{"id":43940,"date":"2024-04-26T17:04:35","date_gmt":"2024-04-26T10:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=43940"},"modified":"2024-05-01T22:07:53","modified_gmt":"2024-05-01T15:07:53","slug":"kuliah-umum-unila-hadirkan-narasumber-dari-uitm-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/04\/26\/kuliah-umum-unila-hadirkan-narasumber-dari-uitm-malaysia\/","title":{"rendered":"Kuliah Umum, Unila Hadirkan Narasumber dari UiTM Malaysia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Universitas Lampung (Unila) menggelar\u00a0kuliah umum (general lecture)\u00a0dengan menghadirkan narasumber dan delegasi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pulau Pinang, Malaysia, Jumat (26\/4\/2024).<\/p>\n<p>Hadir sebagai narasumber UITM Melinda Siti Asmah Binti Yunos, M.B.A., Ph.D., didampingi Nur Hidayah Che Ahmat, Ph.D., CHE, Hj. Mohd Sukor bin Hj. MD Yusof, M.B.A., Dr. Saiful Bahri Mohd Kamal, Melati BT Desa, M.B.A., dan beberapa delegasi lainnya.<\/p>\n<p>Kehadiran mereka difasilitasi langsung Dekan FEBI Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (FEBI UIN RIL) Prof. Dr. Tulus Suryanto sebagai hasil kerja sama antara Unila dan UIN RIL dalam kolaborasi internasional.<\/p>\n<p>Prof. Tulus mengungkapkan ini merupakan strategi Unila dan UIN RIL untuk bersama-sama berkolaborasi meningkatkan mutu perguruan tinggi dalam pengembangan akademik. Kedua pihak berkomitmen bersama-sama membuka peluang tukar-menukar informasi dan relasi apabila ada kerja sama sejenis yang diperoleh masing-masing institusi.<\/p>\n<p>Tulus meyakini maju bersama dengan berkolaborasi adalah sebuah strategi meningkatkan mutu, khususnya perguruan tinggi yang ada di Lampung. Menanggapi hal itu, Dr. Ayi Ahadiat mengatakan ini merupakan salah satu pembuktian UIN RIL untuk mengimplementasikan peluang peningkatan mutu akademik. Unila tentu saja akan mengoptimalkannya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan ini, Melinda Siti Asmah Binti Yunos menuturkan, UITM optimistis peluang kerja sama dengan Unila dan UIN RIL dapat diarahkan pada pemenuhan key\u00a0performance indicator\u00a0(KPI), yakni pada poin\u00a0International Collaboration.<\/p>\n<p>Hal itu sejalan dengan\u00a0tagline\u00a0UITM yakni\u00a0Globally Renowned, Globally Marketable, Globally Rooted. Ia juga menunggu peluang lain dari berbagai institusi di Indonesia, juga negara lain. (<strong>uni\/red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Universitas Lampung (Unila) menggelar\u00a0kuliah umum (general lecture)\u00a0dengan menghadirkan narasumber dan delegasi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pulau Pinang, Malaysia, Jumat (26\/4\/2024). Hadir sebagai narasumber UITM Melinda Siti Asmah Binti Yunos, M.B.A., Ph.D., didampingi Nur Hidayah Che Ahmat, Ph.D., CHE, Hj. Mohd Sukor bin Hj. MD Yusof, M.B.A., Dr. Saiful Bahri Mohd Kamal, Melati BT Desa, M.B.A., dan beberapa delegasi lainnya. Kehadiran mereka difasilitasi langsung Dekan FEBI Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (FEBI UIN RIL) Prof. Dr. Tulus Suryanto sebagai hasil kerja sama antara Unila dan UIN RIL dalam kolaborasi internasional. Prof. Tulus mengungkapkan ini merupakan strategi Unila dan UIN RIL untuk bersama-sama berkolaborasi meningkatkan mutu perguruan tinggi dalam pengembangan akademik. Kedua pihak berkomitmen bersama-sama membuka peluang tukar-menukar informasi dan relasi apabila ada kerja sama sejenis yang diperoleh masing-masing institusi. Tulus meyakini maju bersama dengan berkolaborasi adalah sebuah strategi meningkatkan mutu, khususnya perguruan tinggi yang ada di Lampung. Menanggapi hal itu, Dr. Ayi Ahadiat mengatakan ini merupakan salah satu pembuktian UIN RIL untuk mengimplementasikan peluang peningkatan mutu akademik. Unila tentu saja akan mengoptimalkannya. Dalam kesempatan ini, Melinda Siti Asmah Binti Yunos menuturkan, UITM optimistis peluang kerja sama dengan Unila dan UIN RIL dapat diarahkan pada pemenuhan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":43941,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1194],"tags":[],"class_list":["post-43940","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-unila"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43940"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43943,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43940\/revisions\/43943"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}