{"id":45710,"date":"2024-07-17T08:03:08","date_gmt":"2024-07-17T01:03:08","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=45710"},"modified":"2024-07-17T08:05:17","modified_gmt":"2024-07-17T01:05:17","slug":"7-paket-proyek-dinas-bmbk-provinsi-lampung-tidak-sesuai-spesifikasi-dan-kurang-volume","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/07\/17\/7-paket-proyek-dinas-bmbk-provinsi-lampung-tidak-sesuai-spesifikasi-dan-kurang-volume\/","title":{"rendered":"7 Paket Proyek Dinas BMBK Provinsi Lampung Tidak Sesuai Spesifikasi dan Kurang Volume"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Pada 2023 Pemerintah Provinsi Lampung merealisasikan anggaran yang digunakan untuk kegiatan 7 paket pekerjaan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan provinsi pada Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) senilai Rp 34.236.323.000.<\/p><\/blockquote>\n<p>Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Provinsi Lampung Nomor 40B\/LHP\/XVIII.BLP\/05\/2024 Tanggal 3 Mei 2024, BPK menemukan terdapat kekurangan volume dan tidak sesuai spesifikasi pada 7 paket pekerjaan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan hasil pemeriksaan dokumen kontrak, back up data, as built drawing, foto dokumentasi, dan pengujian fisik secara uji petik bersama PPK, pengawas teknis, penyedia jasa konstruksi dan didukung hasil pengujian laboratorium independen menunjukkan terdapat kekurangan volume sebesar Rp 653.410.086,90 dan tidak sesuai spesifikasi sebesar Rp 659.498.354,68,\u201d tulis BPK.<\/p>\n<p>Ketujuh paket pekerjaan kalan tersebut yaitu, rekonstruksi jalan ruas Tegal Mukti \u2013 Tajab,<br \/>\nrehabilitasi jalan Serupa Indah \u2013 Pakuan Ratu, rehabilitasi jalan Simpang Empat \u2013 Blambangan Umpu, rehabilitasi jalan Bandar Abung \u2013 Bandar Sakti, rehabilitasi jalan Negara Ratu \u2013 Simpang Tujok, rehabilitasi jalan Negara Ratu \u2013 Gunung Betuah, dan rehabilitasi Jalan Branti \u2013 Gedong Tataan.<\/p>\n<p>Hal ini menurut BPK, terjadi karena Kadis BMBK tidak optimal melakukan pembinaan penyelenggara jasa konstruksi kepada penyedia jasa di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Sehingga BPK merekomendasikan kepada Gubernur Lampung untuk memerintahkan Kadis BMBK agar mengembalikan kelebihan bayar ke kas Daerah Rp1.312.908.441,58. (Tim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Pada 2023 Pemerintah Provinsi Lampung merealisasikan anggaran yang digunakan untuk kegiatan 7 paket pekerjaan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan provinsi pada Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) senilai Rp 34.236.323.000. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Provinsi Lampung Nomor 40B\/LHP\/XVIII.BLP\/05\/2024 Tanggal 3 Mei 2024, BPK menemukan terdapat kekurangan volume dan tidak sesuai spesifikasi pada 7 paket pekerjaan tersebut. \u201cBerdasarkan hasil pemeriksaan dokumen kontrak, back up data, as built drawing, foto dokumentasi, dan pengujian fisik secara uji petik bersama PPK, pengawas teknis, penyedia jasa konstruksi dan didukung hasil pengujian laboratorium independen menunjukkan terdapat kekurangan volume sebesar Rp 653.410.086,90 dan tidak sesuai spesifikasi sebesar Rp 659.498.354,68,\u201d tulis BPK. Ketujuh paket pekerjaan kalan tersebut yaitu, rekonstruksi jalan ruas Tegal Mukti \u2013 Tajab, rehabilitasi jalan Serupa Indah \u2013 Pakuan Ratu, rehabilitasi jalan Simpang Empat \u2013 Blambangan Umpu, rehabilitasi jalan Bandar Abung \u2013 Bandar Sakti, rehabilitasi jalan Negara Ratu \u2013 Simpang Tujok, rehabilitasi jalan Negara Ratu \u2013 Gunung Betuah, dan rehabilitasi Jalan Branti \u2013 Gedong Tataan. Hal ini menurut BPK, terjadi karena Kadis BMBK tidak optimal melakukan pembinaan penyelenggara jasa konstruksi kepada penyedia jasa di Provinsi Lampung. Sehingga BPK merekomendasikan kepada Gubernur Lampung untuk memerintahkan Kadis BMBK agar mengembalikan kelebihan bayar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45711,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-45710","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45710"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45712,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45710\/revisions\/45712"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}