{"id":38927,"date":"2023-09-09T10:12:18","date_gmt":"2023-09-09T03:12:18","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=38927"},"modified":"2023-09-09T10:13:58","modified_gmt":"2023-09-09T03:13:58","slug":"mengandung-purin-tinggi-5-ikan-ini-tidak-boleh-dikonsumsi-penderita-asam-urat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/09\/09\/mengandung-purin-tinggi-5-ikan-ini-tidak-boleh-dikonsumsi-penderita-asam-urat\/","title":{"rendered":"Mengandung Purin Tinggi, 5 Ikan Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Urat"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>LAMPUNGBAROMETER.ID<\/strong> &#8211; Penderita asam urat biasanya menghindari sayuran hijau dan mengonsumsi ikan. Namun, ternyata tidak semua jenis ikan bisa dikonsumsi oleh penderita asam urat karena memiliki kandungan purin yang tinggi.<\/p><\/blockquote>\n<p>Penyakit asam urat adalah kondisi peradangan yang bisa menimbulkan rasa nyeri intens di persendian. Kondisi ini terjadi saat asam urat menumpuk dan membentuk kristal di area persendian dan sekitarnya.<\/p>\n<p>Biang kerok timbulnya penyakit ini adalah zat purin yang tinggi. Purin merupakan zat alami yang berperan mengatur pertumbuhan sel hingga menyediakan energi. Purin sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh, tapi kadar purin yang terlalu tinggi dapat meningkatkan produksi asam urat.<\/p>\n<p><strong>Gejala asam urat<\/strong><\/p>\n<p>Gejala asam urat hampir selalu muncul secara mendadak dan sering terjadi pada malam hari. Berikut di antaranya tanda asam urat, mengutip laman\u00a0Mayo Clinic.<\/p>\n<p>1. Nyeri sendi intens<br \/>\nMeskipun umumnya menyerang jempol kaki, namun nyeri akibat asam urat bisa terjadi di sendi mana pun. Persendian lain yang sering terkena di antaranya pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari. Rasa sakit bisa bertahan 4-12 jam pertama.<\/p>\n<p>2. Rasa tidak nyaman yang bertahan lama<br \/>\nSetelah nyeri parah mereda, sendi akan terasa tidak nyaman. Biasanya, rasa tidak nyaman ini akan berlangsung selama hitungan hari hingga minggu.<\/p>\n<p>3. Bengkak dan kemerahan<br \/>\nPersendian yang terkena biasanya akan menjadi bengkak, hangat saat diraba, dan kemerahan.<\/p>\n<p>4. Sulit bergerak<br \/>\nSeiring berkembangnya penyakit, asam urat bisa membuat penderitanya kesulitan menggerakkan persendian secara normal.<\/p>\n<p><strong>Jenis Ikan yang tidak boleh dikonsumsi penderita asam urat<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun ikan adalah sumber protein hewani terbaik dan mengandung lemak sehat yang dibutuhkan tubuh, beberapa jenis ikan memiliki kandungan purin tinggi yang perlu dihindari penderita asam urat.<\/p>\n<p>Berikut ikan yang tak boleh dimakan penderita asam urat, mengutip berbagai sumber.<\/p>\n<p>1. Ikan teri<\/p>\n<div id=\"attachment_38928\" style=\"width: 458px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-38928\" class=\"wp-image-38928 size-full\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Ikan-Teri-Basah.jpg\" alt=\"\" width=\"448\" height=\"336\" \/><p id=\"caption-attachment-38928\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>Ikan teri<\/strong> sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita asam urat.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Pada dasarnya, ikan ini mengandung banyak nutrisi, mulai dari vitamin B3, B12, hingga selenium. Ikan teri juga baik bagi pertumbuhan tulang yang kuat.<\/p>\n<p>Namun, mengutip\u00a0Very Well Health, ikan teri bisa memicu produksi asam urat. Per 100 gram ikan teri mengandung sekitar 410 miligram purin.<\/p>\n<p>2. Ikan trout<\/p>\n<div id=\"attachment_38929\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-38929\" class=\"wp-image-38929 size-full\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Female_Rainbow_Trout_in_hand.jpg\" alt=\"\" width=\"440\" height=\"196\" \/><p id=\"caption-attachment-38929\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>Ikan<\/strong> trout jenis pelangi.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Trout adalah nama untuk sejumlah jenis ikan air tawar genus Oncorhynchus, Salmo dan Salvelinus, semua Salmoninae subfamili dari keluarga Salmonidae<\/p>\n<p>Ikan trout dikenal sebagai ikan yang mengandung kolesterol. Tapi selain kolesterol, ikan satu ini juga tinggi purin. Dalam setiap 100 gram ikan trout terkandung sekitar 297 miligram purin. Walaupun masih ada di bawah batas yang ditentukan (400 miligram), konsumsi ikan trout tetap perlu dibatasi.