{"id":34486,"date":"2022-12-22T19:20:32","date_gmt":"2022-12-22T12:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=34486"},"modified":"2022-12-22T19:20:32","modified_gmt":"2022-12-22T12:20:32","slug":"gubernur-arinal-hadiri-rakernas-bpdlh-2022-yang-dibuka-presiden-joko-widodo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/12\/22\/gubernur-arinal-hadiri-rakernas-bpdlh-2022-yang-dibuka-presiden-joko-widodo\/","title":{"rendered":"Gubernur Arinal Hadiri Rakernas BPDLH 2022 yang Dibuka Presiden Joko Widodo"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri Rapat Kerja Nasional Komite Pengarah (Komrah) Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BLU BPDLH) Tahun 2022 yang dibuka Presiden Joko Widodo, di Gedung AA Maramis, Komplek Perkantoran Kementerian Keuangan, Rabu (21\/12\/2022).<\/p>\n<p>Rakernas diselenggarakan dalam rangka membahas penguatan aksi bersama untuk pendanaan lingkungan hidup berkelanjutan.<br \/>\nDalam arahannya, Presiden mengatakan dampak kerusakan lingkungan dan perubahan iklim saat ini sangat nyata dan dapat dirasakan.<\/p>\n<p>&#8220;Kerusakan lingkungan ini sangat banyak mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, kekeringan dan musibah lainnya. Perubahan dunia saat ini juga mengakibatkan perubahan musim yang tidak menentu, perubahan suhu serta kenaikan air laut,&#8221; ujar Jokowi.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Presiden menegaskan dengan adanya BPDLH harus benar-benar diarahkan pada kegiatan-kegiatan nyata yang berkaitan dengan lingkungan hidup.<\/p>\n<p>&#8220;Saya minta untuk konsentrasi di dua hal ini saja dahulu, baru masuk ke tahapan yang lain. Jangan sampai anggaran ini kemana mana dan akhirnya tidak memberikan dampak yang nyata kepada negata kita dan dunia,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Presiden Joko Widodo juga berpendapat urusan sampah merupakan prioritas untuk segera ditangani dan dia meminta untuk anggaran yang ada di BPDLH diprioritaskan untuk penangan sampah sehingga sampah tidak ke laut, ke sungai dan mencemari kota.<\/p>\n<p>&#8220;Ini harus segera diselesaikan, barangnya nyata, dananya ada tapi belum beres-beres urusan satu ini,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, dia juga meminta untuk fokus dalam penanganan lingkungan hidup ke hutan dan meminta untuk konsentrasi dalam gerakan menanam mangrove. Sebab, menurutnya, mangrove benar-benar bisa mereduksi 8-12 kali lipat dibandingankan hutan biasa sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan.<\/p>\n<p>&#8220;Inilah langkah kerja yang harus dilakulan agar benar-benar konkrit dampak dari dibentuknya Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup yang bermanfaat,&#8221; pungkas Presiden. (adp)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri Rapat Kerja Nasional Komite Pengarah (Komrah) Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BLU BPDLH) Tahun 2022 yang dibuka Presiden Joko Widodo, di Gedung AA Maramis, Komplek Perkantoran Kementerian Keuangan, Rabu (21\/12\/2022). Rakernas diselenggarakan dalam rangka membahas penguatan aksi bersama untuk pendanaan lingkungan hidup berkelanjutan. Dalam arahannya, Presiden mengatakan dampak kerusakan lingkungan dan perubahan iklim saat ini sangat nyata dan dapat dirasakan. &#8220;Kerusakan lingkungan ini sangat banyak mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, kekeringan dan musibah lainnya. Perubahan dunia saat ini juga mengakibatkan perubahan musim yang tidak menentu, perubahan suhu serta kenaikan air laut,&#8221; ujar Jokowi. Oleh karena itu, Presiden menegaskan dengan adanya BPDLH harus benar-benar diarahkan pada kegiatan-kegiatan nyata yang berkaitan dengan lingkungan hidup. &#8220;Saya minta untuk konsentrasi di dua hal ini saja dahulu, baru masuk ke tahapan yang lain. Jangan sampai anggaran ini kemana mana dan akhirnya tidak memberikan dampak yang nyata kepada negata kita dan dunia,&#8221; tegasnya. Presiden Joko Widodo juga berpendapat urusan sampah merupakan prioritas untuk segera ditangani dan dia meminta untuk anggaran yang ada di BPDLH diprioritaskan untuk penangan sampah sehingga sampah tidak ke laut, ke sungai dan mencemari kota. &#8220;Ini harus segera diselesaikan, barangnya nyata, dananya ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":34487,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-34486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34486"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34488,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34486\/revisions\/34488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}