{"id":42715,"date":"2024-02-07T00:44:51","date_gmt":"2024-02-06T17:44:51","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=42715"},"modified":"2024-02-07T06:49:02","modified_gmt":"2024-02-06T23:49:02","slug":"hempaskan-korsel-yordania-cetak-sejarah-melaju-ke-final-piala-asia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2024\/02\/07\/hempaskan-korsel-yordania-cetak-sejarah-melaju-ke-final-piala-asia\/","title":{"rendered":"Hempaskan Korsel, Yordania Cetak Sejarah Melaju ke Final Piala Asia"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>lampungbarometer.id<\/strong> &#8211; Yordania\u00a0berhasil mencetak sejarah masuk ke final Piala Asia usai mengalahkan Korea Selatan 2-0 di semifinal Piala Asia 2023.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pada laga semifinal\u00a0yang dihelat\u00a0di Ahmed bin Ali Stadium, Selasa (6\/2\/2024) malam WIB, Yordania langsung tancap gas menekan Korsel sejak menit awal dan langsung mengancam lewat Nizar Mahmoud Al-Rashdan tapi tembakannya bisa ditepis kiper Korsel Jo Hyeong-woo.<\/p>\n<p>Yordania terus menekan Korsel sepanjang babak pertama. Korsel sempat mencetak gol pada menit ke-19 lewat kapten Son Heung-min tapi dianulir karena terjebak <em>offside<\/em>.<\/p>\n<p>Korsel mendapat penalti pada menit ke-28 setelah Seol Young-Woo dilanggar di kotak terlarang. Tapi, VAR membatalkan penalti itu karena Seol melanggar Yazan Alarab.<\/p>\n<p>Pada menit ke-32, Korsel tandukan Lee Jae-sung masih menerpa tiang. Pada menit ke-44, giliran Yordania mendapat peluang lewat Yazan Al-Naimat tapi bisa digagalkan kiper Korsel. Skor 0-0 menutup babak pertama.<\/p>\n<p>Masuk di babak kedua, Yordania masih memegang kendali permainan dan berhasil unggul di menit ke-53 lewat Yazan Al-Naimat.<\/p>\n<p>Berawal dari kesalahan pemain Korsel dalam mengoper bola di daerah sendiri, Mousa Al-Taamari merebutnya dan menggiring bola mendekati kotak penalti lalu mengoper kepada Al-Naimat yang menuntaskan dengan mencungkil bola melewati adangan Jo Hyeong-woo. 1-0 Yordania unggul.<\/p>\n<p>Unggul satu gol, Yordania bermain lebih menekan tidak memberikan kesempatan Korsel mengembangkan permainan.<\/p>\n<p>Gol Mousa Al-Taamari di menit ke-66 menambah keunggulan Yordania menjadi 2-0. Al-Taamari melakukan <em>solo run<\/em> dari sisi kanan dan melewati adangan dua pemain Korsel, sebelum menembak dari luar kotak penalti dan bola bersarang di tiang jauh.<\/p>\n<p>Skor 2-0 untuk Yordania bertahan hingga usai dan membawa Yordania lolos ke final. Tim asuhan Adnan Hamad itu menunggu pemenang duel antara Iran vs Qatar yang digelar besok. (<strong>ak<\/strong>)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>lampungbarometer.id &#8211; Yordania\u00a0berhasil mencetak sejarah masuk ke final Piala Asia usai mengalahkan Korea Selatan 2-0 di semifinal Piala Asia 2023. Pada laga semifinal\u00a0yang dihelat\u00a0di Ahmed bin Ali Stadium, Selasa (6\/2\/2024) malam WIB, Yordania langsung tancap gas menekan Korsel sejak menit awal dan langsung mengancam lewat Nizar Mahmoud Al-Rashdan tapi tembakannya bisa ditepis kiper Korsel Jo Hyeong-woo. Yordania terus menekan Korsel sepanjang babak pertama. Korsel sempat mencetak gol pada menit ke-19 lewat kapten Son Heung-min tapi dianulir karena terjebak offside. Korsel mendapat penalti pada menit ke-28 setelah Seol Young-Woo dilanggar di kotak terlarang. Tapi, VAR membatalkan penalti itu karena Seol melanggar Yazan Alarab. Pada menit ke-32, Korsel tandukan Lee Jae-sung masih menerpa tiang. Pada menit ke-44, giliran Yordania mendapat peluang lewat Yazan Al-Naimat tapi bisa digagalkan kiper Korsel. Skor 0-0 menutup babak pertama. Masuk di babak kedua, Yordania masih memegang kendali permainan dan berhasil unggul di menit ke-53 lewat Yazan Al-Naimat. Berawal dari kesalahan pemain Korsel dalam mengoper bola di daerah sendiri, Mousa Al-Taamari merebutnya dan menggiring bola mendekati kotak penalti lalu mengoper kepada Al-Naimat yang menuntaskan dengan mencungkil bola melewati adangan Jo Hyeong-woo. 1-0 Yordania unggul. Unggul satu gol, Yordania bermain lebih menekan tidak memberikan kesempatan Korsel mengembangkan permainan. Gol [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42717,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-42715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42715"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42715\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42722,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42715\/revisions\/42722"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42717"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}