{"id":39315,"date":"2023-09-25T11:41:41","date_gmt":"2023-09-25T04:41:41","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=39315"},"modified":"2023-09-25T11:41:41","modified_gmt":"2023-09-25T04:41:41","slug":"komisi-iii-dpr-mulai-fit-and-proper-test-calon-hakim-mk-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/09\/25\/komisi-iii-dpr-mulai-fit-and-proper-test-calon-hakim-mk-2023\/","title":{"rendered":"Komisi III DPR Mulai &#8216;Fit And Proper Test&#8217; Calon Hakim MK 2023"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Hari ini sampai besok, Komisi III DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan (<em>fit and proper test<\/em>)\u00a0calon hakim konstitusi\u00a0Tahun 2023. Terdapat 7 nama yang akan diuji, termasuk Wakil Ketua MPR\u00a0Arsul Sani\u00a0yang menjadi calon hakim\u00a0Mahkamah Konstitusi (MK).<\/p><\/blockquote>\n<p>Seperti dikutip dari\u00a0detikcom, Senin (25\/9\/2023), uji kelayakan dan kepatutan dimulai sejak Pukul 10.20 WIB di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memimpin rapat pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan itu.<\/p>\n<p>Sebanyak 5 calon hakim konstitusi dijadwalkan diuji hari ini, sedangkan 2 lainnya dijadwalkan besok sejak Pukul 14.00 WIB.<\/p>\n<p>Pada hari terakhir, Komisi III DPR akan mengambil keputusan pemilihan dan penetapan calon hakim konstitusi dari unsur DPR RI ini. Komisi III DPR akan mencari satu nama untuk menggantikan Wahiduddin Adams.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan memilih satu putra terbaik bangsa sebagai hakim MK menggantikan Pak Wahiduddin Adams,&#8221; kata Habiburokhman.<\/p>\n<p>Habiburokhman memastikan proses uji kelayakan calon hakim MK akan dilakukan transparan. Dia menyebut publik bisa menyampaikan langsung masukan-masukan secara tertulis.<\/p>\n<p>&#8220;Proses akan berlangsung terbuka dan transparan. Kami persilakan masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut secara langsung dan sekaligus bisa juga menyampaikan masukan secara tertulis,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Berikut ini nama-nama calon hakim MK yang akan diuji DPR:<\/p>\n<p>1. Reny Halida Ilham Malik<br \/>\n2. Firdaus Dewilmar<br \/>\n3. Elita Rahmi<br \/>\n4. Aidul Fitriciada Azhari<br \/>\n6. Abdul Latif<br \/>\n7 Haridi Hasan<br \/>\n8. Arsul Sani. (**)<\/p>\n<p><em>Editor: A. Kurniawan<\/em><br \/>\n<em>Foto: net<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Hari ini sampai besok, Komisi III DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test)\u00a0calon hakim konstitusi\u00a0Tahun 2023. Terdapat 7 nama yang akan diuji, termasuk Wakil Ketua MPR\u00a0Arsul Sani\u00a0yang menjadi calon hakim\u00a0Mahkamah Konstitusi (MK). Seperti dikutip dari\u00a0detikcom, Senin (25\/9\/2023), uji kelayakan dan kepatutan dimulai sejak Pukul 10.20 WIB di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memimpin rapat pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan itu. Sebanyak 5 calon hakim konstitusi dijadwalkan diuji hari ini, sedangkan 2 lainnya dijadwalkan besok sejak Pukul 14.00 WIB. Pada hari terakhir, Komisi III DPR akan mengambil keputusan pemilihan dan penetapan calon hakim konstitusi dari unsur DPR RI ini. Komisi III DPR akan mencari satu nama untuk menggantikan Wahiduddin Adams. &#8220;Kami akan memilih satu putra terbaik bangsa sebagai hakim MK menggantikan Pak Wahiduddin Adams,&#8221; kata Habiburokhman. Habiburokhman memastikan proses uji kelayakan calon hakim MK akan dilakukan transparan. Dia menyebut publik bisa menyampaikan langsung masukan-masukan secara tertulis. &#8220;Proses akan berlangsung terbuka dan transparan. Kami persilakan masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut secara langsung dan sekaligus bisa juga menyampaikan masukan secara tertulis,&#8221; ujar dia. Berikut ini nama-nama calon hakim MK yang akan diuji DPR: 1. Reny Halida Ilham Malik 2. Firdaus Dewilmar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":39316,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-39315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39315"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39317,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39315\/revisions\/39317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}