{"id":4950,"date":"2020-04-02T14:04:45","date_gmt":"2020-04-02T07:04:45","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=4950"},"modified":"2020-04-02T14:04:45","modified_gmt":"2020-04-02T07:04:45","slug":"tim-gugus-tugas-penanganan-covid-19-kabupaten-pesawaran-periksa-34-santri-ponpes-lirboyo-yang-pulang-kampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/04\/02\/tim-gugus-tugas-penanganan-covid-19-kabupaten-pesawaran-periksa-34-santri-ponpes-lirboyo-yang-pulang-kampung\/","title":{"rendered":"Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran Periksa 34 Santri Ponpes Lirboyo yang Pulang Kampung"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PESAWARAN (lampungbarometer.id): Sebanyak 34 orang santri dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur yang pulang ke Kabupaten Pesawaran diperiksa Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Tim GTPP) Kabupaten Pesawaran di Islamic Center Kabupaten Pesawaran, Kamis (2\/4\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita lakukan pemeriksaan terhadap 34 santri asal Kabupaten Pesawaran yang belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur sesuai dengan SOP terhadap Pemudik,&#8221; ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Tim GTPP) Kabupaten Pesawaran, Dr. dr. Aila Karyus, M.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG-20200402-WA0039.jpg?resize=300%2C170\" alt=\"\" class=\"wp-image-4952\"\/><figcaption><strong><em>TAMPAK <\/em><\/strong><em>para santri yang baru tiba dikumpulkan di Islamic Center Kabupaten Pesawaran untuk diperiksa kesehatannya, sebelum pulang ke rumah masing-masing.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, pemeriksaan tersebut wajib dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. &#8220;Kita tahu, daerah Jawa Timur merupakan salah satu zona merah penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, kita perlu melakukan pemeriksaan terhadap para santri itu sebelum dia tiba di rumah masing-masing,&#8221; ujarnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aila Karyus juga menjelaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan saat menghadapi warga yang datang dari luar Kabupaten Pesawaran sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sebelum pulang ke rumah, para santri kita kumpulkan di Islamic Center untuk disemprot desinfektan; kendaraan dan barang yang dibawa. Bahkan kita siapkan kamar mandi agar para santri bisa langsung mandi, makanya kita juga minta kepada keluarga yang menjemput untuk membawa baju salin,&#8221; katanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika ditemukan ada santri yang merasa kurang sehat segera diarahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tadi ada kurang lebih 3 santri yang mengalami batuk dan pilek, tapi tidak disertai demam, tapi tetap akan kita lakukan monitoring dan dipantau selama 14 hari ke depan,&#8221; katanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut dia menyampaikan para santri tersebut akan dimonitoring selama 14 hari oleh masing-masing Puskesmas, dan diberi edukasi kepada keluarganya untuk melakukan isolasi diri atau Social Distancing. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Jika nantinya ada keluhan kesehatan terhadap para santri, pihak keluarga diminta segera melapor kepada aparatur desa, nanti pihak desa yang melaporkan kepada tenaga kesehatan,&#8221; katanya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Sebanyak 34 orang santri dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur yang pulang ke Kabupaten Pesawaran diperiksa Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Tim GTPP) Kabupaten Pesawaran di Islamic Center Kabupaten Pesawaran, Kamis (2\/4\/2020). \u201cKita lakukan pemeriksaan terhadap 34 santri asal Kabupaten Pesawaran yang belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur sesuai dengan SOP terhadap Pemudik,&#8221; ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Tim GTPP) Kabupaten Pesawaran, Dr. dr. Aila Karyus, M. Menurutnya, pemeriksaan tersebut wajib dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. &#8220;Kita tahu, daerah Jawa Timur merupakan salah satu zona merah penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, kita perlu melakukan pemeriksaan terhadap para santri itu sebelum dia tiba di rumah masing-masing,&#8221; ujarnya. Aila Karyus juga menjelaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan saat menghadapi warga yang datang dari luar Kabupaten Pesawaran sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing. &#8220;Sebelum pulang ke rumah, para santri kita kumpulkan di Islamic Center untuk disemprot desinfektan; kendaraan dan barang yang dibawa. Bahkan kita siapkan kamar mandi agar para santri bisa langsung mandi, makanya kita juga minta kepada keluarga yang menjemput untuk membawa baju salin,&#8221; katanya. Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika ditemukan ada santri yang merasa kurang sehat segera [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4951,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-4950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4950"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4950\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}