{"id":47284,"date":"2024-09-24T20:22:20","date_gmt":"2024-09-24T13:22:20","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=47284"},"modified":"2024-10-29T20:25:08","modified_gmt":"2024-10-29T13:25:08","slug":"dosen-unila-masuk-peneliti-top-2-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/09\/24\/dosen-unila-masuk-peneliti-top-2-dunia\/","title":{"rendered":"Dosen Unila Masuk Peneliti Top 2% Dunia"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Universitas Lampung (Unila) patut berbangga atas pencapaian luar biasa yang diraih salah satu dosen terbaiknya, Prof. Sutopo Hadi, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).<\/p><\/blockquote>\n<p>Prof. Sutopo Hadi berhasil masuk dalam daftar top 2% peneliti dunia, sebuah prestasi yang diakui secara internasional berkat kontribusi dan dedikasinya di dunia penelitian selama lebih dari dua dekade.<\/p>\n<p>Prof. Sutopo memulai perjalanan penelitiannya sejak 2003. Hingga kini, ia terus konsisten mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal internasional yang bereputasi sehingga mendapatkan banyak sitasi dari peneliti lain.<\/p>\n<p>\u201cPublikasi yang saya hasilkan harus dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional yang memiliki readership besar sehingga dapat disitasi banyak peneliti,\u201d ungkapnya, Selasa (24\/9\/2024).<\/p>\n<p>Perjuangan Prof. Sutopo untuk mencapai penghargaan tidaklah mudah. Prosesnya lebih sulit karena memerlukan data yang solid dan memiliki nilai kebaruan tinggi.<\/p>\n<p>Dalam empat tahun terakhir Prof. Sutopo menunjukkan produktivitas tinggi. Pada 2020, dia menerbitkan 21 artikel, meningkat menjadi 28 artikel pada 2021, dan hingga 2024 sudah ada 23 artikel yang diterbitkan.<\/p>\n<p>Beberapa artikel akan segera menyusul. \u201cKonsistensi ini membutuhkan kerja keras, baik dari segi tenaga maupun pikiran,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dia juga berbagi tips untuk mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya. \u201cUntuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitian, penting untuk rajin membaca jurnal dan mencari referensi relevan. Jika memungkinkan, bergabunglah dengan proyek penelitian dosen pembimbing. Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris juga sangat penting karena sebagian besar publikasi ilmiah menggunakan bahasa Inggris,\u201d sarannya.<\/p>\n<p>Prof. Sutopo juga menjelaskan jurnal internasional memiliki kategori kuartil berbeda, dari Q-1 hingga Q-4, dengan Q-1 sebagai yang paling sulit ditembus. \u201cSaya juga memulai dari Q-3 dan Q-4, baru kemudian beralih ke Q-1 dan Q-2 setelah pengalaman bertambah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Prof. Sutopo berharap lebih banyak lagi peneliti dari Unila yang dapat mengikuti jejaknya. \u201cIni penting agar Unila semakin dikenal secara global,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia juga berharap kampus memberikan dukungan lebih bagi para peneliti agar semakin banyak peneliti Indonesia, khususnya Unila, yang mampu bersaing di kancah internasional.<\/p>\n<p>Pencapaian Prof. Sutopo ini menjadi bukti dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan yang tepat, peneliti Indonesia mampu bersaing di tingkat global. (uni)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Universitas Lampung (Unila) patut berbangga atas pencapaian luar biasa yang diraih salah satu dosen terbaiknya, Prof. Sutopo Hadi, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Prof. Sutopo Hadi berhasil masuk dalam daftar top 2% peneliti dunia, sebuah prestasi yang diakui secara internasional berkat kontribusi dan dedikasinya di dunia penelitian selama lebih dari dua dekade. Prof. Sutopo memulai perjalanan penelitiannya sejak 2003. Hingga kini, ia terus konsisten mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal internasional yang bereputasi sehingga mendapatkan banyak sitasi dari peneliti lain. \u201cPublikasi yang saya hasilkan harus dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional yang memiliki readership besar sehingga dapat disitasi banyak peneliti,\u201d ungkapnya, Selasa (24\/9\/2024). Perjuangan Prof. Sutopo untuk mencapai penghargaan tidaklah mudah. Prosesnya lebih sulit karena memerlukan data yang solid dan memiliki nilai kebaruan tinggi. Dalam empat tahun terakhir Prof. Sutopo menunjukkan produktivitas tinggi. Pada 2020, dia menerbitkan 21 artikel, meningkat menjadi 28 artikel pada 2021, dan hingga 2024 sudah ada 23 artikel yang diterbitkan. Beberapa artikel akan segera menyusul. \u201cKonsistensi ini membutuhkan kerja keras, baik dari segi tenaga maupun pikiran,\u201d ujarnya. Dia juga berbagi tips untuk mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya. \u201cUntuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitian, penting untuk rajin membaca jurnal dan mencari referensi relevan. Jika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":47286,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1194,351],"tags":[],"class_list":["post-47284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-unila","category-barometer-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47284"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47289,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47284\/revisions\/47289"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}