{"id":33454,"date":"2022-10-18T14:29:25","date_gmt":"2022-10-18T07:29:25","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=33454"},"modified":"2022-11-01T14:31:42","modified_gmt":"2022-11-01T07:31:42","slug":"ketua-dekranasda-provinsi-lampung-kunjungi-perpustakaan-expo-unila-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2022\/10\/18\/ketua-dekranasda-provinsi-lampung-kunjungi-perpustakaan-expo-unila-2022\/","title":{"rendered":"Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Kunjungi Perpustakaan Expo Unila 2022"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\"><strong>BANDAR LAMPUNG (LB):<\/strong> Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, mengunjungi Perpustakaan Expo Unila 2022 bertempat di UPT. Perpustakaan Universitas Lampung, Selasa (18\/10\/2022).<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Kegiatan\u00a0 mengambil tema\u00a0 &#8220;Literasi Sains, Teknologi dan Seni sebagai upaya membangun peradaban&#8221; yang juga menampilkan karya lukisan dari putri pertama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi,\u00a0 Rissana Innisa Arinal,<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Riana Sari Arinal dalam kesempatan tersebut mengungkapkan kekaguman dan bangga karena banyak talenta-talenta pelukis handal yang karyanya bisa dibanggakan di Provinsi Lampung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">&#8220;Saya kagum dan bangga, ternyata di Provinsi Lampung ini banyak pelukis-pelukis handal yang bisa dibanggakan, &#8221; ujarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Untuk menumbuhkan cinta seni, menurut Riana Sari Arinal salah satunya dengan mendatangi pameran-pameran lukisan seperti ini.\u00a0 &#8221; Pameran ini kan tempatnya di kampus ini dalam satu hari bisa sampai angka 2000 mahasiswa maupun khalayak umum yang berkunjung, &#8221; tambahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">&#8220;Jadi artinya begitu banyak anak-anak muda di lampung yang antusias dengan seni, disini adalah salah satu bentuk penyaluran bakat atau ide.\u00a0 Bisa jadi pulang dari sini mereka langsung melukis karena melukis ini juga salah satu cara untuk mediasi. Supaya tenang makanya banyak lukisan yang mempunyai arti dan cerita nya masing-masing&#8221;, ucap Riana Sari.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Riana Sari Arinal juga menyampaikan pesan dan kesan terkait penyelenggaraan pameran lukisan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">&#8220;Saya sangat terkesan, karena setiap lukisan punya gaya nya masing-masing, dan punya cerita nya masing-masing,&#8221; ungkap Riana<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Riana Sari Arinal juga menyampaikan bahwa Dekranasda Provinsi Lampung ingin berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Lampung.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">&#8220;Kami punya tempat yang cukup strategis yaitu kantor dekranasda, sehingga nanti masyarakat yang datang bisa melihat lukisan, membeli lukisan, bisa membeli wastra dan kriya juga bisa mencicipi kuliner lampung, &#8221; ujarnya lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Sementara Anshori Djauzal seniman dan budayawan Lampung, yang diminta komentarnya terkait Perpustakaan Expo Unila 2022 mengatakan, mewakili teman-teman pelukis dan penyelenggara mengucapkan terimakasih atas dukungan ketua dekranasda provinsi lampung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">&#8220;Apresiasinya luar biasa seperti tawaran beliau untuk berkolaborasi karena sudah waktunya tidak bekerja sendiri-sendiri. Jadi ini tentunya akan ditindaklanjuti mengikuti perkembangan yang ada, menarik perhatian generasi muda agar bisa berkembang lebih jauh, &#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Dalam pameran lukisan perpustakan expo unila 2022 tersebut, Anshori juga menyampaikan bahwa jumlah lukisan yang dipajang kurang lebih 70 lukisan dan dilukis oleh 50 pelukis\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Bahkan Anshori juga berharap tahun depan akan diadakan lagi kegiatan pameran ini.<br \/>\n&#8220;Oh ya mesti, dari pelajaran ini kita baru menyadari. Ada 2 hal yang bisa dipelajari,\u00a0 yang pertama ini tentunya ada karena pasca pandemi, setelah pandemi mereda kita sadar bahwa kita merindukan suasana kita bisa mengapresiasi kesenian dan sebagainya. Kedua ini kita melihat bagaimana apresiasi mayarakat kita ternyata masih sedikit kurang memperhitungkan, sehingga potensi inilah yang akan kita lakukan didepan. Dengan catatan kita akan bekerja sama dengan stake holder terkait, bukan karena besar acara tetapi besar lingkup partisipasi&#8221;, pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-top: 0cm;background: white\"><span style=\"font-size: 10.0pt;font-family: 'Helvetica','sans-serif';color: #3f4254\">Hadir mendampingi ketua Dekranasda, Kepala Perpustakaan Khaerudin, Sub Koordinator Tata Usaha Reta Surya dan Seniman Asal Lampung Anshori Djausal. (*)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (LB): Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, mengunjungi Perpustakaan Expo Unila 2022 bertempat di UPT. Perpustakaan Universitas Lampung, Selasa (18\/10\/2022). Kegiatan\u00a0 mengambil tema\u00a0 &#8220;Literasi Sains, Teknologi dan Seni sebagai upaya membangun peradaban&#8221; yang juga menampilkan karya lukisan dari putri pertama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi,\u00a0 Rissana Innisa Arinal, Riana Sari Arinal dalam kesempatan tersebut mengungkapkan kekaguman dan bangga karena banyak talenta-talenta pelukis handal yang karyanya bisa dibanggakan di Provinsi Lampung.\u00a0 &#8220;Saya kagum dan bangga, ternyata di Provinsi Lampung ini banyak pelukis-pelukis handal yang bisa dibanggakan, &#8221; ujarnya.\u00a0 Untuk menumbuhkan cinta seni, menurut Riana Sari Arinal salah satunya dengan mendatangi pameran-pameran lukisan seperti ini.\u00a0 &#8221; Pameran ini kan tempatnya di kampus ini dalam satu hari bisa sampai angka 2000 mahasiswa maupun khalayak umum yang berkunjung, &#8221; tambahnya.\u00a0 &#8220;Jadi artinya begitu banyak anak-anak muda di lampung yang antusias dengan seni, disini adalah salah satu bentuk penyaluran bakat atau ide.\u00a0 Bisa jadi pulang dari sini mereka langsung melukis karena melukis ini juga salah satu cara untuk mediasi. Supaya tenang makanya banyak lukisan yang mempunyai arti dan cerita nya masing-masing&#8221;, ucap Riana Sari. Riana Sari Arinal juga menyampaikan pesan dan kesan terkait penyelenggaraan pameran lukisan tersebut. &#8220;Saya sangat terkesan, karena setiap lukisan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33455,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-33454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33454"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33454\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33456,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33454\/revisions\/33456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}