{"id":40330,"date":"2023-09-21T16:52:33","date_gmt":"2023-09-21T09:52:33","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=40330"},"modified":"2023-10-23T21:56:31","modified_gmt":"2023-10-23T14:56:31","slug":"unila-terima-hibah-lahan-150-ha-di-kotabaru-untuk-kampus-ii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/09\/21\/unila-terima-hibah-lahan-150-ha-di-kotabaru-untuk-kampus-ii\/","title":{"rendered":"Unila Terima Hibah Lahan 150 Ha di Kotabaru Untuk Kampus II"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Universitas Lampung mendapatkan hibah lahan seluas 150 hektare di Kotabaru melalui kolaborasi dan sinergitas dengan Pemerintah Provinsi Lampung, untuk pengembangan sarana pendidikan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Penandatanganan prasasti hibah lahan dilakukan Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afrianidan Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi disaksikan jajaran forkopimda Provinsi Lampung, wakil rektor Unila, para dekan, kepala biro, ketua lembaga, kepala UPT, dosen dan tendik di lingkungan Unila, Kamis (21\/9\/2023).<\/p>\n<p>Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyampaikan hibah lahan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang berkualitas untuk meningkatkan sumber daya manusia masyarakat Lampung. Selain itu, hibah lahan ini juga menunjukkan kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap dunia pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cKami ucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung Bapak Arinal Djunaidi atas dukungannya terhadap Unila dan masa depan pendidikan Provinsi Lampung. Unila segera membuat <em>masterplan<\/em> dalam pembangunan Kampus II dan mengkaji terkait kebermanfaatannya bagi masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan penandatanganan prasasti Kampus II Unila merupakan bagian dari visi rakyat pada misi ketiga yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>\u201cDiharapkan dengan adanya rencana pembangunan Kampus II Unila dapat menjadi <em>trigger<\/em> bagi pengembangan Kotabaru dan menjawab tantangan bidang pendidikan Provinsi Lampung di masa depan,\u201d ujar Arinal.<\/p>\n<p>Dengan penandatanganan prasasti ini, Unila berharap dapat melahirkan lebih banyak lulusan yang berkompeten dan berkontribusi bagi pembangunan Sai Bumi Ruwa Jurai. (unl)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Universitas Lampung mendapatkan hibah lahan seluas 150 hektare di Kotabaru melalui kolaborasi dan sinergitas dengan Pemerintah Provinsi Lampung, untuk pengembangan sarana pendidikan. Penandatanganan prasasti hibah lahan dilakukan Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afrianidan Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi disaksikan jajaran forkopimda Provinsi Lampung, wakil rektor Unila, para dekan, kepala biro, ketua lembaga, kepala UPT, dosen dan tendik di lingkungan Unila, Kamis (21\/9\/2023). Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyampaikan hibah lahan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang berkualitas untuk meningkatkan sumber daya manusia masyarakat Lampung. Selain itu, hibah lahan ini juga menunjukkan kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap dunia pendidikan. \u201cKami ucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung Bapak Arinal Djunaidi atas dukungannya terhadap Unila dan masa depan pendidikan Provinsi Lampung. Unila segera membuat masterplan dalam pembangunan Kampus II dan mengkaji terkait kebermanfaatannya bagi masyarakat,\u201d ujarnya. Sementara itu, Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan penandatanganan prasasti Kampus II Unila merupakan bagian dari visi rakyat pada misi ketiga yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung. \u201cDiharapkan dengan adanya rencana pembangunan Kampus II Unila dapat menjadi trigger bagi pengembangan Kotabaru dan menjawab tantangan bidang pendidikan Provinsi Lampung di masa depan,\u201d ujar Arinal. Dengan penandatanganan prasasti ini, Unila berharap dapat melahirkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":40331,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-40330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40330"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40332,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40330\/revisions\/40332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}