{"id":45217,"date":"2024-06-23T12:16:28","date_gmt":"2024-06-23T05:16:28","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=45217"},"modified":"2024-06-23T12:18:50","modified_gmt":"2024-06-23T05:18:50","slug":"tanri-abeng-menteri-bumn-era-soeharto-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/06\/23\/tanri-abeng-menteri-bumn-era-soeharto-meninggal-dunia\/","title":{"rendered":"Tanri Abeng, Menteri BUMN Era Soeharto Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada kabinet Presiden Soeharto,\u00a0Tanri Abeng, meninggal dunia pada usia 82 tahun di RS Medistra Jakarta, Minggu (23\/6\/2024) sekitar Pukul 02.39 WIB dini hari tadi<\/p><\/blockquote>\n<p>Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Simprug Golf XIII Jakarta Selatan<\/p>\n<p>Dikutip dari situs <em><strong>id.wikipedia.org<\/strong><\/em>, Minggu (23\/6\/2024), Tanri Abeng lahir di Selayar, Sulawesi Selatan pada 7 Maret 1942.<\/p>\n<p>Tanri Abeng pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin, Ujungpandang hingga Program Master of Business Administrasion di University of New York, Buffalo, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Semasa kuliah, ia bekerja paro waktu di perusahaan eksportir dan mengajar bahasa Inggris di sebuah SMA. Kemudian ia memperoleh beasiswa untuk mengambil Master of Business Administration dari State University, New York, AS.<\/p>\n<p>Setelah lulus MBA, ia bergabung dengan Union Carbide. Memulai dari management trainee di Amerika Serikat, ketika berusia 29 tahun ia sudah menjabat direktur keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan multinasional tersebut.<\/p>\n<p>Usai mundur dari Union Carbide, Tanri memilih bergabung dengan PT. Perusahaan Bir Indonesia (sekarang Multi Bintang Indonesia). Pada 1979, ia resmi pindah menjadi CEO (Chief Executive Officer) di Multi Bintang. Sejalan dengan perkembangan perusahaan, namanya berganti dari PBI (Perusahaan Bir Indonesia) menjadi PT. MBI (Multi Bintang Indonesia).<\/p>\n<p>Tahun 1991, Tanri Abeng menjadi CEO di Bakrie Brothers, dan mencoba melakukan restrukturisasi, profitisasi, dan pada akhirnya bisa menjadi perusahaan publik. Selain menjadi CEO, ia juga memegang banyak posisi senior non eksekutif di organisasi kepemerintahan dan LSM, seperti Komisi Pendidikan Nasional, Badan Promosi Pariwisata, Dana Mitra Lingkungan, Asosiasi Indonesia Imggris, Institut Asia-Australia, Yayasan Mitra Mandiri, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Pada Tahun\u00a01991\u00a0ia memasuki dunia politik, ia mewakili\u00a0Golkar\u00a0duduk di\u00a0Majelis Permusyawaratan Rakyat\u00a0(MPR). Selanjutnya pada\u00a01998\u00a0ia ditunjuk Presiden Soeharto sebagai\u00a0Menteri Negara Pendayagunaan BUMN\u00a0pada\u00a0Kabinet Pembangunan VII\u00a0dan dilanjutkan dengan jabatan yang sama di\u00a0Kabinet Reformasi Pembangunan\u00a0pimpinan Presiden\u00a0Habibie.<\/p>\n<p>Tahun\u00a02004, ia menjadi Komisaris Utama\u00a0PT. Telkom Indonesia, lalu pada\u00a02010, Tanri Abeng menyelesaikan pendidikan Doktor dalam Ilmu Multidisiplin dari\u00a0UGM.<\/p>\n<p>Setelah tidak lagi menjabat menteri, dia memanfaatkan waktunya mengembangkan pemikiran dan pendidikan manajemen, termasuk penulisan buku manajemen. Bukunya &#8220;Dari Meja Tanri Abeng: Managing atau Chaos&#8221;, diterbitkan Pustaka Sinar Harapan pada 2000. Selamat jalan Pak Menteri. (<strong>Red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada kabinet Presiden Soeharto,\u00a0Tanri Abeng, meninggal dunia pada usia 82 tahun di RS Medistra Jakarta, Minggu (23\/6\/2024) sekitar Pukul 02.39 WIB dini hari tadi Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Simprug Golf XIII Jakarta Selatan Dikutip dari situs id.wikipedia.org, Minggu (23\/6\/2024), Tanri Abeng lahir di Selayar, Sulawesi Selatan pada 7 Maret 1942. Tanri Abeng pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin, Ujungpandang hingga Program Master of Business Administrasion di University of New York, Buffalo, Amerika Serikat. Semasa kuliah, ia bekerja paro waktu di perusahaan eksportir dan mengajar bahasa Inggris di sebuah SMA. Kemudian ia memperoleh beasiswa untuk mengambil Master of Business Administration dari State University, New York, AS. Setelah lulus MBA, ia bergabung dengan Union Carbide. Memulai dari management trainee di Amerika Serikat, ketika berusia 29 tahun ia sudah menjabat direktur keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan multinasional tersebut. Usai mundur dari Union Carbide, Tanri memilih bergabung dengan PT. Perusahaan Bir Indonesia (sekarang Multi Bintang Indonesia). Pada 1979, ia resmi pindah menjadi CEO (Chief Executive Officer) di Multi Bintang. Sejalan dengan perkembangan perusahaan, namanya berganti dari PBI (Perusahaan Bir Indonesia) menjadi PT. MBI (Multi Bintang Indonesia). Tahun 1991, Tanri Abeng menjadi CEO di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45220,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,406],"tags":[],"class_list":["post-45217","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-humaniora","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45217"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45219,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45217\/revisions\/45219"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}