{"id":48309,"date":"2024-12-13T18:08:00","date_gmt":"2024-12-13T11:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=48309"},"modified":"2024-12-13T18:09:16","modified_gmt":"2024-12-13T11:09:16","slug":"amankan-nataru-polda-lampung-terjunkan-3-630-personel-gabungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/12\/13\/amankan-nataru-polda-lampung-terjunkan-3-630-personel-gabungan\/","title":{"rendered":"Amankan Nataru, Polda Lampung Terjunkan 3.630 Personel Gabungan"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Polda Lampung bersama instansi terkait akan menggelar Operasi Lilin Krakatau 2024 dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025 yang berlangsung 11 hari, mulai 23 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.<\/p><\/blockquote>\n<p>Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Umi Fadillah Astutik mengungkapkan Operasi Lilin Krakatau akan melibatkan total 3.630 personel gabungan dari berbagai instansi.<\/p>\n<p>\u201cDari jumlah tersebut, 189 personel berasal dari Polda Lampung, sementara 1.712 lainnya berasal dari Polres\/ta jajaran,\u201d ujar Kombes Umi, Jumat (13\/12\/2024).<\/p>\n<p>Selain itu, sebanyak 1.729 personel lain dikerahkan dari instansi lain, termasuk TNI (270 personel), Dishub (291 personel), Satpol PP (302 personel), dan berbagai elemen pendukung lainnya.<\/p>\n<p>Operasi ini juga didukung 1.474 unit kendaraan roda dua, 390 kendaraan roda empat, 18 ambulans, serta 11 kapal patroli.<\/p>\n<p>Kombes Umi menambahkan pengamanan akan difokuskan pada lokasi-lokasi strategis seperti gereja, tempat wisata, terminal, pelabuhan, pusat-pusat keramaian, hingga jalur transportasi utama.<\/p>\n<p>&#8220;Kami memastikan seluruh titik pengamanan telah dipetakan secara matang untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan selama Nataru,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara personel keamanan dan masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n<p>&#8220;Partisipasi aktif masyarakat sangat kami harapkan, khususnya dalam memberikan informasi jika ada potensi gangguan keamanan,&#8221; tegas Kombes Umi.<\/p>\n<p>\u201cKami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi menciptakan suasana perayaan yang nyaman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,\u201d pungkasnya. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Polda Lampung bersama instansi terkait akan menggelar Operasi Lilin Krakatau 2024 dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025 yang berlangsung 11 hari, mulai 23 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Umi Fadillah Astutik mengungkapkan Operasi Lilin Krakatau akan melibatkan total 3.630 personel gabungan dari berbagai instansi. \u201cDari jumlah tersebut, 189 personel berasal dari Polda Lampung, sementara 1.712 lainnya berasal dari Polres\/ta jajaran,\u201d ujar Kombes Umi, Jumat (13\/12\/2024). Selain itu, sebanyak 1.729 personel lain dikerahkan dari instansi lain, termasuk TNI (270 personel), Dishub (291 personel), Satpol PP (302 personel), dan berbagai elemen pendukung lainnya. Operasi ini juga didukung 1.474 unit kendaraan roda dua, 390 kendaraan roda empat, 18 ambulans, serta 11 kapal patroli. Kombes Umi menambahkan pengamanan akan difokuskan pada lokasi-lokasi strategis seperti gereja, tempat wisata, terminal, pelabuhan, pusat-pusat keramaian, hingga jalur transportasi utama. &#8220;Kami memastikan seluruh titik pengamanan telah dipetakan secara matang untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan selama Nataru,&#8221; ujarnya. Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara personel keamanan dan masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. &#8220;Partisipasi aktif masyarakat sangat kami harapkan, khususnya dalam memberikan informasi jika ada potensi gangguan keamanan,&#8221; tegas Kombes Umi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48310,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[348],"tags":[],"class_list":["post-48309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-polda-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48309"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48312,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48309\/revisions\/48312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48310"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}