{"id":37404,"date":"2023-06-28T16:26:49","date_gmt":"2023-06-28T09:26:49","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=37404"},"modified":"2023-06-28T16:26:49","modified_gmt":"2023-06-28T09:26:49","slug":"indonesia-tuan-rumah-piala-dunia-u-17","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/06\/28\/indonesia-tuan-rumah-piala-dunia-u-17\/","title":{"rendered":"Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-17"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Indonesia resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 menggantikan Peru yang dinilai tidak siap secara infrastruktur. Sebanyak 24 tim sudah siap bertempur dalam even yang akan digelar pada 10 November sampai 2 Desember 2023 ini.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sebagai bentuk keseriusan Indonesia menggelar even ini, PSSI akan menyiapkan venue-venue untuk pagelaran\u00a0Piala Dunia U-17.\u00a0Sudah ada beberapa stadion yang disiapkan dan memenuhi kompetensi.<\/p>\n<p>Ketum PSSI,\u00a0Erick Thohir\u00a0akan membentuk panitia\u00a0Piala Dunia U-17\u00a0secepatnya. Hal tersebut merupakan kesempatan emas untuk Indonesia setelah dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 belum lama ini.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti saya sampaikan ke Bapak Presiden, nanti dari situ saya akan bicarakan juga dengan Pak Kapolri stadion-stadion mana yang memang bisa akan dipakai, lalu juga bersama Pak Basuki (Menteri PUPR, red), stadion mana yang perlu direnovasi,&#8221; ujar Erick di Mabes Polri, Senin (26\/6\/2023).<\/p>\n<p>Berikut 24 tim peserta Piala Dunia U-17 yang akan digelar di Indonesia:<\/p>\n<p><strong>Asia (AFC)<\/strong><\/p>\n<p>Indonesia (tuan rumah)<br \/>\nIran<br \/>\nKorea Selatan<br \/>\nUzbekistan<br \/>\nJepang<\/p>\n<p><strong>Afrika (CAF)<\/strong><\/p>\n<p>Burkina Faso<br \/>\nMali<br \/>\nMaroko<br \/>\nSenegal<\/p>\n<p><strong>Amerika Utara (Concacaf)<\/strong><\/p>\n<p>Kanada<br \/>\nMeksiko<br \/>\nPanama<br \/>\nAmerika Serikat<\/p>\n<p><strong>Amerika Selatan (CONMEBOL)<\/strong><\/p>\n<p>Argentina<br \/>\nBrasil<br \/>\nEkuador<br \/>\nVenezuela<\/p>\n<p><strong>Oseania (OFC)<\/strong><\/p>\n<p>Kaledonia Baru<br \/>\nSelandia Baru<\/p>\n<p><strong>Eropa (UEFA)<\/strong><\/p>\n<p>Inggris<br \/>\nPrancis<br \/>\nJerman<br \/>\nPolandia<br \/>\nSpanyol.<\/p>\n<p>Belum ada pembagian pot untuk Piala Dunia U-17.\u00a0Jadwal drawing rencananya akan digelar pada Agustus mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti mungkin drawing di bulan Agustus. Drawing akan digelar di Jakarta, kita cari lokasi yang tepat,&#8221; ujar Erick Thohir. (*\/Van)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Indonesia resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 menggantikan Peru yang dinilai tidak siap secara infrastruktur. Sebanyak 24 tim sudah siap bertempur dalam even yang akan digelar pada 10 November sampai 2 Desember 2023 ini. Sebagai bentuk keseriusan Indonesia menggelar even ini, PSSI akan menyiapkan venue-venue untuk pagelaran\u00a0Piala Dunia U-17.\u00a0Sudah ada beberapa stadion yang disiapkan dan memenuhi kompetensi. Ketum PSSI,\u00a0Erick Thohir\u00a0akan membentuk panitia\u00a0Piala Dunia U-17\u00a0secepatnya. Hal tersebut merupakan kesempatan emas untuk Indonesia setelah dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 belum lama ini. &#8220;Nanti saya sampaikan ke Bapak Presiden, nanti dari situ saya akan bicarakan juga dengan Pak Kapolri stadion-stadion mana yang memang bisa akan dipakai, lalu juga bersama Pak Basuki (Menteri PUPR, red), stadion mana yang perlu direnovasi,&#8221; ujar Erick di Mabes Polri, Senin (26\/6\/2023). Berikut 24 tim peserta Piala Dunia U-17 yang akan digelar di Indonesia: Asia (AFC) Indonesia (tuan rumah) Iran Korea Selatan Uzbekistan Jepang Afrika (CAF) Burkina Faso Mali Maroko Senegal Amerika Utara (Concacaf) Kanada Meksiko Panama Amerika Serikat Amerika Selatan (CONMEBOL) Argentina Brasil Ekuador Venezuela Oseania (OFC) Kaledonia Baru Selandia Baru Eropa (UEFA) Inggris Prancis Jerman Polandia Spanyol. Belum ada pembagian pot untuk Piala Dunia U-17.\u00a0Jadwal drawing rencananya akan digelar pada Agustus mendatang. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":37405,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-37404","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37404","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37404"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37404\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37406,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37404\/revisions\/37406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}