{"id":42850,"date":"2024-02-12T21:26:13","date_gmt":"2024-02-12T14:26:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=42850"},"modified":"2024-02-12T21:26:40","modified_gmt":"2024-02-12T14:26:40","slug":"panglima-tni-prajurit-aktif-berpolitik-praktis-akan-disanksi-tegas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/02\/12\/panglima-tni-prajurit-aktif-berpolitik-praktis-akan-disanksi-tegas\/","title":{"rendered":"Panglima TNI: Prajurit Aktif Berpolitik Praktis Akan Disanksi Tegas"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan jika ada prajurit TNI aktif berpolitik praktis akan mendapat sanksi tegas dari satuan. Dia memastikan TNI bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.<\/p><\/blockquote>\n<p>&#8220;Untuk masalah netralitas, saya rasa dalam Undang-Undang TNI kita sudah jelas, TNI aktif tidak boleh berpolitik praktis dan juga dalam Undang-Undang Pemilu Tahun 2017 apabila kita berpolitik praktis, akan kena tindakan pidana atau teguran dari satuannya,&#8221; tegas Agus usai Apel Pengamanan Pemilu 2024 di Taxy Way Halim Perdanakusuma, Jakarta<br \/>\nseperti dilansir detikcom, Senin (12\/2\/2024).<\/p>\n<p>&#8220;Kita ikuti saja koridor seperti itu,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Panglima TNI juga menyoroti pentingnya semua pihak mengawasi Pemilu 2024, apalagi pelaksanaan pencoblosan yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Dan yang paling penting dalam pelaksanaan nanti pemilihan umum, pencoblosan, di mana di situ KPU, Bawaslu dan seluruh elemen masyarakat, partai politik semua mengawasi pelaksanaan itu, sehingga tidak terjadi kecurangan,&#8221; ucap Agus.<\/p>\n<p>Dia yakin KPU, Bawaslu hingga partai-partai politik akan melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga potensi kecurangan saat pencoblosan dapat diantisipasi.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam KPU terdiri dari beberapa parpol, demikian juga dari Bawaslu ada dari beberapa parpol. Saya rasa masing-masing kelompok mengawasi, sehingga tidak ada kecurigaan pada pelaksanaan pencoblosan,&#8221; pungkasnya. (AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan jika ada prajurit TNI aktif berpolitik praktis akan mendapat sanksi tegas dari satuan. Dia memastikan TNI bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024. &#8220;Untuk masalah netralitas, saya rasa dalam Undang-Undang TNI kita sudah jelas, TNI aktif tidak boleh berpolitik praktis dan juga dalam Undang-Undang Pemilu Tahun 2017 apabila kita berpolitik praktis, akan kena tindakan pidana atau teguran dari satuannya,&#8221; tegas Agus usai Apel Pengamanan Pemilu 2024 di Taxy Way Halim Perdanakusuma, Jakarta seperti dilansir detikcom, Senin (12\/2\/2024). &#8220;Kita ikuti saja koridor seperti itu,&#8221; imbuhnya. Selanjutnya, Panglima TNI juga menyoroti pentingnya semua pihak mengawasi Pemilu 2024, apalagi pelaksanaan pencoblosan yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang. &#8220;Dan yang paling penting dalam pelaksanaan nanti pemilihan umum, pencoblosan, di mana di situ KPU, Bawaslu dan seluruh elemen masyarakat, partai politik semua mengawasi pelaksanaan itu, sehingga tidak terjadi kecurangan,&#8221; ucap Agus. Dia yakin KPU, Bawaslu hingga partai-partai politik akan melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga potensi kecurangan saat pencoblosan dapat diantisipasi. &#8220;Dalam KPU terdiri dari beberapa parpol, demikian juga dari Bawaslu ada dari beberapa parpol. Saya rasa masing-masing kelompok mengawasi, sehingga tidak ada kecurigaan pada pelaksanaan pencoblosan,&#8221; pungkasnya. (AK)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[346,406],"tags":[],"class_list":["post-42850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-korem-043-garuda-hitam","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42852,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42850\/revisions\/42852"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}