{"id":48010,"date":"2024-10-22T18:25:34","date_gmt":"2024-10-22T11:25:34","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=48010"},"modified":"2024-11-28T00:32:14","modified_gmt":"2024-11-27T17:32:14","slug":"pemkab-lampung-selatan-gelar-upacara-peringati-hari-santri-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/10\/22\/pemkab-lampung-selatan-gelar-upacara-peringati-hari-santri-2024\/","title":{"rendered":"Pemkab Lampung Selatan Gelar Upacara Peringati Hari Santri 2024"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Lampung Selatan (LB)<\/strong>: Pemkab Lampung Selatan menggelar upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2024 yang dipusatkan di Lapangan Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Selasa (22\/10\/2024).<\/p><\/blockquote>\n<p>Upacara yang dipimpin Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemkab Lampung Selatan, Anton Carmana, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan, H. Ashari beserta jajaran, serta Camat dan Forkopimcam Ketapang.<\/p>\n<p>Upacara Hari Santri 2024 yang mengusung tema \u201cMenyambung Juang Merengkuh Masa Depan\u201d diikuti peserta para santri yang ada di wilayah Kecamatan Ketapang.<\/p>\n<p>Menyampaikan amanat Menteri Agama, Anton Carmana mengatakan Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober adalah momentum mengenang dan meneladani para santri yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Anton juga mengatakan Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren, tapi milik semua\u00a0golongan dan seluruh elemen bangsa yang mencintai negaranya.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap Hari Santri 2024 ini juga menjadi momentum memperkuat\u00a0komitmen kita semua, khususnya para santri dalam merengkuh masa depan dan mewujudkan cita-cita bangsa,\u201d kata Anton.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Anton Carmana juga berpesan kepada seluruh santri untuk dapat merengkuh masa depan dengan semangat dan ketekunan serta dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.<\/p>\n<p>\u201cTeruslah berinovasi dan berkontribusi untuk meraih kegemilangan masa depan Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain upacara bendera, Hari Santri 2024 di Kabupaten Lampung Selatan juga diisi pengajian akbar. (kmf)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (LB): Pemkab Lampung Selatan menggelar upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2024 yang dipusatkan di Lapangan Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Selasa (22\/10\/2024). Upacara yang dipimpin Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemkab Lampung Selatan, Anton Carmana, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan, H. Ashari beserta jajaran, serta Camat dan Forkopimcam Ketapang. Upacara Hari Santri 2024 yang mengusung tema \u201cMenyambung Juang Merengkuh Masa Depan\u201d diikuti peserta para santri yang ada di wilayah Kecamatan Ketapang. Menyampaikan amanat Menteri Agama, Anton Carmana mengatakan Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober adalah momentum mengenang dan meneladani para santri yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Anton juga mengatakan Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren, tapi milik semua\u00a0golongan dan seluruh elemen bangsa yang mencintai negaranya. \u201cSaya berharap Hari Santri 2024 ini juga menjadi momentum memperkuat\u00a0komitmen kita semua, khususnya para santri dalam merengkuh masa depan dan mewujudkan cita-cita bangsa,\u201d kata Anton. Dalam kesempatan itu, Anton Carmana juga berpesan kepada seluruh santri untuk dapat merengkuh masa depan dengan semangat dan ketekunan serta dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. \u201cTeruslah berinovasi dan berkontribusi untuk meraih kegemilangan masa depan Indonesia,\u201d ujarnya. Selain upacara bendera, Hari Santri 2024 di Kabupaten Lampung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-48010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48010"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48012,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48010\/revisions\/48012"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}