{"id":43499,"date":"2024-03-13T07:40:17","date_gmt":"2024-03-13T00:40:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=43499"},"modified":"2024-03-13T07:40:17","modified_gmt":"2024-03-13T00:40:17","slug":"dramatis-menang-adu-penalti-4-2-lawan-porto-arsenal-maju-ke-perempatfinal-liga-champions","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/03\/13\/dramatis-menang-adu-penalti-4-2-lawan-porto-arsenal-maju-ke-perempatfinal-liga-champions\/","title":{"rendered":"Dramatis! Menang Adu Penalti 4-2 Lawan Porto, Arsenal Maju ke Perempatfinal Liga Champions"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>London (LB)<\/strong>: Arsenal maju ke perempatfinal Liga Champions setelah secara dramatis menang 4-2 melalui adu penalti saat menjamu FC Porto di leg II babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13\/3\/2024) dini hari.<\/p><\/blockquote>\n<p>Tampil di depan pendukungnya, Arsenal langsung berinisiatif menyerang sejak awal laga usai tertinggal agregat 0-1. Arsenal punya kesempatan saat umpan Declan Rice bisa disambar Ben White, tapi upayanya masih belum menemui sasaran.<\/p>\n<p>Pada menit ke-16, Arsenal kembali mengancam. Bukayo Saka melepas umpan kepada Martin Odegaard, tapi sepakan Odegaard masih melebar di sisi gawang.<\/p>\n<p>Terus menekan, Arsenal akhirnya mencetak gol di menit ke-41. Umpan terobosan Odegaard menemui Leandro Trossard yang masuk ke kotak penalti dari sisi kiri. Sepakan mendatar Trossard bersarang ke pojok kiri gawang Diogo Costa. Kedudukan secara agregat menjadi imbang 1-1.<\/p>\n<p>Tak ada gol tambahan hingga waktu normal, sehingga permainan harus dilanjutkan dengan tambahan waktu. Namun, hingga 2 x 15 menit waktu tambahan tidak ada gol tercipta dan pertandingan harus ditentukan dengan adu penalti.<\/p>\n<p>Drama adu penalti dimenangkan Arsenal dengan skor 4-2 setelah dua penendang Porto, Wendel dan Galeno, gagal menyarangkan bola sekaligus membawa Arsenal melaju ke babak 8 besar. (<strong>AK<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>London (LB): Arsenal maju ke perempatfinal Liga Champions setelah secara dramatis menang 4-2 melalui adu penalti saat menjamu FC Porto di leg II babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13\/3\/2024) dini hari. Tampil di depan pendukungnya, Arsenal langsung berinisiatif menyerang sejak awal laga usai tertinggal agregat 0-1. Arsenal punya kesempatan saat umpan Declan Rice bisa disambar Ben White, tapi upayanya masih belum menemui sasaran. Pada menit ke-16, Arsenal kembali mengancam. Bukayo Saka melepas umpan kepada Martin Odegaard, tapi sepakan Odegaard masih melebar di sisi gawang. Terus menekan, Arsenal akhirnya mencetak gol di menit ke-41. Umpan terobosan Odegaard menemui Leandro Trossard yang masuk ke kotak penalti dari sisi kiri. Sepakan mendatar Trossard bersarang ke pojok kiri gawang Diogo Costa. Kedudukan secara agregat menjadi imbang 1-1. Tak ada gol tambahan hingga waktu normal, sehingga permainan harus dilanjutkan dengan tambahan waktu. Namun, hingga 2 x 15 menit waktu tambahan tidak ada gol tercipta dan pertandingan harus ditentukan dengan adu penalti. Drama adu penalti dimenangkan Arsenal dengan skor 4-2 setelah dua penendang Porto, Wendel dan Galeno, gagal menyarangkan bola sekaligus membawa Arsenal melaju ke babak 8 besar. (AK)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":43500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-43499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43499"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43501,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43499\/revisions\/43501"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}