{"id":44400,"date":"2024-05-24T09:11:54","date_gmt":"2024-05-24T02:11:54","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=44400"},"modified":"2024-05-24T09:11:54","modified_gmt":"2024-05-24T02:11:54","slug":"pembalap-motogp-aleix-espargaro-nyatakan-pensiun-akhir-musim-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/05\/24\/pembalap-motogp-aleix-espargaro-nyatakan-pensiun-akhir-musim-ini\/","title":{"rendered":"Pembalap MotoGP Aleix Espargaro Nyatakan Pensiun Akhir Musim Ini"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>LAMPUNGBAROMETER.ID<\/strong> &#8211; Pembalap MotoGP Aleix Espargaro menyatakan musim 2024\u00a0akan menjadi yang terakhir baginya. Pebalap\u00a0Aprilia\u00a0itu telah mengumumkan bakal pensiun saat musim ini berakhir.<\/p><\/blockquote>\n<p>Espargaro terjun di kelas primer sejak 2009. Sempat turun ke kelas Moto2 pada 2011, dia kembali ke\u00a0MotoGP\u00a0musim berikutnya. Dia mengawali karier di MotoGP bersama mesin Ducati, Espargaro sempat menunggangi motor Aprilia, Yamaha, juga Suzuki kemudian kembali membesut Aprilia sejak 2017 hingga saat ini.<\/p>\n<p>Saat ini Aleix merupakan pembalap tertua di MotoGP 2024 dengan usia 34 tahun. Total dia sudah melalui 323 balapan, dengan catatan tiga kemenangan, 12 kali naik podium, dan lima kali merebut posisi pole.<\/p>\n<p>Kemenangan pertamanya dia rengkuh saat MotoGP Argentina pada 2022. Dua kemenangan lainnya direbut pada musim lalu, yakni di Inggris dan Catalunya.<\/p>\n<p>&#8220;Ada banyak pembalap di dunia, di sini sekarang ini, yang menang lebih banyak dari saya. Tapi saya memberikan semua yang saya punya. Saya bekerja sangat keras,&#8221; ujar Aleix Espargaro dalam jumpa persnya, Kamis (23\/5\/2024), jelang MotoGP Catalunya akhir pekan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Seringkali saya merasa tidak punya talenta para pebalap lain, tapi dengan bekerja keras saya mencapai level tinggi. Dua atau tiga musim terakhir ini terasa menakjubkan. Saya seperti bermimpi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin pensiun sebagai pebalap utama dengan perasaan enak. Ini bukan pekan yang mudah. Saya merasa seperti melompat masuk ke tempat yang sangat aneh, tapi saya senang. Semoga para pebalap lainnya, sebagai kado, bisa membiarkan saya menang akhir pekan ini,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Musim ini Aleix Espargaro belum pernah naik podium; dua kali finis kedelapan di MotoGP Qatar dan Portugal, lalu ketujuh di MotoGP Amerika Serikat, gagal finis di Spanyol, dan finis kesembilan di Prancis. (ak)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNGBAROMETER.ID &#8211; Pembalap MotoGP Aleix Espargaro menyatakan musim 2024\u00a0akan menjadi yang terakhir baginya. Pebalap\u00a0Aprilia\u00a0itu telah mengumumkan bakal pensiun saat musim ini berakhir. Espargaro terjun di kelas primer sejak 2009. Sempat turun ke kelas Moto2 pada 2011, dia kembali ke\u00a0MotoGP\u00a0musim berikutnya. Dia mengawali karier di MotoGP bersama mesin Ducati, Espargaro sempat menunggangi motor Aprilia, Yamaha, juga Suzuki kemudian kembali membesut Aprilia sejak 2017 hingga saat ini. Saat ini Aleix merupakan pembalap tertua di MotoGP 2024 dengan usia 34 tahun. Total dia sudah melalui 323 balapan, dengan catatan tiga kemenangan, 12 kali naik podium, dan lima kali merebut posisi pole. Kemenangan pertamanya dia rengkuh saat MotoGP Argentina pada 2022. Dua kemenangan lainnya direbut pada musim lalu, yakni di Inggris dan Catalunya. &#8220;Ada banyak pembalap di dunia, di sini sekarang ini, yang menang lebih banyak dari saya. Tapi saya memberikan semua yang saya punya. Saya bekerja sangat keras,&#8221; ujar Aleix Espargaro dalam jumpa persnya, Kamis (23\/5\/2024), jelang MotoGP Catalunya akhir pekan ini. &#8220;Seringkali saya merasa tidak punya talenta para pebalap lain, tapi dengan bekerja keras saya mencapai level tinggi. Dua atau tiga musim terakhir ini terasa menakjubkan. Saya seperti bermimpi,&#8221; ungkapnya. &#8220;Saya ingin pensiun sebagai pebalap utama dengan perasaan enak. Ini bukan pekan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-44400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44400"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44402,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44400\/revisions\/44402"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}