{"id":45077,"date":"2024-06-16T10:00:43","date_gmt":"2024-06-16T03:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=45077"},"modified":"2024-07-05T11:26:02","modified_gmt":"2024-07-05T04:26:02","slug":"dies-natalis-ukmf-kss-fkip-ke-24-arsabhumi-dibuka-wakil-dekan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/06\/16\/dies-natalis-ukmf-kss-fkip-ke-24-arsabhumi-dibuka-wakil-dekan\/","title":{"rendered":"Dies Natalis UKMF KSS FKIP Ke-24 &#8216;Arsabhumi&#8217; Dibuka Wakil Dekan"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Kelompok Studi Seni (KSS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) rayakan Dies Natalis Ke-24 melalui suguhan pentas seni bertajuk Arsabhumi, di Aula K FKIP, Jumat (14\/6\/2024).<\/p><\/blockquote>\n<p>Kegiatan yang mengangkat Tema &#8220;Arshabumi&#8221; ini dibuka Dekan FKIP Prof. Sunyono, M.Sc. diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dan Alumni Hermi Yanzi, M.Pd.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang III ini menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan pentas seni yang diselenggarakan UKMF KSS. Menurut Hermi, kegiatan pentas seni berbasis budaya lokal dan menggunakan bahasa Lampung ini merupakan salah satu langkah tepat untuk melestarikan bahasa dan budaya Lampung.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini FKIP Unila yang sedang go international mendorong edukasi berbasis budaya, dan malam ini kita menyaksikan bagaimana budaya dan bahasa Lampung dikemas dalam sebuah pertunjukan yang sangat menarik. Dalam hal ini UKMF KSS memegang peranan penting dalam rangka ketahanan budaya yang akhirnya menjadi ketahanan nasional,&#8221; ucap Wakil Dekan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita akan aktifkan kegiatan seni di kampus. Untuk para mahasiswa gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kami sangat bangga dengan keberadaan KSS, gunakan kampus ini sebaik-baiknya. FKIP kampus berbudaya, semoga KSS semakin berbudaya,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Tampil berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Dies Natalis Ke-24 ini 2024 UKMF KSS mengangkat bahasa Lampung sebagai bahasa utama pertunjukan beragam pentas yang ditampilkan; Tari, Gitar Tunggal Klasik Lampung, Orkes Lampung, Pembacaan Puisi, Dance, dan Teater.<\/p>\n<p>Arsabhumi menggambarkan keindahan seni sebagai bentuk ekspresi batiniah yang terhubung dengan keberadaan manusia di Bumi Ruwa Jurai. Secara abstrak, Arsabhumi bermakna peran seniman dalam merayakan dan memerkaya hubungan manusia dengan lingkungan alaminya.<\/p>\n<p>Ketua Umum UKMF KSS Dimas Aditia menyampaikan kegiatan ini bertujuan mengangkat budaya Lampung dari lingkungan terdekat mereka, sehingga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di lingkungan FKIP seperti sekan, wakil dekan, kaprodi, dosen, dan para senior.<\/p>\n<p>Pada persembahan Arsabhumi, UKMF KSS menampilkan tiga divisi yaitu Divisi Teater dan Sastra dengan pementasan \u201cNayah Ghasan\u201d, divisi Tari \u201cTari Sembah Kemilau\u201d, dan Divisi Musik dengan penampilan Orkes Gambus dan Klasik Lampung. Persiapan dan latihan untuk pementasan Arsabhumi sudah dilakukan sejak April lalu.<\/p>\n<p>Nayah Ghasan adalah teater adaptasi Naskah &#8220;Penagih Hutang&#8221; karya Anton Chekov. Lakon ini menceritakan tentang janda muda bernama Maslena Bunda Ratu yang diperankan Kouri bertekad hidup sendiri menanggung kesedihan karena kematian suaminya. Namun, semua berubah saat Suttan Pemangku Segala Kebutuhan yang diperankan Irfan datang menagih hutang suami Maslena yang sudah almarhum.<\/p>\n<p>Tari Sembah Kemilau menampilkan keindahan dari dua jenis tarian tradisi yakni Tari Sigeh Pengunten dari Lampung Pepadun dengan Tari Sembah Batin dari Lampung Sai Batin yang menyatu dalam harmoni yang indah.<\/p>\n<p>Berawal dari semboyan Lampung yaitu \u201cSai Bumi Ghua Jurai\u201d yang menggabungkan dua tarian persembahan Lampung yaitu Sai Batin dan Lampung Pepadun sehingga menciptakan tarian persembahan yang baru.<\/p>\n<p>Orkes Gambus dan Klasik Lampung merupakan perpaduan dari dua genre musik tradisional. Perpaduan ini menghasilkan alunan melodi yang kaya dan beragam serta menggabungkan unsur budaya dan tradisi Lampung dengan sentuhan musik klasik yang elegan.<\/p>\n<p>Salah satu penonton Yusuf Ridho sampaikan pesan kesannya selama menonton Arsabhumi. \u201cAcara KSS sangat meriah, tersusun, rapi, terlihat teman-teman sangat antusias. Untuk UKMF KSS, selamat Ulang Tahun Ke-24, semoga semakin sukses, kompak, dan jaya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Melalui persembahan Arsabhumi, diharapkan para generasi muda dapat semakin mencintai bahasa Lampung dan semoga UKMF KSS FKIP Unila semakin kompak serta terjalin solidaritas kekeluargaan. (<strong>uni\/red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Kelompok Studi Seni (KSS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) rayakan Dies Natalis Ke-24 melalui suguhan pentas seni bertajuk Arsabhumi, di Aula K FKIP, Jumat (14\/6\/2024). Kegiatan yang mengangkat Tema &#8220;Arshabumi&#8221; ini dibuka Dekan FKIP Prof. Sunyono, M.Sc. diwakili Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dan Alumni Hermi Yanzi, M.Pd. Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang III ini menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan pentas seni yang diselenggarakan UKMF KSS. Menurut Hermi, kegiatan pentas seni berbasis budaya lokal dan menggunakan bahasa Lampung ini merupakan salah satu langkah tepat untuk melestarikan bahasa dan budaya Lampung. &#8220;Saat ini FKIP Unila yang sedang go international mendorong edukasi berbasis budaya, dan malam ini kita menyaksikan bagaimana budaya dan bahasa Lampung dikemas dalam sebuah pertunjukan yang sangat menarik. Dalam hal ini UKMF KSS memegang peranan penting dalam rangka ketahanan budaya yang akhirnya menjadi ketahanan nasional,&#8221; ucap Wakil Dekan. &#8220;Kita akan aktifkan kegiatan seni di kampus. Untuk para mahasiswa gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kami sangat bangga dengan keberadaan KSS, gunakan kampus ini sebaik-baiknya. FKIP kampus berbudaya, semoga KSS semakin berbudaya,&#8221; ucapnya. Tampil berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Dies Natalis Ke-24 ini 2024 UKMF KSS mengangkat bahasa Lampung sebagai bahasa utama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45078,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1194,15],"tags":[],"class_list":["post-45077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-unila","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45077"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45077\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45079,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45077\/revisions\/45079"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}