{"id":33562,"date":"2022-11-05T14:09:37","date_gmt":"2022-11-05T07:09:37","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=33562"},"modified":"2022-11-05T14:09:37","modified_gmt":"2022-11-05T07:09:37","slug":"film-karya-anak-tubaba-ditayangkan-pada-kegiatan-art-festival-ke-6","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/11\/05\/film-karya-anak-tubaba-ditayangkan-pada-kegiatan-art-festival-ke-6\/","title":{"rendered":"Film Karya Anak Tubaba, Ditayangkan Pada Kegiatan Art Festival ke-6"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>TUBABA (LB):<\/strong> Penayangan Film karya anak-anak Kabupaten Tulang Bawang Barat dan penampilan live musik @ijotafara-official, turut memeriahkan Tubaba Art Festival (TAF) edisi yang ke-6.<\/p><\/blockquote>\n<p>Penayangan film dan live musik digelar di bioskop Sinar Jaya Theatre, area Tugu Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, yang dihadiri ratusan penonton, Jumat malam (4\/11\/2022).<\/p>\n<p>Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, mengatakan ada 3 judul film yang kita putar pada malam ini antara lain yakni, The Jockey\u2019s Hope, Illegal Race, dan Astho (Tangan) dan Nelu.<\/p>\n<p>\u201cKita patut bangga kepada anak-anak Tubaba. Karena ketiga film yang diputar pada malam ini adalah hasil karya anak Kabupaten TulangBawang Barat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu. Adapun tujuan dari pemutaran film pada malam ini, jelas Semi, ingin menunjukkan kepada masyarakat Tubaba, bahwa anak-anak Tubaba mempunyai kreativitas yang baik dalam dunia film.<\/p>\n<p>Sementara itu, Catur Saputra, warga Tiyuh Candra Kencana, sebagai sutradara film dokumenter, The Jockey\u2019s Hope, Illegal Race, mengatakan bahwa dirinya sangat banga setelah proses yang sangat lama akhirnya film ini bisa ditayangkan pada acara TAF.<\/p>\n<p>Untuk itu, dia berharap bagi masyarakat yang ada di Tubaba, yang ingin menyalurkan bakat nya di dunia perfilman bisa langsung bergabung.<\/p>\n<p>&#8221; Mari kita bersama-sama memajukan dunia perfilman di Kabupaten yang berjuluk Ragem Sai Mangi Wawai,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Catur berharap khususnya kepada Pemkab Tubaba, agar membuatkan Sirkuit tempat menyalurkankan hobi anak-anak yang suka dengan balapan.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap, kedepannya anak-anak yang mempunyai hobi balap, bisa disediakan tempat, agar tidak ada lagi balapan liar dan tidak ada lagi memakan korban,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TUBABA (LB): Penayangan Film karya anak-anak Kabupaten Tulang Bawang Barat dan penampilan live musik @ijotafara-official, turut memeriahkan Tubaba Art Festival (TAF) edisi yang ke-6. Penayangan film dan live musik digelar di bioskop Sinar Jaya Theatre, area Tugu Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, yang dihadiri ratusan penonton, Jumat malam (4\/11\/2022). Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, mengatakan ada 3 judul film yang kita putar pada malam ini antara lain yakni, The Jockey\u2019s Hope, Illegal Race, dan Astho (Tangan) dan Nelu. \u201cKita patut bangga kepada anak-anak Tubaba. Karena ketiga film yang diputar pada malam ini adalah hasil karya anak Kabupaten TulangBawang Barat,\u201d ujarnya. Selain itu. Adapun tujuan dari pemutaran film pada malam ini, jelas Semi, ingin menunjukkan kepada masyarakat Tubaba, bahwa anak-anak Tubaba mempunyai kreativitas yang baik dalam dunia film. Sementara itu, Catur Saputra, warga Tiyuh Candra Kencana, sebagai sutradara film dokumenter, The Jockey\u2019s Hope, Illegal Race, mengatakan bahwa dirinya sangat banga setelah proses yang sangat lama akhirnya film ini bisa ditayangkan pada acara TAF. Untuk itu, dia berharap bagi masyarakat yang ada di Tubaba, yang ingin menyalurkan bakat nya di dunia perfilman bisa langsung bergabung. &#8221; Mari kita bersama-sama memajukan dunia perfilman di Kabupaten yang berjuluk Ragem Sai Mangi Wawai,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33563,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[350],"tags":[],"class_list":["post-33562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-tubaba"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33562"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33564,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33562\/revisions\/33564"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}