{"id":35507,"date":"2023-02-18T19:15:32","date_gmt":"2023-02-18T12:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=35507"},"modified":"2023-02-19T20:49:03","modified_gmt":"2023-02-19T13:49:03","slug":"kapolres-pesawaran-resmi-sandang-adok-suntan-perwira-negara-lampung-pepadun-marga-way-semah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/02\/18\/kapolres-pesawaran-resmi-sandang-adok-suntan-perwira-negara-lampung-pepadun-marga-way-semah\/","title":{"rendered":"Kapolres Pesawaran Resmi Sandang &#8216;Adok&#8217; Suntan Perwira Negara Lampung Pepadun Marga Way Semah"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo beserta Ny. Ade Kusumawati Pratomo Widodo resmi menjadi warga adat Lampung Pepadun Marga Way Semah, setelah dilakukan <em>angkon muakhi<\/em> (angkat saudara) oleh Erland Syofandi gelar Suntan Penatih.<\/p><\/blockquote>\n<p><em>Angkon muakhi<\/em> antara Erland Syofandi gelar Suntan Penatih dengan Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo beserta Ibu Kapolres Ade Kusumawati digelar secara adat Lampung Pepadun Marga Way Semah di Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran Lampung, Sabtu (18\/2\/2023).<\/p>\n<p>Dengan <em>angkon<\/em> adat ini, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mendapat <em>adok<\/em> (gelar) adat Lampung Pepadun Marga Way Semah yakni Suntan Perwira Negara, sedangkan Ny. Ade Kusumawati Pratomo Widodo menerima gelar adat atau <em>adok<\/em> Suntan Ibu Pertiwi.<\/p>\n<p>Menurut Ketua Umum Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnaen Arif gelar Suntan Junjungan Marga, angkon muakhi ini berdasarkan keputusan dan persetujuan tujuh desa adat (pitu tiyuh) Lampung Pepadun Marga Way Semah yang ada di Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan.<\/p>\n<p>\u201cPak Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo dan Ibu Kapolres diangkat dan diakui saudara oleh Pak Erland dengan persetujuan bidang suku dan punyimbang tujuh tiyuh adat Lampung Pepadun Marga Way Semah. Angkonan muakhi itu digelar secara adat dalam acara nikahan keponakan Pak Erland,\u201d kata Farifki seperti dilansir <em>waktuindonesia.id<\/em>.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan MPAL Kabupaten Pesawaran sebagai wadah organisasi Adat Lampung Pepadun dan Lampung Sai Batin sifatnya hanya mengetahui pemberian <em>adok<\/em> (gelar) tersebut.<\/p>\n<p>\u201cJadi <em>adok<\/em> Pak Pratomo itu didapat setelah diangkat saudara adat Pak Erland dan otomatis akan mendapatkan adok yang diberikan Pak Erland setelah melalui musyawarah adat bidang suku pitu tiyuh adat Lampung Pepadun Marga Way Semah. Jadi jangan salah pengertian, karena kita orang Lampung tidak mudah dalam pemberian <em>adok<\/em> banyak kriteria yang harus dilalui seseorang untuk mendapatkan <em>adok<\/em> atau gelar. Karena harus melalui tata titi adat yang masih berlaku hingga kini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, sepanjang Kapolres Pesawaran yang bertugas di Bumi Andan Jejama ini, hanya AKBP Pratomo Widodo beserta Ibu yang melakukan <em>angkon<\/em> <em>muakhi<\/em> sehingga mendapatkan gelar adat ini.<\/p>\n<p>\u201cIya, baru pertama ini Kapolres yang bertugas di Pesawaran yang <em>angkon<\/em> <em>muakhi<\/em> dan mendapatkan adok dari masyarakat adat Lampung, khususnya Lampung Pepadun Marga Way Semah. Dan adok biasanya melekat dengan pekerjaan sehari-hari. Dan <em>adok<\/em> itu pun dapat digunakan di seluruh kegiatan adat di Lampung serta secara permanen akan ada dalam hati dan tubuh beliau selama hayat di kandung badan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap, usai menerima <em>adok<\/em> ini Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo beserta Ibu Kapolres dapat turut menjunjung tinggi serta turut melestarikan adat dan budaya Lampung karena sudah jadi bagian dari warga adat Lampung,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan pemberian <em>adok<\/em> tersebut merupakan suatu kehormatan sekaligus merupakan bentuk sinergi dan menyatunya antara Kepolisian RI dan Pemuka Adat Lampung, khususnya Pemuka Adat di Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya dan keluarga. Dan hal ini menjadi pelajaran bahwa kita harus dapat menjunjung tinggi adat istiadat dan juga adab meskipun kita telah hidup di zaman modern seperti saat ini,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Pratomo Widodo juga mengucapkan terima kasih atas <em>angkon<\/em> <em>muakhi<\/em> atau pengakuan saudara serta jadi bagian dari warga adat Lampung Pepadun Marga Way Semah.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada kata lain selain ucapan terima kasih kepada seluruh para punyimbang adat yang telah memberikan <em>adok<\/em> sehingga saya telah menjadi bagian dari warga adat Lampung yang ada di Pesawaran,\u201d pungkasnya. (**)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo beserta Ny. Ade Kusumawati Pratomo Widodo resmi menjadi warga adat Lampung Pepadun Marga Way Semah, setelah dilakukan angkon muakhi (angkat saudara) oleh Erland Syofandi gelar Suntan Penatih. Angkon muakhi antara Erland Syofandi gelar Suntan Penatih dengan Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo beserta Ibu Kapolres Ade Kusumawati digelar secara adat Lampung Pepadun Marga Way Semah di Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran Lampung, Sabtu (18\/2\/2023). Dengan angkon adat ini, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mendapat adok (gelar) adat Lampung Pepadun Marga Way Semah yakni Suntan Perwira Negara, sedangkan Ny. Ade Kusumawati Pratomo Widodo menerima gelar adat atau adok Suntan Ibu Pertiwi. Menurut Ketua Umum Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnaen Arif gelar Suntan Junjungan Marga, angkon muakhi ini berdasarkan keputusan dan persetujuan tujuh desa adat (pitu tiyuh) Lampung Pepadun Marga Way Semah yang ada di Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan. \u201cPak Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo dan Ibu Kapolres diangkat dan diakui saudara oleh Pak Erland dengan persetujuan bidang suku dan punyimbang tujuh tiyuh adat Lampung Pepadun Marga Way Semah. Angkonan muakhi itu digelar secara adat dalam acara nikahan keponakan Pak Erland,\u201d kata Farifki seperti dilansir waktuindonesia.id. Dia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":35515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132,15],"tags":[],"class_list":["post-35507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35507"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35516,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35507\/revisions\/35516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}