \u200ePada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan makna Visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas dan Tri Cita pembangunan Lampung. Menurut Mirza, kegiatan safari ini bukan sekadar agenda formal, melainkan juga momentum yang penting mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dia menilai sangat penting menjaga kedamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat, terlebih pada bulan suci Ramadan yang penuh berkah. \u200eGubernur juga mengungkapkan makna visi Pemerintah Provinsi Lampung, yakni &#8220;Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.&#8221; Menurutnya, visi ini bukan sekadar cita-cita, melainkan sebuah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. \u200eUntuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan Tri Cita Pembangunan sebagai pedoman kebijakan dan program pembangunan, yaitu: \u200eMendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif. \u200eMemperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif. \u200eMeningkatkan kehidupan masyarakat yang Beradab, Berkeadilan, dan Berkelanjutan. \u200eSelain itu, Gubernur Mirza juga mengimbau masyarakat Kabupaten Pesawaran untuk terus menjaga kekompakan dan kerukunan. Dengan adanya sinergitas antara berbagai elemen masyarakat, ia optimistis Kabupaten Pesawaran akan terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik, serta tetap aman, damai, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49560,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,132],"tags":[],"class_list":["post-49559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49559"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50768,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49559\/revisions\/50768"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}