{"id":45836,"date":"2024-07-26T07:05:36","date_gmt":"2024-07-26T00:05:36","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=45836"},"modified":"2024-07-26T07:05:36","modified_gmt":"2024-07-26T00:05:36","slug":"pertama-di-indonesia-festival-teater-bahasa-lampung-dibuka-pj-gubernur-samsudin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/07\/26\/pertama-di-indonesia-festival-teater-bahasa-lampung-dibuka-pj-gubernur-samsudin\/","title":{"rendered":"Pertama di Indonesia, Festival Teater Bahasa Lampung Dibuka Pj. Gubernur Samsudin"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>:\u00a0Pj. Gubernur Lampung Samsudin membuka Festival Teater Berbahasa Lampung pertama di Indonesia di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Bandarlampung, Rabu (24\/7\/2024).<\/p><\/blockquote>\n<p>Pada kesempatan itu, dia mengajak generasi muda melestarikan bahasa Lampung dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Samsudin mengapresiasi pergelaran Festival Teater Berbahasa Lampung yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Program \u201cMenatap Tubuh Bahasa: Festival\u00a0\u00a0Seni\u00a0Bahasa Lampung\u201d.<\/p>\n<p>Menurutnya, dengan keberadaan acara ini, tidak hanya memperkaya kembali budaya Lampung tetapi juga memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah.<\/p>\n<p>\u201cSiapa yang bisa menghidupkan dan mengembangkan bahasa Lampung? yaitu anak muda, kitanya warga Lampung terlebih di era digitalisasi dan global seperti sekarang ini,\u201d ujar Samsudin.<\/p>\n<p>Samsudin menjelaskan bahasa Lampung ini merupakan bahasa yang keren dan harus menjadi populer dikalangan anak muda Lampung sehingga bahasa daerah ini terus berkembang di masyarakat.<\/p>\n<p>Dia menuturkan kalau bukan warga Lampung sendiri yang mencintai dan memelihara bahasa daerahnya, maka niscaya 20 tahun yang akan datang semakin lama akan semakin tidak berkembang bahasa Lampung begitu juga dengan budayanya.<\/p>\n<p>\u201cBerbicara menggunakan bahasa Lampung itu adalah keren. Ini tugas dan kewajiban para anak muda, para warga di Provinsi Lampung untuk bisa, tidak malu dan percaya diri terhadap apa yang datangnya dari budaya Lampung,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Samsudin meyakin dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku\u00a0\u00a0seni\u00a0budaya, akan dapat menjadikan kebudayaan Lampung semakin gemilang di masa depan.<\/p>\n<p>Samsudin mempersilakan para anak muda dan para seniman untuk bisa mengkreasikan\u00a0\u00a0seni\u00a0budaya Lampung yang modern namun tidak menghilangkan ciri khas adat budaya dan sopan santun masyarakat Lampung melalui kegiatan-kegiatan pertunjukan pentas seni dan budaya.<\/p>\n<p>\u201cSaya melihat penampilan budaya Lampung ternyata sudah mulai banyak dimodifikasi dengan penampilan seni-seni kekinian, tidak menghilangkan apa yang asli tetapi kita mengembangkan dengan modifikasi yang diikuti oleh perkembangan zaman anak muda,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Samsudin mengajak semua pihak untuk bersatu menjaga keberlangsungan bahasa Lampung sehingga tidak hanya menjaga identitas dan keberagaman budaya Lampung, tetapi juga memberikan warisan berharga bagi generasi mendatang.<\/p>\n<p>\u201cKita berharap bahwa melalui langkah-langkah ini, bahasa Lampung tetap akan eksis selama-lamanya. Selama matahari masih terbit dan bumi ini masih ada, maka bahasa Lampung pun akan tetap ada,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kegiatan Program \u201cMenatap Tubuh Bahasa: Festival\u00a0\u00a0Seni\u00a0Bahasa Lampung\u201d ini terlaksana atas kerjasama Dana Indonesiana, Kemendikbudristek, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Rumah Kebudayaan Kober.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Program Rumah Kebudayaan Kober Iskandar GB mengatakan festival teater bahasa Lampung ini merupakan pertama didunia sebagai bentuk ajakan kepada seluruh stakeholder dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses memasyarakatkan bahasa Lampung.<\/p>\n<p>Dia berharap kegiatan ini bermanfaat bagi perkembangan bahasa Lampung dan dapat menjadi pintu baca bagi semua untuk melakukan refleksi mengenai urgensi bahasa Lampung agar terus bergelora di masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cDan terus mencari usaha terbaik untuk membuat bahasa Lampung kembali bergelora daya hidupnya dan kembali vital bagi masyarakat se Lampung khususnya generasi muda sekarang dan yang akan datang,\u201d ujar Iskandar.<\/p>\n<p>Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 22-28 Juli 2024 dengan berbagai agenda diantaranya Pameran Puisi Berbahasa Lampung, Seminar, Festival Teater Berbahasa Lampung dan Musik Klasik Lampung. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB):\u00a0Pj. Gubernur Lampung Samsudin membuka Festival Teater Berbahasa Lampung pertama di Indonesia di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Bandarlampung, Rabu (24\/7\/2024). Pada kesempatan itu, dia mengajak generasi muda melestarikan bahasa Lampung dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Samsudin mengapresiasi pergelaran Festival Teater Berbahasa Lampung yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Program \u201cMenatap Tubuh Bahasa: Festival\u00a0\u00a0Seni\u00a0Bahasa Lampung\u201d. Menurutnya, dengan keberadaan acara ini, tidak hanya memperkaya kembali budaya Lampung tetapi juga memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah. \u201cSiapa yang bisa menghidupkan dan mengembangkan bahasa Lampung? yaitu anak muda, kitanya warga Lampung terlebih di era digitalisasi dan global seperti sekarang ini,\u201d ujar Samsudin. Samsudin menjelaskan bahasa Lampung ini merupakan bahasa yang keren dan harus menjadi populer dikalangan anak muda Lampung sehingga bahasa daerah ini terus berkembang di masyarakat. Dia menuturkan kalau bukan warga Lampung sendiri yang mencintai dan memelihara bahasa daerahnya, maka niscaya 20 tahun yang akan datang semakin lama akan semakin tidak berkembang bahasa Lampung begitu juga dengan budayanya. \u201cBerbicara menggunakan bahasa Lampung itu adalah keren. Ini tugas dan kewajiban para anak muda, para warga di Provinsi Lampung untuk bisa, tidak malu dan percaya diri terhadap apa yang datangnya dari budaya Lampung,\u201d katanya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45837,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-45836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45836"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45838,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45836\/revisions\/45838"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}