{"id":36672,"date":"2023-05-03T13:27:27","date_gmt":"2023-05-03T06:27:27","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=36672"},"modified":"2023-05-09T10:29:18","modified_gmt":"2023-05-09T03:29:18","slug":"bupati-dendi-minta-kades-se-pesawaran-jalin-komunikasi-dan-koordinasi-dengan-tokoh-agama-dan-tokoh-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/05\/03\/bupati-dendi-minta-kades-se-pesawaran-jalin-komunikasi-dan-koordinasi-dengan-tokoh-agama-dan-tokoh-adat\/","title":{"rendered":"Bupati Dendi Minta Kades Se-Pesawaran Jalin Komunikasi dan Koordinasi dengan Tokoh Agama dan Tokoh Adat"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona minta seluruh Kepala Desa di Bumi Andan Jejama menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh agama maupun tokoh adat untuk menangkal sejak dini hal-hal yang keluar dari koridor agama dan adat.<\/p><\/blockquote>\n<p>Hal ini disampaikan Dendi pada Rapat Koordinasi Kepala Desa se-Kabupaten Pesawaran di GSG Pemerintah Kabupaten Pesawaran pada Selasa (2\/5\/2023).<\/p>\n<p>&#8220;Saya minta seluruh Kepala Desa agar waspada dan cermat menanggapi segala bentuk penyimpangan yang terjadi di tengah masyarakat kita, dan saya juga ingin semua Kades intens menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat terkait,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Bupati Dendi juga menyampaikan rapat koordinasi Kepala Desa ini merupakan bentuk komunikasi sinergi untuk pelaksanaan pemerintahan yang optimal.<\/p>\n<p>&#8220;Rakor ini merupakan salah satu bentuk sinergisitas antara Pemkab dan Pemerintahan Desa untuk pelaksanaan pemerintah yang optimal yaitu pelayanan kepada masyarakat, dan sebagai fasilitasi permasalahan di desa dengan dinas\/badan\/kantor terkait,&#8221; kata Bupati Dendi.<\/p>\n<p>Dia juga meminta kepada Pemerintahan Desa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSaya tegaskan di sini Pemerintah Kabupaten mendelegasikan kewenangannya kepada camat dan kepala desa untuk mengoptimalkan kinerja terutama dalam hal prioritas pembangunan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Marilah kita bersama-sama benahi dan tangani permasalahan yang ada di kabupaten kita ini, sehingga insya Allah nanti kita akan merasakan kehidupan yang lebih nyaman, lebih tentram dan lebih damai di Bumi Andan Jejama yang kita cintai,&#8221; pungkasnya. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona minta seluruh Kepala Desa di Bumi Andan Jejama menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh agama maupun tokoh adat untuk menangkal sejak dini hal-hal yang keluar dari koridor agama dan adat. Hal ini disampaikan Dendi pada Rapat Koordinasi Kepala Desa se-Kabupaten Pesawaran di GSG Pemerintah Kabupaten Pesawaran pada Selasa (2\/5\/2023). &#8220;Saya minta seluruh Kepala Desa agar waspada dan cermat menanggapi segala bentuk penyimpangan yang terjadi di tengah masyarakat kita, dan saya juga ingin semua Kades intens menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat terkait,&#8221; ujarnya. Bupati Dendi juga menyampaikan rapat koordinasi Kepala Desa ini merupakan bentuk komunikasi sinergi untuk pelaksanaan pemerintahan yang optimal. &#8220;Rakor ini merupakan salah satu bentuk sinergisitas antara Pemkab dan Pemerintahan Desa untuk pelaksanaan pemerintah yang optimal yaitu pelayanan kepada masyarakat, dan sebagai fasilitasi permasalahan di desa dengan dinas\/badan\/kantor terkait,&#8221; kata Bupati Dendi. Dia juga meminta kepada Pemerintahan Desa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. \u201cSaya tegaskan di sini Pemerintah Kabupaten mendelegasikan kewenangannya kepada camat dan kepala desa untuk mengoptimalkan kinerja terutama dalam hal prioritas pembangunan,&#8221; ucapnya. &#8220;Marilah kita bersama-sama benahi dan tangani permasalahan yang ada di kabupaten kita ini, sehingga insya Allah nanti kita akan merasakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":36673,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-36672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36672"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36674,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36672\/revisions\/36674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}