{"id":44133,"date":"2024-02-25T16:48:20","date_gmt":"2024-02-25T09:48:20","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=44133"},"modified":"2024-05-11T20:53:21","modified_gmt":"2024-05-11T13:53:21","slug":"bupati-nanang-tinjau-lokasi-banjir-yang-rendam-300-rumah-di-desa-hajimena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/02\/25\/bupati-nanang-tinjau-lokasi-banjir-yang-rendam-300-rumah-di-desa-hajimena\/","title":{"rendered":"Bupati Nanang Tinjau Lokasi Banjir yang Rendam 300 Rumah di Desa Hajimena"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Lampung Selatan (LB)<\/strong>: Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto meninjau lokasi banjir yang merendam sekitar 300 rumah akibat intensitas hujan lebat pada Sabtu malam di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Minggu (25\/2\/2024).<\/p><\/blockquote>\n<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi, diketahui sekitar 300 rumah warga terendam yang mengakibatkan warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.<\/p>\n<p>Camat Natar, Supiah, mengatakan banjir disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi sejak sore yang mengakibatkan sungai di kawasan tersebut meluap dan merendam permukiman penduduk.<\/p>\n<p>\u201cTerdapat enam dusun di Desa Hajimena yang terdampak banjir. Terdapat sekitar 300 rumah terendam banjir, bahkan ketinggian air sampai menenggelamkan rumah. Meskipun saat ini hujan mulai mereda, tetapi genangan airnya masih tinggi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menyikapi hal tersebut, Bupati Nanang mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah dan menebang pohon sembarangan.<\/p>\n<p>\u201cKita harus menjaga alam. Jika alam kita jaga, maka alam akan menjaga kita,\u201d kata Nanang.<\/p>\n<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Ariswandi, mengatakan pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap korban dan terus menyusuri wilayah terdampak untuk memastikan semua warga telah terevakuasi.<\/p>\n<p>\u201cSemua harus waspada terhadap terjadinya luapan air yang memasuki wilayah permukiman di masa hujan ini,\u201d imbaunya. (<strong>kmf<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (LB): Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto meninjau lokasi banjir yang merendam sekitar 300 rumah akibat intensitas hujan lebat pada Sabtu malam di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Minggu (25\/2\/2024). Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi, diketahui sekitar 300 rumah warga terendam yang mengakibatkan warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Camat Natar, Supiah, mengatakan banjir disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi sejak sore yang mengakibatkan sungai di kawasan tersebut meluap dan merendam permukiman penduduk. \u201cTerdapat enam dusun di Desa Hajimena yang terdampak banjir. Terdapat sekitar 300 rumah terendam banjir, bahkan ketinggian air sampai menenggelamkan rumah. Meskipun saat ini hujan mulai mereda, tetapi genangan airnya masih tinggi,\u201d ungkapnya. Menyikapi hal tersebut, Bupati Nanang mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah dan menebang pohon sembarangan. \u201cKita harus menjaga alam. Jika alam kita jaga, maka alam akan menjaga kita,\u201d kata Nanang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Ariswandi, mengatakan pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap korban dan terus menyusuri wilayah terdampak untuk memastikan semua warga telah terevakuasi. \u201cSemua harus waspada terhadap terjadinya luapan air yang memasuki wilayah permukiman di masa hujan ini,\u201d imbaunya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-44133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44133"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44135,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44133\/revisions\/44135"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}