{"id":33573,"date":"2022-11-06T18:33:48","date_gmt":"2022-11-06T11:33:48","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=33573"},"modified":"2022-11-06T18:34:54","modified_gmt":"2022-11-06T11:34:54","slug":"calon-kades-way-layap-nomor-3-wahyudi-bertekad-bangun-desa-dan-sejahterakan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/11\/06\/calon-kades-way-layap-nomor-3-wahyudi-bertekad-bangun-desa-dan-sejahterakan-masyarakat\/","title":{"rendered":"Calon Kades Way Layap Nomor 3 Wahyudi Bertekad Bangun Desa Dan Sejahterakan Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (LB)<\/strong>: Wahyudi (Yudi Ewok, red) resmi maju dalam pemilihan Kepala Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, yang digelar pada 17 Desember 2022 mendatang.<\/p>\n<p>Calon Kepala Desa dengan Nomor Urut 3 ini adalah calon pertama yang memasang baliho sosialisasi calon kepala desa; mulai poster kecil hingga baliho berukuran besar telah terpampang gambar dirinya.<\/p>\n<p>Berdasar pengamatan media ini, dalam baliho yang terpasang, tertulis visi misinya. Dengan jargon &#8220;Bersatu Untuk Maju&#8221;, Wahyudi mengaku mencalonkan diri sebagai Kepala Desa karena mendapat amanat dari masyarakat Desa Way Layap.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, dia bertekad akan berjuang membangun desanya tercinta, sesuai dengan Visi yang dia usung: Way Layap Lebih Maju dan Sejahtera dengan Masyarakat yang Produktif.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, dia juga memiliki enam (6) Misi untuk mewujudkan cita citanya dan mengabdi untuk Desa Way Layap, yaitu:<\/p>\n<p>1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa dan layanan publik yang berkualitas, akuntabel, dan berkinerja tinggi.<br \/>\n2. Menyediakan sarana dan infrastruktur secara berkelanjutan dan berkualitas yang berkeadilan dan merata.<br \/>\n3. Mewujudkan sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, unggul, berkarakter, dan berdaya saing.<br \/>\n4. Meningkatkan pembangunan ekonomi dan memperkuat perekonomian desa.<br \/>\n5. Mewujudkan Desa Mandiri sebagai titik berat pembangunan berbasis kemasyarakatan dan potensi lokal yang berlandaskan pemberdayaan masyarakat, kemitraan dan gotong royong.<br \/>\n6. Mewujudkan generasi muda yang beriman dan bertaqwa, inovatif serta memiliki jiwa kepemimpinan.<\/p>\n<p>Wahyudi meminta doa restu dan dukungan masyarakat Way Layap agar cita-cita untuk mewujudkan Desa Way Layap menjadi lebih baik bisa tercapai.<\/p>\n<p>&#8220;Kepada masyarakat Desa Way Layap mohon doa restu dan dukungannya. Ayo coblos Nomor 3,&#8221; kata Wahyudi. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (LB): Wahyudi (Yudi Ewok, red) resmi maju dalam pemilihan Kepala Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, yang digelar pada 17 Desember 2022 mendatang. Calon Kepala Desa dengan Nomor Urut 3 ini adalah calon pertama yang memasang baliho sosialisasi calon kepala desa; mulai poster kecil hingga baliho berukuran besar telah terpampang gambar dirinya. Berdasar pengamatan media ini, dalam baliho yang terpasang, tertulis visi misinya. Dengan jargon &#8220;Bersatu Untuk Maju&#8221;, Wahyudi mengaku mencalonkan diri sebagai Kepala Desa karena mendapat amanat dari masyarakat Desa Way Layap. Oleh karena itu, dia bertekad akan berjuang membangun desanya tercinta, sesuai dengan Visi yang dia usung: Way Layap Lebih Maju dan Sejahtera dengan Masyarakat yang Produktif. Tak hanya itu, dia juga memiliki enam (6) Misi untuk mewujudkan cita citanya dan mengabdi untuk Desa Way Layap, yaitu: 1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa dan layanan publik yang berkualitas, akuntabel, dan berkinerja tinggi. 2. Menyediakan sarana dan infrastruktur secara berkelanjutan dan berkualitas yang berkeadilan dan merata. 3. Mewujudkan sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, unggul, berkarakter, dan berdaya saing. 4. Meningkatkan pembangunan ekonomi dan memperkuat perekonomian desa. 5. Mewujudkan Desa Mandiri sebagai titik berat pembangunan berbasis kemasyarakatan dan potensi lokal yang berlandaskan pemberdayaan masyarakat, kemitraan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":33574,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-33573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33573"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33576,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33573\/revisions\/33576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}