{"id":41638,"date":"2023-12-22T08:51:29","date_gmt":"2023-12-22T01:51:29","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=41638"},"modified":"2023-12-22T08:51:29","modified_gmt":"2023-12-22T01:51:29","slug":"wakapolri-keragaman-budaya-membuat-lampung-jadi-miniatur-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/12\/22\/wakapolri-keragaman-budaya-membuat-lampung-jadi-miniatur-indonesia\/","title":{"rendered":"Wakapolri: Keragaman Budaya Membuat Lampung Jadi Miniatur Indonesia"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Wakapolri Komjen Pol. Agus Andrianto mengatakan keragaman budaya dan toleransi di Provinsi Lampung perlu dicontoh daerah lain di Indonesia. Menurutnya, kerukunan antarmasyarakat di Lampung adalah perwujudan &#8220;Indonesia&#8221; yang sesungguhnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>&#8220;Kebhinekaan, heterogenitas yang ada di Lampung merupakan miniatur Indonesia,&#8221; kata Agus saat menghadiri Pergelaran Lintas Budaya dan Silaturahmi Kebangsaan di GSG Universitas Lampung (Unila), Kamis (21\/12\/2023) malam.<\/p>\n<p>Wakapolri mengatakan kerukunan dan keberagaman ini harus dijaga dan dilestarikan, tidak boleh terputus begitu saja.<\/p>\n<p>&#8220;Tentunya ini harus dijaga, harus lebih toleran dan lebih menghargai satu sama lain,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Menurutnya hal inilah bentuk negara Indonesia sebenarnya. Perbedaan budaya, agama dan suku yang ada tidak menjadi penghalangi rasa persatuan dan kesatuan.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak perlu dicari perbedaannya, itulah indahnya,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Secara khusus, Agus menitipkan amanah kepada Polda Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk melakukan pembinaan kebudayaan sehingga kebudayaan yang lahir dari komunitas-komunitas bisa berkembang. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Wakapolri Komjen Pol. Agus Andrianto mengatakan keragaman budaya dan toleransi di Provinsi Lampung perlu dicontoh daerah lain di Indonesia. Menurutnya, kerukunan antarmasyarakat di Lampung adalah perwujudan &#8220;Indonesia&#8221; yang sesungguhnya. &#8220;Kebhinekaan, heterogenitas yang ada di Lampung merupakan miniatur Indonesia,&#8221; kata Agus saat menghadiri Pergelaran Lintas Budaya dan Silaturahmi Kebangsaan di GSG Universitas Lampung (Unila), Kamis (21\/12\/2023) malam. Wakapolri mengatakan kerukunan dan keberagaman ini harus dijaga dan dilestarikan, tidak boleh terputus begitu saja. &#8220;Tentunya ini harus dijaga, harus lebih toleran dan lebih menghargai satu sama lain,&#8221; kata dia. Menurutnya hal inilah bentuk negara Indonesia sebenarnya. Perbedaan budaya, agama dan suku yang ada tidak menjadi penghalangi rasa persatuan dan kesatuan. &#8220;Tidak perlu dicari perbedaannya, itulah indahnya,&#8221; kata dia. Secara khusus, Agus menitipkan amanah kepada Polda Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk melakukan pembinaan kebudayaan sehingga kebudayaan yang lahir dari komunitas-komunitas bisa berkembang. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":41639,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[348],"tags":[],"class_list":["post-41638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-polda-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41638"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41638\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41640,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41638\/revisions\/41640"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41639"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}