{"id":45360,"date":"2024-06-29T18:54:42","date_gmt":"2024-06-29T11:54:42","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=45360"},"modified":"2024-07-05T13:04:58","modified_gmt":"2024-07-05T06:04:58","slug":"sela-vennas-aihii-xv-gelar-seminar-nasional-diikuti-dosen-hubungan-internasional-se-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/06\/29\/sela-vennas-aihii-xv-gelar-seminar-nasional-diikuti-dosen-hubungan-internasional-se-indonesia\/","title":{"rendered":"Sela Vennas AIHII XV Gelar Seminar Nasional Diikuti Dosen Hubungan Internasional Se-Indonesia"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Sela Konvensi Nasional (Vennas) Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) XV menyelenggarakan seminar nasional dengan tema \u201cOptimalisasi Learning Outcomes Lulusan Hubungan Internasional melalui Inovasi Ragam Metode Pembelajaran\u201d di Universitas Lampung (Unila), Jumat (28\/6\/2024).<\/p><\/blockquote>\n<p>Seminar nasional yang dipandu moderator Hasbi Sidik, S.IP., M.A., diikuti para dosen Hubungan Internasional (HI) se-Indonesia dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. Ari Darmastuti, M.A., Dr. Wawan Budi Darmawan., S.IP., M.Si., dan Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti.<\/p>\n<p>Prof. Ari Darmastuti dalam pemaparannya menyampaikan strategi mewujudkan capaian pembelajaran mata kuliah. Menurutnya, capaian pembelajaran dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) harus mengandung empat unsur utama.<\/p>\n<p>\u201cDalam KKNI kita harus memperhatikan empat unsur yaitu, unsur sikap dan tata nilai, unsur kemampuan kerja, unsur penguasaan keilmuan, dan unsur kewenangan dan tanggung jawab,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dia juga menjelaskan terdapat tantangan dalam perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang meliputi tuntutan Indikator Kinerja Utama (IKU), pengukuran sikap dan perilaku CPL dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta pengalaman metode\u00a0Student Center Learning\u00a0(SCL) di kelas yang tidak maksimal.<\/p>\n<p>Adapun strategi yang dapat diterapkan yaitu, memodifikasi cara pembelajaran dengan sistem kuliah 50%\u00a0case based\u00a025% dan\u00a0project based\u00a025%. Selain itu dapat dengan memodifikasi\u00a0case based\u00a0dalam kuis kelompok serta modifikasi\u00a0project based.<\/p>\n<p>Dr. Wawan Budi Darmawan menjelaskan kompetensi lulusan HI menjadi dasar untuk mengembangkan CPL program studi, mendorong peningkatan dan penyetaraan standar kompetensi utama lulusan prodi HI sesuai jenjang, adanya visi keilmuan jelas dan kekhasan yang menjadi fokus pengembangan program studi serta luaran terukur.<\/p>\n<p>Seminar ditutup dengan paparan materi Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti melalui topik pembahasan \u201cMendiskusikan Kembali Kurikulum HI: Merespons Tantangan dan Dinamika Global Kontemporer\u201d.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan dalam pemaparannya inovasi metode riset dan pembelajaran meliputi penggunaan teknologi digital (LMS) untuk proses pembelajaran, pembelajaran interaktif dan inovatif (studi kasus, simulasi, proyek kelas\/kelompok, penugasan poster riset,\u00a0policy paper, policy brief) serta pengembangan metode riset dengan memanfaatkan teknologi digital.<\/p>\n<p>Seminar diharapkan dapat memberi manfaat bagi disiplin ilmu HI, terutama dalam hal pembenahan kurikulum program studi, sehingga para lulusan HI dapat merespons tantangan dan kebutuhan global secara responsif dan adaptif. (<strong>uni<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Sela Konvensi Nasional (Vennas) Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) XV menyelenggarakan seminar nasional dengan tema \u201cOptimalisasi Learning Outcomes Lulusan Hubungan Internasional melalui Inovasi Ragam Metode Pembelajaran\u201d di Universitas Lampung (Unila), Jumat (28\/6\/2024). Seminar nasional yang dipandu moderator Hasbi Sidik, S.IP., M.A., diikuti para dosen Hubungan Internasional (HI) se-Indonesia dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. Ari Darmastuti, M.A., Dr. Wawan Budi Darmawan., S.IP., M.Si., dan Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti. Prof. Ari Darmastuti dalam pemaparannya menyampaikan strategi mewujudkan capaian pembelajaran mata kuliah. Menurutnya, capaian pembelajaran dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) harus mengandung empat unsur utama. \u201cDalam KKNI kita harus memperhatikan empat unsur yaitu, unsur sikap dan tata nilai, unsur kemampuan kerja, unsur penguasaan keilmuan, dan unsur kewenangan dan tanggung jawab,\u201d ungkapnya. Dia juga menjelaskan terdapat tantangan dalam perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang meliputi tuntutan Indikator Kinerja Utama (IKU), pengukuran sikap dan perilaku CPL dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta pengalaman metode\u00a0Student Center Learning\u00a0(SCL) di kelas yang tidak maksimal. Adapun strategi yang dapat diterapkan yaitu, memodifikasi cara pembelajaran dengan sistem kuliah 50%\u00a0case based\u00a025% dan\u00a0project based\u00a025%. Selain itu dapat dengan memodifikasi\u00a0case based\u00a0dalam kuis kelompok serta modifikasi\u00a0project based. Dr. Wawan Budi Darmawan menjelaskan kompetensi lulusan HI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45361,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1194],"tags":[],"class_list":["post-45360","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-unila"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45360","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45360"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45360\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45362,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45360\/revisions\/45362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}