{"id":35815,"date":"2023-03-09T06:53:55","date_gmt":"2023-03-08T23:53:55","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=35815"},"modified":"2023-03-09T06:53:55","modified_gmt":"2023-03-08T23:53:55","slug":"mpal-kabupaten-pesawaran-kunjungi-desa-cikoneng-banten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/03\/09\/mpal-kabupaten-pesawaran-kunjungi-desa-cikoneng-banten\/","title":{"rendered":"MPAL Kabupaten Pesawaran Kunjungi Desa Cikoneng Banten"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Serang (LB)<\/strong>: Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran mengunjungi Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten yang penduduknya mayoritas bersuku Lampung, Rabu (8\/3\/2023).<\/p><\/blockquote>\n<p>Kehadiran sejumlah pengurus MPAL Kabupaten Pesawaran diterima Kepala Desa Cikoneng, Thomas Ferry Irawan.<\/p>\n<p>Ketua MPAL Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen gelar Suntan Junjungan Makhga mengatakan kunjungan tersebut merupakan agenda kerja MPAL guna menggali sejarah dan menyambung tali silaturahmi.<\/p>\n<p>\u201cTernyata mereka sejak 1470 sudah berada di sini dan tetap menjaga adat istiadat Lampung, bahkan bahasa yang dipakai masyarakat di sini bahasa Lampung,\u201d kata Farifki di Kantor Desa Cikoneng.<\/p>\n<p>\u201cJadi kami hadir di sini untuk merasakan langsung nuansa Lampung di tanah Banten. Dan luar biasa, semua masyarakat bahkan aparatur desa di sini menggunakan bahasa Lampung,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Melihat fakta di Desa Cikoneng, Farifki mengapresiasi masyarakat di sana karena terus menjaga kelestarian Bahasa Lampung, bahkan Bahasa Lampung menjadi bahasa sehari-hari warga Desa Cikoneng di kediamannya masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cHarus menjadi pelajaran bagi kita orang Lampung yang berada di Lampung, warga Desa Cikoneng memiliki jiwa bangga menjadi orang Lampung,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kades Cikoneng Thomas Ferry Irawan mengucapkan terima kasihnya atas kunjungan MPAL Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, kunjungan ini merupakan bentuk perhatian MPAL kepada masyarakat Cikoneng.<\/p>\n<p>\u201cKami merasa bangga atas kunjungannya ke desa kami, artinya kami diakui sebagai masyarakat keturunan Lampung yang ada di Cikoneng, Serang, Banten ini\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Thomas mengungkapkan ada 40 buay yang ada di Desa Cikoneng, menggambarkan masyarakat Cikoneng merupakan kumpulan masyarakat yang beraneka ragam.<\/p>\n<p>\u201cNamun kami menyatu, dan kami bangga sebagai keturunan orang Lampung,\u201d pungkasnya. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serang (LB): Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran mengunjungi Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten yang penduduknya mayoritas bersuku Lampung, Rabu (8\/3\/2023). Kehadiran sejumlah pengurus MPAL Kabupaten Pesawaran diterima Kepala Desa Cikoneng, Thomas Ferry Irawan. Ketua MPAL Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen gelar Suntan Junjungan Makhga mengatakan kunjungan tersebut merupakan agenda kerja MPAL guna menggali sejarah dan menyambung tali silaturahmi. \u201cTernyata mereka sejak 1470 sudah berada di sini dan tetap menjaga adat istiadat Lampung, bahkan bahasa yang dipakai masyarakat di sini bahasa Lampung,\u201d kata Farifki di Kantor Desa Cikoneng. \u201cJadi kami hadir di sini untuk merasakan langsung nuansa Lampung di tanah Banten. Dan luar biasa, semua masyarakat bahkan aparatur desa di sini menggunakan bahasa Lampung,\u201d ucapnya. Melihat fakta di Desa Cikoneng, Farifki mengapresiasi masyarakat di sana karena terus menjaga kelestarian Bahasa Lampung, bahkan Bahasa Lampung menjadi bahasa sehari-hari warga Desa Cikoneng di kediamannya masing-masing. \u201cHarus menjadi pelajaran bagi kita orang Lampung yang berada di Lampung, warga Desa Cikoneng memiliki jiwa bangga menjadi orang Lampung,\u201d ujarnya. Sementara itu, Kades Cikoneng Thomas Ferry Irawan mengucapkan terima kasihnya atas kunjungan MPAL Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, kunjungan ini merupakan bentuk perhatian MPAL kepada masyarakat Cikoneng. \u201cKami merasa bangga atas kunjungannya ke desa kami, artinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":35816,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-35815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35815"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35815\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35817,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35815\/revisions\/35817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}