{"id":46059,"date":"2024-08-14T08:39:36","date_gmt":"2024-08-14T01:39:36","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=46059"},"modified":"2024-08-14T08:39:36","modified_gmt":"2024-08-14T01:39:36","slug":"rumah-petani-di-kebun-tebu-lampung-barat-ludes-diamuk-si-jago-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/08\/14\/rumah-petani-di-kebun-tebu-lampung-barat-ludes-diamuk-si-jago-merah\/","title":{"rendered":"Rumah Petani di Kebun Tebu Lampung Barat Ludes Diamuk Si Jago Merah"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Lampung Barat (LB)<\/strong>: Sebuah rumah milik Suhendra (33), petani warga Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, ludes terbakar, Minggu (12\/8\/2024).<\/p><\/blockquote>\n<p>Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.40 WIB tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tapi menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar.<\/p>\n<p>Menurut informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi saat Suhendra sedang berada di kolam ikan yang tidak jauh dari rumahnya, sementara istrinya, Iis Isnawati, berjarak sekitar 40 meter dari lokasi kejadian.<\/p>\n<p>Mengetahui api membakar rumahnya, Iis segera menyelamatkan anaknya yang ada di dalam rumah. Setelah itu, dia menghubungi aparat pekon, Polsek Sumberjaya, serta Koramil Sumberjaya untuk melaporkan kejadian tersebut.<\/p>\n<p>Menerima laporan tersebut, Polsek bersama Koramil Sumberjaya langsung menuju lokasi kebakaran. Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran. Namun, upaya pemadaman terhambat akses jalan yang licin, sempit, dan jaraknya yang jauh dari permukiman.<\/p>\n<p>Rumah panggung berukuran 6&#215;6 yang terbuat dari bahan kayu ini terbakar habis sekitar pukul 14.30 WIB. Ikut terbakar satu unit sepeda motor Suzuki Satria Tahun 2003 dengan Nomor Polisi B 4636 PH. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan sekitar Rp 60 juta.<\/p>\n<p>Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, tapi diduga api berasal dari kompor gas. (*\/san)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Barat (LB): Sebuah rumah milik Suhendra (33), petani warga Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, ludes terbakar, Minggu (12\/8\/2024). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.40 WIB tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tapi menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Menurut informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi saat Suhendra sedang berada di kolam ikan yang tidak jauh dari rumahnya, sementara istrinya, Iis Isnawati, berjarak sekitar 40 meter dari lokasi kejadian. Mengetahui api membakar rumahnya, Iis segera menyelamatkan anaknya yang ada di dalam rumah. Setelah itu, dia menghubungi aparat pekon, Polsek Sumberjaya, serta Koramil Sumberjaya untuk melaporkan kejadian tersebut. Menerima laporan tersebut, Polsek bersama Koramil Sumberjaya langsung menuju lokasi kebakaran. Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran. Namun, upaya pemadaman terhambat akses jalan yang licin, sempit, dan jaraknya yang jauh dari permukiman. Rumah panggung berukuran 6&#215;6 yang terbuat dari bahan kayu ini terbakar habis sekitar pukul 14.30 WIB. Ikut terbakar satu unit sepeda motor Suzuki Satria Tahun 2003 dengan Nomor Polisi B 4636 PH. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan sekitar Rp 60 juta. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, tapi diduga api berasal dari kompor gas. (*\/san)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46060,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[194],"tags":[],"class_list":["post-46059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lampung-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46059"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46061,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46059\/revisions\/46061"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}