{"id":35866,"date":"2023-03-11T23:17:27","date_gmt":"2023-03-11T16:17:27","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=35866"},"modified":"2023-03-24T11:55:31","modified_gmt":"2023-03-24T04:55:31","slug":"wakil-rektor-unila-sambut-peserta-pencak-silat-nasional-open-tournament-lampung-championship-vi-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/03\/11\/wakil-rektor-unila-sambut-peserta-pencak-silat-nasional-open-tournament-lampung-championship-vi-2023\/","title":{"rendered":"Wakil Rektor Unila Sambut Peserta Pencak Silat Nasional Open Tournament Lampung Championship VI 2023"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung, Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si., menghadiri pembukaan Pencak Silat Nasional Open Tournament Lampung Championship VI Tahun 2023 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Rabu (8\/3\/2023).<\/p><\/blockquote>\n<p>Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat (IPSI) Lampung bekerja sama dengan UKM Tapak Suci Unila dan Silat Production ini diikuti 1.115 pesilat asal Provinsi Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Yogyakarta.<br \/>\nTurnamen terbagi dalam 34 kelas usia dini dan dewasa serta kategori seni tunggal, ganda, dan beregu.<\/p>\n<p>Wakil Rektor III Unila, Dr. Anna Gustina Zainal, mengapresiasi dan menyambut hangat kehadiran peserta dalam kegiatan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSelamat datang dan selamat bertanding calon Pesilat Indonesia. Pencak Silat merupakan warisan kepribadian budaya bangsa yang mengandung banyak unsur pembelajaran yang baik untuk mencetak generasi penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Dia mengatakan Pencak Silat adalah salah satu sarana yang biasa digunakan untuk melatih kepercayaan diri dan kecerdasan anak secara menyeluruh baik fisik, mental bahkan spiritual.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua IPSI Lampung Faisol Djausal mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Lampung karena sudah mendukung kegiatan ini dengan menyediakan sarana prasarana.<\/p>\n<p>\u201cSaya memberi apresiasi yang tinggi kepada Rektor Unila dan panitia penyelenggara yang telah sukses menyelenggarakan Tournament Lampung Championship VI ini. Mengadakan kegiatan seperti ini tidak mudah,\u201d pungkasnya. (**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung, Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si., menghadiri pembukaan Pencak Silat Nasional Open Tournament Lampung Championship VI Tahun 2023 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Rabu (8\/3\/2023). Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat (IPSI) Lampung bekerja sama dengan UKM Tapak Suci Unila dan Silat Production ini diikuti 1.115 pesilat asal Provinsi Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Yogyakarta. Turnamen terbagi dalam 34 kelas usia dini dan dewasa serta kategori seni tunggal, ganda, dan beregu. Wakil Rektor III Unila, Dr. Anna Gustina Zainal, mengapresiasi dan menyambut hangat kehadiran peserta dalam kegiatan tersebut. \u201cSelamat datang dan selamat bertanding calon Pesilat Indonesia. Pencak Silat merupakan warisan kepribadian budaya bangsa yang mengandung banyak unsur pembelajaran yang baik untuk mencetak generasi penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani,\u201d tuturnya. Dia mengatakan Pencak Silat adalah salah satu sarana yang biasa digunakan untuk melatih kepercayaan diri dan kecerdasan anak secara menyeluruh baik fisik, mental bahkan spiritual. Sementara itu, Ketua IPSI Lampung Faisol Djausal mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Lampung karena sudah mendukung kegiatan ini dengan menyediakan sarana prasarana. \u201cSaya memberi apresiasi yang tinggi kepada Rektor Unila dan panitia penyelenggara yang telah sukses menyelenggarakan Tournament Lampung Championship VI ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":35867,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1194],"tags":[],"class_list":["post-35866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-unila"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35868,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35866\/revisions\/35868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}