{"id":39436,"date":"2023-09-29T20:30:11","date_gmt":"2023-09-29T13:30:11","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=39436"},"modified":"2023-09-29T20:30:11","modified_gmt":"2023-09-29T13:30:11","slug":"polri-gandeng-ustaz-dasad-latif-dorong-pemilu-damai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/09\/29\/polri-gandeng-ustaz-dasad-latif-dorong-pemilu-damai\/","title":{"rendered":"Polri Gandeng Ustaz Das&#8217;ad Latif Dorong Pemilu Damai"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggandeng para ulama untuk meredam isu-isu negatif yang berkaitan dengan Pemilu 2024, salah satunya yakni ustaz kondang, Das&#8217;ad Latif.<\/p><\/blockquote>\n<p>Polri berupaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan mencegah polarisasi yang kemungkinan terjadi pada Pemilu 2024 mendatang. Pasalnya, akan banyak isu-isu SARA dan juga provokasi di media sosial yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan Bangsa<\/p>\n<p>Sebagai perwakilan dari Polri, Wakabareskrim Irjen Asep Edi Suheri menemui Ustaz Das&#8217;ad Latif di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28\/9\/2923). Jenderal bintang dua yang mendapat amanat sebagai Kepala Operasi Nusantara Cooling System&#8217; (Kaops NCS) meminta petuah ustaz asal Makassar, Sulawesi Selatan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Alhamdulillah<\/em>, Ustaz Das&#8217;ad Latif bersedia membantu tugas Polri,&#8221; kata Irjen Asep Edi dalam keterangannya, Jumat (29\/9\/2023).<\/p>\n<p>Selain itu, Asep menuturkan Ustaz Das&#8217;ad Latif juga bersedia melakukan safari dakwah, bahkan akan menjembatani dengan tokoh-tokoh agama lainnya untuk membantu tugas Polri dalam <em>cooling system<\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;Ustaz juga akan berdakwah dan menjembatani dengan tokoh-tokoh agama di wilayah yang menjadi atensi dan eskalasi tinggi terkait kerawanan dalam rangkaian Pemilu 2024,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Irjen Asep juga berharap masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan meskipun berbeda pilihan dalam Pemilu 2024 mendatang. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggandeng para ulama untuk meredam isu-isu negatif yang berkaitan dengan Pemilu 2024, salah satunya yakni ustaz kondang, Das&#8217;ad Latif. Polri berupaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan mencegah polarisasi yang kemungkinan terjadi pada Pemilu 2024 mendatang. Pasalnya, akan banyak isu-isu SARA dan juga provokasi di media sosial yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan Bangsa Sebagai perwakilan dari Polri, Wakabareskrim Irjen Asep Edi Suheri menemui Ustaz Das&#8217;ad Latif di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28\/9\/2923). Jenderal bintang dua yang mendapat amanat sebagai Kepala Operasi Nusantara Cooling System&#8217; (Kaops NCS) meminta petuah ustaz asal Makassar, Sulawesi Selatan tersebut. &#8220;Alhamdulillah, Ustaz Das&#8217;ad Latif bersedia membantu tugas Polri,&#8221; kata Irjen Asep Edi dalam keterangannya, Jumat (29\/9\/2023). Selain itu, Asep menuturkan Ustaz Das&#8217;ad Latif juga bersedia melakukan safari dakwah, bahkan akan menjembatani dengan tokoh-tokoh agama lainnya untuk membantu tugas Polri dalam cooling system. &#8220;Ustaz juga akan berdakwah dan menjembatani dengan tokoh-tokoh agama di wilayah yang menjadi atensi dan eskalasi tinggi terkait kerawanan dalam rangkaian Pemilu 2024,&#8221; tandasnya. Irjen Asep juga berharap masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan meskipun berbeda pilihan dalam Pemilu 2024 mendatang. (*\/Red)<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":39437,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,407],"tags":[],"class_list":["post-39436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-tni-polri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39436"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39436\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39438,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39436\/revisions\/39438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}