{"id":34725,"date":"2023-01-02T19:22:54","date_gmt":"2023-01-02T12:22:54","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=34725"},"modified":"2023-01-02T19:25:46","modified_gmt":"2023-01-02T12:25:46","slug":"anggota-dprd-elly-wahyuni-apresiasi-kinerja-pemprov-lampung-dalam-kelola-anggaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2023\/01\/02\/anggota-dprd-elly-wahyuni-apresiasi-kinerja-pemprov-lampung-dalam-kelola-anggaran\/","title":{"rendered":"Anggota DPRD Elly Wahyuni Apresiasi Kinerja Pemprov Lampung dalam Kelola Anggaran"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung Elly Wahyuni mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung yang berhasil masuk tiga besar Nasional dalam mengelola anggaran belanja daerah.<\/p><\/blockquote>\n<p>&#8220;Saya sangat mengapresiasi keberhasilan Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Lampung pada APBD 2022, dengan masuk tiga besar,&#8221; ujar Elly kepada wartawan, Senin (2\/1\/2023).<\/p>\n<p>Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), per 29 Desember 2022 realisasi belanja Pemerintah Provinsi Lampung mencapai 95,01 persen.<\/p>\n<p>Politisi Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto ini menjelaskan pada APBD 2022 Pemprov menargetkan belanja daerah Rp7,10 triliun dan terealisasi Rp6,75 triliun.<\/p>\n<p>Sementara itu, untuk realisasi belanja Pemprov Lampung hingga 29 Desember mencapai 98,43 persen. Dari target Rp6,91 triliun, terealisasi Rp6,80 triliun.<\/p>\n<p>Berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri, tiga provinsi dengan pencapaian realisasi belanja daerah terbaik pada APBD 2022 yaitu:<br \/>\n1. Pemprov Kepri 96,54 persen.<br \/>\n2. Pemprov Jawa Barat 96,14 persen.<br \/>\n3. Provinsi Lampung 95,01 persen.<\/p>\n<p>Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Bunda Elly ini juga menilai keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung ini berkat hubungan komunikasi yang baik antara Pemprov Lampung dan DPRD.<\/p>\n<p>Menurut Elly, selama kepemimpinan Gubernur Arinal Djunaidi, pengelolaan keuangan Pemprov Lampung selalu sejalan dengan aturan yang berlaku.<\/p>\n<p>&#8220;Keberhasilan Pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung adalah berkat komunikasi yang baik antara Pemerintah Provinsi dan DPRD Lampung. Semoga Pemprov Lampung bisa mempertahankan dan mampu meningkatkan prestasi yang telah diraih,&#8221; pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung Elly Wahyuni mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung yang berhasil masuk tiga besar Nasional dalam mengelola anggaran belanja daerah. &#8220;Saya sangat mengapresiasi keberhasilan Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Lampung pada APBD 2022, dengan masuk tiga besar,&#8221; ujar Elly kepada wartawan, Senin (2\/1\/2023). Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), per 29 Desember 2022 realisasi belanja Pemerintah Provinsi Lampung mencapai 95,01 persen. Politisi Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto ini menjelaskan pada APBD 2022 Pemprov menargetkan belanja daerah Rp7,10 triliun dan terealisasi Rp6,75 triliun. Sementara itu, untuk realisasi belanja Pemprov Lampung hingga 29 Desember mencapai 98,43 persen. Dari target Rp6,91 triliun, terealisasi Rp6,80 triliun. Berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri, tiga provinsi dengan pencapaian realisasi belanja daerah terbaik pada APBD 2022 yaitu: 1. Pemprov Kepri 96,54 persen. 2. Pemprov Jawa Barat 96,14 persen. 3. Provinsi Lampung 95,01 persen. Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Bunda Elly ini juga menilai keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung ini berkat hubungan komunikasi yang baik antara Pemprov Lampung dan DPRD. Menurut Elly, selama kepemimpinan Gubernur Arinal Djunaidi, pengelolaan keuangan Pemprov Lampung selalu sejalan dengan aturan yang berlaku. &#8220;Keberhasilan Pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung adalah berkat komunikasi yang baik antara Pemerintah Provinsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":34726,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-34725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34725"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34729,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34725\/revisions\/34729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}