<\/p>\n<p>3. Ikan tuna<\/p>\n<p>Tuna kaya nutrisi, mulai dari vitamin C, B6, D, zat besi, magnesium, dan kalsium. Sayangnya, ikan tuna juga bisa berbahaya bagi penderita asam urat. Ada sekitar 257 miligram purin per 100 gram ikan tuna.<\/p>\n<p>4. Ikan sarden<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-38930 size-full\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/thumb_2ce60-blog-2_adaptiveResize_1102_621.jpg\" alt=\"\" width=\"1102\" height=\"621\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/thumb_2ce60-blog-2_adaptiveResize_1102_621.jpg 1102w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/thumb_2ce60-blog-2_adaptiveResize_1102_621-768x433.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1102px) 100vw, 1102px\" \/><\/p>\n<p>Sarden jadi salah satu ikan yang paling mudah diolah. Ikan ini juga hadir dalam bentuk kalengan yang tinggal dipanaskan. Namun perlu dicatat, dalam setiap 100 gram ikan sarden terkandung 210 miligram purin. Orang dengan asam urat perlu mewaspadainya.<\/p>\n<p>5. Ikan makarel<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-38931 size-full\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ScreenShot2016-05-15at11.39.22.png\" alt=\"\" width=\"591\" height=\"376\" \/><br \/>\nJenis ikan makarel tertentu juga dikenal tinggi purin. Ikan itu adalah Pacific jack mackerel. Dalam setiap 100 gram ikan makarel ini terdapat sekitar 246 miligram purin.<\/p>\n<p>Tips memasak ikan untuk penderita asam urat<\/p>\n<p>Menghindari jenis ikan tertentu sebenarnya jadi pilihan ideal. Namun faktanya pilihan itu tak selalu praktis. Karena itu, penting mengetahui metode memasak ikan yang digunakan. Cara merebus atau mengukus diketahui dapat mengurangi keseluruhan kandungan purin pada ikan.<\/p>\n<p>Para peneliti telah menemukan hubungan antara risiko hiperurisemia (kadar asam urat tinggi) dengan konsumsi ikan mentah seperti pada sashimi atau sushi serta ikan bakar.<\/p>\n<p>Nah, bagi SahabatBarometer penderita asam urat, mulai sekarang cobalah merebus atau mengukus untuk mengonsumsi beberapa ikan yang tidak boleh dimakan penderita asam urat. Semoga bermanfaat. (*\/R)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMPUNGBAROMETER.ID &#8211; Penderita asam urat biasanya menghindari sayuran hijau dan mengonsumsi ikan. Namun, ternyata tidak semua jenis ikan bisa dikonsumsi oleh penderita asam urat karena memiliki kandungan purin yang tinggi. Penyakit asam urat adalah kondisi peradangan yang bisa menimbulkan rasa nyeri intens di persendian. Kondisi ini terjadi saat asam urat menumpuk dan membentuk kristal di area persendian dan sekitarnya. Biang kerok timbulnya penyakit ini adalah zat purin yang tinggi. Purin merupakan zat alami yang berperan mengatur pertumbuhan sel hingga menyediakan energi. Purin sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh, tapi kadar purin yang terlalu tinggi dapat meningkatkan produksi asam urat. Gejala asam urat Gejala asam urat hampir selalu muncul secara mendadak dan sering terjadi pada malam hari. Berikut di antaranya tanda asam urat, mengutip laman\u00a0Mayo Clinic. 1. Nyeri sendi intens Meskipun umumnya menyerang jempol kaki, namun nyeri akibat asam urat bisa terjadi di sendi mana pun. Persendian lain yang sering terkena di antaranya pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari. Rasa sakit bisa bertahan 4-12 jam pertama. 2. Rasa tidak nyaman yang bertahan lama Setelah nyeri parah mereda, sendi akan terasa tidak nyaman. Biasanya, rasa tidak nyaman ini akan berlangsung selama hitungan hari hingga minggu. 3. Bengkak dan kemerahan Persendian yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":38933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,13],"tags":[],"class_list":["post-38927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","category-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38927"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38932,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38927\/revisions\/38932"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}