{"id":39174,"date":"2023-09-20T22:47:04","date_gmt":"2023-09-20T15:47:04","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=39174"},"modified":"2023-12-01T00:31:47","modified_gmt":"2023-11-30T17:31:47","slug":"blt-dd-tahap-3-cair-28-kpm-desa-cilimus-terima-rp-900-ribu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/09\/20\/blt-dd-tahap-3-cair-28-kpm-desa-cilimus-terima-rp-900-ribu\/","title":{"rendered":"BLT-DD Tahap 3 Cair, 28 KPM Desa Cilimus Terima Rp 900 Ribu"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Pemerintah Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 28 keluarga penerima manfaat (KPM) sejumlah Rp900 ribu.<\/p><\/blockquote>\n<p>Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Nurul Listiyana, S.Si. di Kantor Desa Cilimus, Rabu (13\/9\/2023).<\/p>\n<p>Saat menyerahkan bantuan, Nurul berpesan kepada 28 warga penerima agar menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.<\/p>\n<p>Selanjutnya Nurul menyampaikan bantuan ini digulirkan Pemerintah Pusat melalui dana desa. Tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kepada Bapak dan Ibu yang menerima bantuan tolong belanjakan uang bantuan yang diterima untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bukan untuk yang lain,&#8221; ucap Kades Nurul.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Saad (46) kepada lampungbarometer.id, mengatakan bantuan ini sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cilimus yang telah menyalurkan bantuan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih kepada Pemerintah Desa Cilimus yang telah menyalurkan bantuan ini. Uang bantuan ini sangat membantu karena akan digunakan untuk membeli beras dan biaya anak sekolah,&#8221; ujar Saad.<\/p>\n<p>Ucapan yang sama disampaikan Sabah (75), warga RT 01, Dusun Kampung Baru yang mengatakan bantuan yang diterimanya akan digunakan untuk membeli beras dan lauk pauk.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih Bu Kades, bantuan ini memang sangat dibutuhkan untuk membeli beras dan lauk-pauk, apalagi sekarang ini lagi musim kemarau. Semoga Bu Kades selalu diberi kesehatan,&#8221; ujarnya. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Pemerintah Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 28 keluarga penerima manfaat (KPM) sejumlah Rp900 ribu. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Nurul Listiyana, S.Si. di Kantor Desa Cilimus, Rabu (13\/9\/2023). Saat menyerahkan bantuan, Nurul berpesan kepada 28 warga penerima agar menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Selanjutnya Nurul menyampaikan bantuan ini digulirkan Pemerintah Pusat melalui dana desa. Tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. &#8220;Jadi kepada Bapak dan Ibu yang menerima bantuan tolong belanjakan uang bantuan yang diterima untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bukan untuk yang lain,&#8221; ucap Kades Nurul. Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Saad (46) kepada lampungbarometer.id, mengatakan bantuan ini sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Cilimus yang telah menyalurkan bantuan tersebut. &#8220;Terima kasih kepada Pemerintah Desa Cilimus yang telah menyalurkan bantuan ini. Uang bantuan ini sangat membantu karena akan digunakan untuk membeli beras dan biaya anak sekolah,&#8221; ujar Saad. Ucapan yang sama disampaikan Sabah (75), warga RT 01, Dusun Kampung Baru yang mengatakan bantuan yang diterimanya akan digunakan untuk membeli beras dan lauk pauk. &#8220;Terima kasih Bu Kades, bantuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":39175,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-39174","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39174"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39174\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41312,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39174\/revisions\/41312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}