{"id":44345,"date":"2024-05-21T05:44:50","date_gmt":"2024-05-20T22:44:50","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=44345"},"modified":"2024-05-21T05:44:50","modified_gmt":"2024-05-20T22:44:50","slug":"kalahkan-tyson-fury-usyk-raja-kelas-berat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/05\/21\/kalahkan-tyson-fury-usyk-raja-kelas-berat\/","title":{"rendered":"Kalahkan Tyson Fury, Usyk Raja Kelas Berat"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>LAMPUNGBAROMETER.ID<\/strong> &#8211; Oleksandr Usyk\u00a0menjadi raja\u00a0tinju kelas berat\u00a0tak terbantahkan usai mengalahkan\u00a0Tyson Fury\u00a0dalam duel sengit 12 ronde.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pertarungan bertajuk\u00a0Ring of Fire\u00a0di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi, Minggu (19\/5\/2024) dini hari WIB, mempertemukan dua petinju kelas berat terbaik, Fury dan Usyk, yang merupakan pemilik gelar dan sama-sama belum terkalahkan.<\/p>\n<p>Dalam duel yang berjalan sengit, Fury mempertaruhkan sabuk WBC miliknya, untuk berjuang merebut gelar WBA Super, WBO, IBF, IBO milik Usyk.<\/p>\n<p>Sejak ronde pertama Fury dan Usyk saling melancarkan pukulan. Pertarungan berjalan panas dari ronde ke ronde. Pada ronde ke-9 sebuah pukulan\u00a0Oleksandr Usyk membuat Tyson Fury\u00a0sempat linglung. Pukulan bertubi-tubi Usyk membuat Fury sempat terhuyung dan hampir roboh di sudut ring.<\/p>\n<p>Momen itu membuat wasi membuat hitungan kepada Fury. Petinju Inggris itu masih bisa lanjut bertarung. Di sisa ronde, Fury coba membalas serangan Usyk sampai laga tuntas di ronde ke-12.<\/p>\n<p>Juri memberikan skor kemenangan untuk Usyk. Petinju 37 tahun itup menang split decision dengan skor 115-113 dan 114-113 untuk Usyk, dan satu juri memenangkan Fury 114-113.<\/p>\n<p>Kemenangan ini membuat Usyk menahiskan diri jadi raja tinju kelas berat. Ia bisa menguasai semua sabuk juara di kelasnya, dari WBA Super, WBC, WBO, IBF, dan IBO.<\/p>\n<p>Sementara bagi\u00a0Tyson Fury, kekalahan dari\u00a0Oleksandr Usyk\u00a0membuat rekor sempurnanya di kelas\u00a0tinju kelas berat tercoreng. Petarung berjuluk Gipsy King itu kalah untuk pertama kali. (<strong>*\/red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNGBAROMETER.ID &#8211; Oleksandr Usyk\u00a0menjadi raja\u00a0tinju kelas berat\u00a0tak terbantahkan usai mengalahkan\u00a0Tyson Fury\u00a0dalam duel sengit 12 ronde. Pertarungan bertajuk\u00a0Ring of Fire\u00a0di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi, Minggu (19\/5\/2024) dini hari WIB, mempertemukan dua petinju kelas berat terbaik, Fury dan Usyk, yang merupakan pemilik gelar dan sama-sama belum terkalahkan. Dalam duel yang berjalan sengit, Fury mempertaruhkan sabuk WBC miliknya, untuk berjuang merebut gelar WBA Super, WBO, IBF, IBO milik Usyk. Sejak ronde pertama Fury dan Usyk saling melancarkan pukulan. Pertarungan berjalan panas dari ronde ke ronde. Pada ronde ke-9 sebuah pukulan\u00a0Oleksandr Usyk membuat Tyson Fury\u00a0sempat linglung. Pukulan bertubi-tubi Usyk membuat Fury sempat terhuyung dan hampir roboh di sudut ring. Momen itu membuat wasi membuat hitungan kepada Fury. Petinju Inggris itu masih bisa lanjut bertarung. Di sisa ronde, Fury coba membalas serangan Usyk sampai laga tuntas di ronde ke-12. Juri memberikan skor kemenangan untuk Usyk. Petinju 37 tahun itup menang split decision dengan skor 115-113 dan 114-113 untuk Usyk, dan satu juri memenangkan Fury 114-113. Kemenangan ini membuat Usyk menahiskan diri jadi raja tinju kelas berat. Ia bisa menguasai semua sabuk juara di kelasnya, dari WBA Super, WBC, WBO, IBF, dan IBO. Sementara bagi\u00a0Tyson Fury, kekalahan dari\u00a0Oleksandr Usyk\u00a0membuat rekor sempurnanya di kelas\u00a0tinju kelas berat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44346,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-44345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44345"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44345\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44347,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44345\/revisions\/44347"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44346"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}