{"id":38568,"date":"2023-08-21T09:24:44","date_gmt":"2023-08-21T02:24:44","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=38568"},"modified":"2023-08-21T09:24:44","modified_gmt":"2023-08-21T02:24:44","slug":"mulai-dibangun-warga-berharap-jembatan-pahumungan-selesai-tepat-waktu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/08\/21\/mulai-dibangun-warga-berharap-jembatan-pahumungan-selesai-tepat-waktu\/","title":{"rendered":"Mulai Dibangun, Warga Berharap Jembatan Pahumungan Selesai Tepat Waktu"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Warga Pahumungan, Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran mengaku senang jembatan penghubung utama yang sempat ambrol kini mulai dibangun, mereka berharap jembatan ini bisa selesai tepat waktu.<\/p><\/blockquote>\n<p>Salah satu warga yang biasa melewati ruas jalan ini, Neni (37) kepada lampungbarometer.id menyampaikan harapannya pembangunan jembatan tersebut dapat segera rampung. Sebab, dia mengatakan jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Pahumungan dengan wilayah luar.<\/p>\n<p>&#8220;Kami senang jembatan ini sudah mulai dibangun sekitar 15 hari inilah. Mudah-mudahan pengerjaannya selesai tepat waktu,&#8221; ucap ibu tiga anak ini, Senin (21\/8\/2023).<\/p>\n<p>Harapan yang sama juga disampaikan warga lainnya Amwir (32). Menurut Amwir, jembatan ini adalah akses satu-satunya. Saat ini, ujarnya warga harus melewati jembatan sementara berupa jembatan papan yang sangat berisiko, terutama bagi anak sekolah.<\/p>\n<div id=\"attachment_38569\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-38569\" class=\"wp-image-38569 size-full\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG_20230818_170243_750.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG_20230818_170243_750.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG_20230818_170243_750-768x576.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-38569\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TAMPAK<\/strong> jembatan yang dilintasi warga setiap hari jika hendak keluar atau masuk ke Pahumungan, Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, selama perbaikan jembatan belum selesai. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Semoga pembangunan jembatan ini segera selesai. Sekarang penggunaan jalan harus melalui jembatan papan, khawatir juga kalau ada ibu-ibu atau anak sekolah yang melintas, apalagi kalau hujan. Memang belum ada kejadian ada pengguna yang jatuh, semoga jangan sampai terjadi, tapi tetap saja khawatir,&#8221; ujar ayah satu anak yang berprofesi sebagai petani ini.<\/p>\n<p>Amwir juga mengatakan rusaknya jembatan Pahumungan juga berpengaruh terhadap petani. Sebab, ujarnya, dengan kondisi jembatan yang sempat ambrol maka biaya transportasi angkutan hasil panen petani jadi bertambah.<\/p>\n<p>&#8220;Karena jembatannya jebol maka biaya angkut hasil panen juga semakin mahal. Jadi kita berharap pembangunan jembatan ini cepat selesai,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, berdasar pantauan media ini di lokasi pembangunan jembatan, Jumat (18\/8\/2023), tampak beberapa pekerja sedang memasang cakar ayam bakal tiang jembatan.<\/p>\n<p>Salah satu pekerja yang mengaku bernama Edi mengatakan pekerjaan ini diperkirakan selesai Desember tahun ini. &#8220;Pengerjaan jembatan ini sudah dimulai sekitar 15 hari, sekarang kita lagi nunggu material yang sedang dikirim,&#8221; ucap Edi yang mengaku sebagai konsultan, saat ditemui di lokasi proyek.<\/p>\n<p>Berdasarkan plang proyek yang terpasang di lokasi, proyek pembangunan Jembatan Pahumungan senilai Rp787.365.000.000 ini menggunakan anggaran APBD Kabupaten Pesawaran Tahun 2023 yang pelaksanaannya dikerjakan CV Galih Pratama Jaya dengan waktu Pelaksanaan 180 hari kalender. (Yadi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Warga Pahumungan, Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran mengaku senang jembatan penghubung utama yang sempat ambrol kini mulai dibangun, mereka berharap jembatan ini bisa selesai tepat waktu. Salah satu warga yang biasa melewati ruas jalan ini, Neni (37) kepada lampungbarometer.id menyampaikan harapannya pembangunan jembatan tersebut dapat segera rampung. Sebab, dia mengatakan jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Pahumungan dengan wilayah luar. &#8220;Kami senang jembatan ini sudah mulai dibangun sekitar 15 hari inilah. Mudah-mudahan pengerjaannya selesai tepat waktu,&#8221; ucap ibu tiga anak ini, Senin (21\/8\/2023). Harapan yang sama juga disampaikan warga lainnya Amwir (32). Menurut Amwir, jembatan ini adalah akses satu-satunya. Saat ini, ujarnya warga harus melewati jembatan sementara berupa jembatan papan yang sangat berisiko, terutama bagi anak sekolah. &#8220;Semoga pembangunan jembatan ini segera selesai. Sekarang penggunaan jalan harus melalui jembatan papan, khawatir juga kalau ada ibu-ibu atau anak sekolah yang melintas, apalagi kalau hujan. Memang belum ada kejadian ada pengguna yang jatuh, semoga jangan sampai terjadi, tapi tetap saja khawatir,&#8221; ujar ayah satu anak yang berprofesi sebagai petani ini. Amwir juga mengatakan rusaknya jembatan Pahumungan juga berpengaruh terhadap petani. Sebab, ujarnya, dengan kondisi jembatan yang sempat ambrol maka biaya transportasi angkutan hasil panen petani jadi bertambah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":38570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-38568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38568"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38571,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38568\/revisions\/38571"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}