{"id":46113,"date":"2024-08-20T12:44:41","date_gmt":"2024-08-20T05:44:41","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=46113"},"modified":"2024-08-20T12:46:23","modified_gmt":"2024-08-20T05:46:23","slug":"mayat-anonim-di-saluran-irigasi-dekat-kantor-bupati-pesawaran-gegerkan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/08\/20\/mayat-anonim-di-saluran-irigasi-dekat-kantor-bupati-pesawaran-gegerkan-warga\/","title":{"rendered":"Mayat Anonim di Saluran Irigasi Dekat Kantor Bupati Pesawaran Gegerkan Warga"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di saluran irigasi Dusun Binong, Desa Way Layap, dekat komplek Kantor Bupati Pesawaran, Selasa (20\/8\/2024).<\/p><\/blockquote>\n<p>Dari info yang dihimpun media ini di lokasi, mayat anonim ini pertama kali ditemukan salah satu pengurus masjid di Dusun Binong saat hendak pergi ke masjid untuk bersih-bersih.<\/p>\n<p>\u201cMarbot masjid tadi yang pertama lihat. Dia lagi jalan mau ke masjid, lihat bungkusan mayat itu. Langsung dia lapor ke aparat desa, terus langsung lapor ke polisi,\u201d ucap Dwi, warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.<\/p>\n<p>\u201cKalo lihat mayatnya bukan orang sini. Saya dan warga sini nggak kenal mayat itu. Orang jauh kayak nya itu,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Adanya penemuan mayat anonim ini dibenarkan anggota Polsek Gedong Tataan yang berada di lokasi. Dia mengatakan sosok mayat tanpa identitas tersebut ditemukan di bawah jembatan jalan raya Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.<\/p>\n<p>\u201cMayat ditemukan warga sekitar pukul 07.30 WIB. Diperkirakan usianya antara 35-40 tahun,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Saat ditemukan kondisi mayat laki-laki tersebut terbungkus kain seprai, dan diperkirakan sudah sudah lebih satu hari meninggal.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini mayat sudah dibawa ke RS Bhayangkara Bandar Lampung untuk dilakukan autopsi. Kita juga masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini,\u201d ungkapnya. (*\/Pan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di saluran irigasi Dusun Binong, Desa Way Layap, dekat komplek Kantor Bupati Pesawaran, Selasa (20\/8\/2024). Dari info yang dihimpun media ini di lokasi, mayat anonim ini pertama kali ditemukan salah satu pengurus masjid di Dusun Binong saat hendak pergi ke masjid untuk bersih-bersih. \u201cMarbot masjid tadi yang pertama lihat. Dia lagi jalan mau ke masjid, lihat bungkusan mayat itu. Langsung dia lapor ke aparat desa, terus langsung lapor ke polisi,\u201d ucap Dwi, warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. \u201cKalo lihat mayatnya bukan orang sini. Saya dan warga sini nggak kenal mayat itu. Orang jauh kayak nya itu,\u201d imbuhnya. Adanya penemuan mayat anonim ini dibenarkan anggota Polsek Gedong Tataan yang berada di lokasi. Dia mengatakan sosok mayat tanpa identitas tersebut ditemukan di bawah jembatan jalan raya Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. \u201cMayat ditemukan warga sekitar pukul 07.30 WIB. Diperkirakan usianya antara 35-40 tahun,\u201d kata dia. Saat ditemukan kondisi mayat laki-laki tersebut terbungkus kain seprai, dan diperkirakan sudah sudah lebih satu hari meninggal. \u201cSaat ini mayat sudah dibawa ke RS Bhayangkara Bandar Lampung untuk dilakukan autopsi. Kita juga masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini,\u201d ungkapnya. (*\/Pan)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46114,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,132],"tags":[],"class_list":["post-46113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46113"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46116,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46113\/revisions\/46116"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}