{"id":45158,"date":"2024-06-16T11:22:21","date_gmt":"2024-06-16T04:22:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=45158"},"modified":"2024-06-21T11:24:18","modified_gmt":"2024-06-21T04:24:18","slug":"decoreus-tradition-prodi-pendidikan-seni-tari-unila-angkat-tradisi-lewat-tari-kreasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/06\/16\/decoreus-tradition-prodi-pendidikan-seni-tari-unila-angkat-tradisi-lewat-tari-kreasi\/","title":{"rendered":"Decoreus Tradition, Prodi Pendidikan Seni Tari Unila Angkat Tradisi lewat Tari Kreasi"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB):<\/strong> Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Tari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) Angkatan 2022 menggelar Decoreus Tradition bertajuk \u201cGelar Kreasi Lestarikan Tradisi\u201d di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Provinsi Lampung, Sabtu (15\/6\/2024).<\/p><\/blockquote>\n<p>Decoreus Tradition\u00a0merupakan acara tahunan yang diadakan mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Tari Unila. Kegiatan ini sebagai bentuk output\u00a0dari Mata Kuliah Koreografi Tradisi. Tahun ini\u00a0penyelenggaraan Decoreus Tradition sudah memasuki tahun keempat.<\/p>\n<p>Kegiatan juga dihadiri dosen Mata Kuliah Koreografi Tradisi Prodi Pendidikan Seni Tari FKIP Unila yaitu Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari, M.Sn., dan Lora Gustia Ningsih, M.Sn.<\/p>\n<p>Ketua Tim Produksi Jodi Chaniago, mengatakan proses persiapan dan latihan dilakukan selama satu semester. \u201cKami sudah menyiapkan acara jauh-jauh hari.\u00a0Output\u00a0ujian koreografi tradisi menampilkan karya tari kreasi baru yang terangkat dari tradisi. Pertama kami mencari konsep dan narasumber, dilanjutkan dengan proses penggarapan tarian,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Terdapat sepuluh karya tari yang menghiasi panggung Taman Budaya yaitu Panga, Jejegh Telu, Bebai Tinung, Mit di Batu, Jak Melinting, Sejaloo, Cakkak Tayuhan, Si Ampang Limo, Bukha Khong, dan Gengsor.<\/p>\n<p>Tari kreasi tersebut dipersembahkan mahasiswa Prodi Pendidikan Tari Angkatan 2022 untuk memenuhi ujian akhir semester (UAS) Mata Kuliah Koreografi Tradisi.<\/p>\n<p>Penampilan sepuluh karya tari ini sangat diapresiasi para penonton, salah satunya Riska Milia. \u201cKagum, kaget, dan terpukau di setiap tariannya. Setiap gerakannya memiliki makna dan emosi yang mampu dirasakan penonton. Dari segi tata rias, busana, dan\u00a0setting\u00a0panggung membuat saya terpukau. Kostumnya juga mewah dan unik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan harapannya agar tarian-tarian di Lampung semakin berkembang dan banyak dikenal masyarakat Indonesia. \u201cSemoga banyak anak muda yang ingin mengekspresikan diri melalui tarian dan terus melestarikan budaya serta berkreasi melalui tari,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Jodi Chaniago mewakili mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Tari Angkatan 2022 berharap Decoreus Tradition terus sukses, selalu menampilkan karya-karya terbaik, lebih variatif, dan lebih baik dari tahun sebelumnya. (<strong>uni\/red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Tari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) Angkatan 2022 menggelar Decoreus Tradition bertajuk \u201cGelar Kreasi Lestarikan Tradisi\u201d di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Provinsi Lampung, Sabtu (15\/6\/2024). Decoreus Tradition\u00a0merupakan acara tahunan yang diadakan mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Tari Unila. Kegiatan ini sebagai bentuk output\u00a0dari Mata Kuliah Koreografi Tradisi. Tahun ini\u00a0penyelenggaraan Decoreus Tradition sudah memasuki tahun keempat. Kegiatan juga dihadiri dosen Mata Kuliah Koreografi Tradisi Prodi Pendidikan Seni Tari FKIP Unila yaitu Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari, M.Sn., dan Lora Gustia Ningsih, M.Sn. Ketua Tim Produksi Jodi Chaniago, mengatakan proses persiapan dan latihan dilakukan selama satu semester. \u201cKami sudah menyiapkan acara jauh-jauh hari.\u00a0Output\u00a0ujian koreografi tradisi menampilkan karya tari kreasi baru yang terangkat dari tradisi. Pertama kami mencari konsep dan narasumber, dilanjutkan dengan proses penggarapan tarian,\u201d ungkapnya. Terdapat sepuluh karya tari yang menghiasi panggung Taman Budaya yaitu Panga, Jejegh Telu, Bebai Tinung, Mit di Batu, Jak Melinting, Sejaloo, Cakkak Tayuhan, Si Ampang Limo, Bukha Khong, dan Gengsor. Tari kreasi tersebut dipersembahkan mahasiswa Prodi Pendidikan Tari Angkatan 2022 untuk memenuhi ujian akhir semester (UAS) Mata Kuliah Koreografi Tradisi. Penampilan sepuluh karya tari ini sangat diapresiasi para penonton, salah satunya Riska Milia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-45158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45160,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45158\/revisions\/45160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}