{"id":41809,"date":"2023-12-26T19:52:24","date_gmt":"2023-12-26T12:52:24","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=41809"},"modified":"2023-12-26T19:52:24","modified_gmt":"2023-12-26T12:52:24","slug":"kaesang-pangarep-profesi-guru-seharusnya-diberi-tanda-jasa-yang-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/12\/26\/kaesang-pangarep-profesi-guru-seharusnya-diberi-tanda-jasa-yang-besar\/","title":{"rendered":"Kaesang Pangarep: Profesi Guru Seharusnya Diberi Tanda Jasa yang Besar"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Maluku Utara (LB)<\/strong>: Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI),\u00a0Kaesang Pangarep, tidak setuju dengan peribahasa &#8220;Guru pahlawan tanpa tanda jasa&#8221;. Sebab, menurutnya, seharusnya profesi guru diberikan tanda jasa yang besar.<\/p><\/blockquote>\n<p>&#8220;Saya tidak setuju dengan peribahasa &#8216;guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa&#8217;, karena menurut saya, guru harus diberikan tanda jasa yang sebesar-besarnya,&#8221; kata Kaesang saat berbincang-bincang dengan Influencer di Ternate, Maluku Utara, seperti dikutip dari detikcom, Selasa (26\/12\/2023).<\/p>\n<p>&#8220;Profesi guru bertugas mendidik anak-anak, sehingga guru memiliki andil besar dalam mencetak anak-anak muda yang berkualitas,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, ini juga salah satu yang pengin kami perjuangkan di PSI, yaitu kesejahteraan guru. Kami ingin guru bisa fokus mendidik anak-anak dan mencetak anak-anak muda yang berkualitas,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Dengan demikian, ujarnya, kesejahteraan guru harus dapat lebih diperhatikan. Dia meyakini apabila kesejahteraan guru cukup maka para guru dapat fokus dengan tugasnya mendidik anak-anak dan tidak perlu mencari pekerjaan sampingan.<\/p>\n<p>&#8220;Kesejahteraan yang cukup untuk para guru harus diperhatikan, sehingga guru tidak perlu mencari pekerjaan kedua atau ketiga,&#8221; pungkasnya. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maluku Utara (LB): Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI),\u00a0Kaesang Pangarep, tidak setuju dengan peribahasa &#8220;Guru pahlawan tanpa tanda jasa&#8221;. Sebab, menurutnya, seharusnya profesi guru diberikan tanda jasa yang besar. &#8220;Saya tidak setuju dengan peribahasa &#8216;guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa&#8217;, karena menurut saya, guru harus diberikan tanda jasa yang sebesar-besarnya,&#8221; kata Kaesang saat berbincang-bincang dengan Influencer di Ternate, Maluku Utara, seperti dikutip dari detikcom, Selasa (26\/12\/2023). &#8220;Profesi guru bertugas mendidik anak-anak, sehingga guru memiliki andil besar dalam mencetak anak-anak muda yang berkualitas,&#8221; ujarnya. &#8220;Nah, ini juga salah satu yang pengin kami perjuangkan di PSI, yaitu kesejahteraan guru. Kami ingin guru bisa fokus mendidik anak-anak dan mencetak anak-anak muda yang berkualitas,&#8221; imbuhnya. Dengan demikian, ujarnya, kesejahteraan guru harus dapat lebih diperhatikan. Dia meyakini apabila kesejahteraan guru cukup maka para guru dapat fokus dengan tugasnya mendidik anak-anak dan tidak perlu mencari pekerjaan sampingan. &#8220;Kesejahteraan yang cukup untuk para guru harus diperhatikan, sehingga guru tidak perlu mencari pekerjaan kedua atau ketiga,&#8221; pungkasnya. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":41810,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-41809","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41809","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41809"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41809\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41811,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41809\/revisions\/41811"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}