{"id":39560,"date":"2023-10-04T18:35:34","date_gmt":"2023-10-04T11:35:34","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=39560"},"modified":"2023-11-30T23:11:13","modified_gmt":"2023-11-30T16:11:13","slug":"warga-desa-sukajaya-lempasing-terima-bantuan-beras-10-kilogram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/10\/04\/warga-desa-sukajaya-lempasing-terima-bantuan-beras-10-kilogram\/","title":{"rendered":"Warga Desa Sukajaya Lempasing Terima Bantuan Beras 10 Kilogram"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Pemerintah Desa Sukajaya Lempasing menyalurkan bantuan beras pemerintah kepada 538 keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing menerima sebanyak 10 kilogram.<\/p><\/blockquote>\n<p>Beras bantuan diserahkan langsung kepada warga penerima oleh Kepala Desa Edi Susanto diwakili Kaur Kesra M. Nurhidayat di Kantor Desa Sukajaya Lempasing, Rabu (4\/10\/2023), yang dihadiri oleh seluruh perangkat desa.<\/p>\n<p>&#8220;Hari ini kita menyalurkan bantuan beras kepada 538 KPM, semoga bisa membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari hari. Apalagi sekarang lagi musim kemarau, harga beras melonjak,&#8221; ucap M. Nurhidayat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mewakili Kepala Desa menyalurkan beras bantuan kepada 538 KPM karena kepala desa sedang mengikuti pelatihan aparatur desa di Bandar Lampung,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Kepala Desa melalui Kaur Kesra menjelaskan beras ini adalah bantuan Pemerintah melalui Dinas Sosial. Pemerintah Desa, ujarnya, hanya menyalurkan kepada nama-nama yang sudah ditentukan oleh Dinas Sosial.<\/p>\n<p>Uminah (58), warga Dusun Sukamulya mengatakan bantuan beras ini sangat membantu. Dia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah memberikan bantuan.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih hari ini saya menerima bantuan beras 10 kilogram dari pemerintah. Semoga Desa Lempasing semakin maju,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Ucapan terima kasih juga disampaikan Amanah (51), warga Dusun 03 Batu Menyan Baru. Dia mengaku bantuan ini sangat berarti, apalagi saat ini harga beras mahal.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih saya dapat bantuan beras, bantuan ini sangat berarti karena beras sekarang ini harganya mahal ditambah lagi musim kemarau panjang, semua tanaman pada mati,&#8221; katanya. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Pemerintah Desa Sukajaya Lempasing menyalurkan bantuan beras pemerintah kepada 538 keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing menerima sebanyak 10 kilogram. Beras bantuan diserahkan langsung kepada warga penerima oleh Kepala Desa Edi Susanto diwakili Kaur Kesra M. Nurhidayat di Kantor Desa Sukajaya Lempasing, Rabu (4\/10\/2023), yang dihadiri oleh seluruh perangkat desa. &#8220;Hari ini kita menyalurkan bantuan beras kepada 538 KPM, semoga bisa membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari hari. Apalagi sekarang lagi musim kemarau, harga beras melonjak,&#8221; ucap M. Nurhidayat. &#8220;Saya mewakili Kepala Desa menyalurkan beras bantuan kepada 538 KPM karena kepala desa sedang mengikuti pelatihan aparatur desa di Bandar Lampung,&#8221; ucapnya. Kepala Desa melalui Kaur Kesra menjelaskan beras ini adalah bantuan Pemerintah melalui Dinas Sosial. Pemerintah Desa, ujarnya, hanya menyalurkan kepada nama-nama yang sudah ditentukan oleh Dinas Sosial. Uminah (58), warga Dusun Sukamulya mengatakan bantuan beras ini sangat membantu. Dia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah memberikan bantuan. &#8220;Terima kasih hari ini saya menerima bantuan beras 10 kilogram dari pemerintah. Semoga Desa Lempasing semakin maju,&#8221; ucapnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan Amanah (51), warga Dusun 03 Batu Menyan Baru. Dia mengaku bantuan ini sangat berarti, apalagi saat ini harga beras mahal. &#8220;Terima kasih saya dapat bantuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":39561,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-39560","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39560"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39560\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39562,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39560\/revisions\/39562"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}