{"id":4264,"date":"2020-02-21T08:43:02","date_gmt":"2020-02-21T01:43:02","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=4264"},"modified":"2020-02-21T08:43:02","modified_gmt":"2020-02-21T01:43:02","slug":"dinas-pariwisata-pesawaran-sosialisasi-branding-logo-kemilau-pesawaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/02\/21\/dinas-pariwisata-pesawaran-sosialisasi-branding-logo-kemilau-pesawaran\/","title":{"rendered":"Dinas Pariwisata Pesawaran Sosialisasi Branding Logo &#8216;Kemilau Pesawaran&#8217;"},"content":{"rendered":"\n<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Bupati Kabupaten Pesawaran H. Dendi Ramadhona K., S.T. diwakili Kepala Dinas Pariwisata Elsyafri Fahrizal, S.H., M.H., memperkenalkan &#8220;Branding Logo Kemilau Pesawaran&#8221; sebagai identitas pariwisata Pesawaran di Ballroom Krakatau View, Pantai Sari Ringgung, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (20\/2\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan yang dihadiri Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, OPD terkait, biro perjalanan, dan kelompok penyedia layanan wisata di Kabupaten Pesawaran,<br>\nKepala Dinas Elsyafri Fahrizal, mewakili Bupati, menyampaikan Kabupaten Pesawaran telah memiliki brand khusus yang dapat digunakan sebagai identitas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG-20200221-WA0014.jpg?resize=300%2C170\" alt=\"\" class=\"wp-image-4267\"\/><figcaption><strong><em>KEPALA <\/em><\/strong><em>Dinas Pariwisata kabupaten Pesawaran Elsyafri Fahrizal mengenalkan Branding Logo Kemilau<\/em> <em>Pesawaran<\/em> <em>di Pantai Sari Ringgung, Kamis (20\/2\/20)<\/em>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>&#8220;Kita telah memiliki brand khusus yang telah menjadi identitas kita, yaitu &#8220;Kemilau Pesawaran,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutny Elsyafri menjelaskan Kabupaten Pesawaran memiliki banyak destinasi wisata yang layak menjadi tempat favorit bagi para wisatawan untuk dikunjungi. Melalui Brand &#8220;Kemilau Pesawaran&#8221; dia berharap seluruh elemen masyarakat lebih meningkatkan promosi dan publikasi  berbagai destinasi wisata yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita memiliki banyak destinasi wisata, tinggal bagaimana kita mempromosikan destinasi tersebut melalui sosialisasi branding ini. Kita coba menunjukkan kepada khalayak tentang potensi-potensi kita,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut Kepala Dinas menegaskan sekaligus mengimbau pihak terkait agar nantinya para pelaku usaha pariwisata dapat menggunakan logo pariwisata Pesawaran &#8220;Kemilau Pesawaran&#8221; dalam setiap kegiatannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNantinya diharapkan semua pelaku usaha khususnya yang berkaitan dengan pariwisata ikut menyebarkan tagline dan logo dari pariwisata Pesawaran melalui produk atau jasa yang mereka tawarkan,\u201d jelas Elsyafri.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Yudiana mengingatkan agar tagline Kemilau Pesawaran ini tidak sekadar menjadi ikon, tetapi dapat memberikan dampak signifikan bagi pariwisata di Pesawaran.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Satu hal yang harus kita perhatikan adalah jangan sampai Tagline &#8220;Kemilau Pesawaran&#8221; ini hanya sekadar menjadi ikon, tapi betul-betul memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan Pariwisata di Pesawaran,&#8221; ujar Yudiana. <strong>(Okto Mandiri)<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Bupati Kabupaten Pesawaran H. Dendi Ramadhona K., S.T. diwakili Kepala Dinas Pariwisata Elsyafri Fahrizal, S.H., M.H., memperkenalkan &#8220;Branding Logo Kemilau Pesawaran&#8221; sebagai identitas pariwisata Pesawaran di Ballroom Krakatau View, Pantai Sari Ringgung, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (20\/2\/2020). Dalam kegiatan yang dihadiri Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, OPD terkait, biro perjalanan, dan kelompok penyedia layanan wisata di Kabupaten Pesawaran, Kepala Dinas Elsyafri Fahrizal, mewakili Bupati, menyampaikan Kabupaten Pesawaran telah memiliki brand khusus yang dapat digunakan sebagai identitas. &#8220;Kita telah memiliki brand khusus yang telah menjadi identitas kita, yaitu &#8220;Kemilau Pesawaran,\u201d katanya. Selanjutny Elsyafri menjelaskan Kabupaten Pesawaran memiliki banyak destinasi wisata yang layak menjadi tempat favorit bagi para wisatawan untuk dikunjungi. Melalui Brand &#8220;Kemilau Pesawaran&#8221; dia berharap seluruh elemen masyarakat lebih meningkatkan promosi dan publikasi berbagai destinasi wisata yang ada. \u201cKita memiliki banyak destinasi wisata, tinggal bagaimana kita mempromosikan destinasi tersebut melalui sosialisasi branding ini. Kita coba menunjukkan kepada khalayak tentang potensi-potensi kita,\u201d katanya. Lebih lanjut Kepala Dinas menegaskan sekaligus mengimbau pihak terkait agar nantinya para pelaku usaha pariwisata dapat menggunakan logo pariwisata Pesawaran &#8220;Kemilau Pesawaran&#8221; dalam setiap kegiatannya. \u201cNantinya diharapkan semua pelaku usaha khususnya yang berkaitan dengan pariwisata ikut menyebarkan tagline dan logo dari pariwisata Pesawaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4266,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-4264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pariwisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4264"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4264\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}